BPOM Temukan 12 Obat Herbal Ilegal, Ada Kandungan Kimia Berbahaya
BPOM temukan 12 produk obat herbal ilegal mengandung sildenafil, parasetamol, deksametason. Klaim stamina pria hingga sesak napas, ancaman pidana 12 tahun.
Tangkapan layar instagram: asorloth
Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan di atas lapangan sering kali menentukan nasib sebuah tim di turnamen sekelas Piala Dunia. Alexander Sorloth, penyerang Timnas Norwegia dengan tinggi 196 sentimeter, kini merasakan getirnya sorotan publik setelah dinilai bersikap egois dalam laga perempat final melawan Inggris di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Kepergian Norwegia dari Piala Dunia 2026 pun diwarnai kontroversi yang membuat fans marah dan kecewa.
Norwegia sebenarnya memulai pertandingan dengan cemerlang. The Vikings unggul 1-0 lebih dulu melalui sepakan kaki kiri Andreas Schjelderup dari pinggir lapangan yang meluncur mulus ke gawang Inggris kawalan Jordan Pickford pada menit 36. Keunggulan ini membuat skuad asuhan Stale Solbakken bermain percaya diri dan beberapa kali menekan pertahanan Inggris. Namun, semua berubah di menit 44 ketika Norwegia hampir menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat.
Momen krusial itu terjadi ketika Alexander Sorloth tinggal berhadapan satu lawan satu dengan bek Inggris, John Stones. Di sisi lain, tak jauh dari posisi Stones, Erling Haaland berdiri dalam posisi bebas tanpa kawalan berarti. Jika Sorloth memberikan umpan sederhana ke arah Haaland, peluang Norwegia unggul 2-0 atas Inggris terbuka sangat lebar. Dengan keunggulan dua gol di babak pertama, hampir dapat dipastikan Inggris akan kesulitan mengejar ketertinggalan. Namun, Sorloth memilih jalan yang berbeda.
Alih-alih mengumpan, Sorloth malah menahan bola terlalu lama. Waktu berharga pun terbuang dan pemain-pemain Inggris dengan cepat memadati kotak penalti mereka. Peluang emas itu sirna sia-sia dan skor tetap 1-0 untuk Norwegia. Keputusan egois ini menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Di pengujung babak pertama, tepatnya pada menit 45+2, Inggris berhasil menyamakan kedudukan melalui gol dari Jude Bellingham. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1, yang seharusnya bisa dihindari jika Sorloth memilih opsi yang lebih bijak.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan ketat dan kedua tim saling jual beli serangan. Hingga akhirnya di menit 93, saat pertandingan nyaris berakhir, Bellingham kembali mencetak gol untuk Inggris. Skor berubah menjadi 2-1 dan Norwegia pun harus mengakui keunggulan The Three Lions. Kekalahan ini memupus harapan Norwegia untuk melangkah lebih jauh ke semifinal Piala Dunia 2026. Padahal, jika Sorloth memberikan umpan ke Haaland di babak pertama, nasib Norwegia mungkin akan sangat berbeda.
Kemarahan fans pun tak terbendung. Akun Instagram Alexander Sorloth, @asorloth, langsung dibanjiri komentar-komentar pedas dari pendukung Norwegia yang kecewa. "Pahlawan Inggris," tulis akun @neutropimp dengan nada sarkastik. "Terima kasih tidak memberikan umpan ke Haaland," sambung akun @muzziozcan.
Bahkan ada yang membandingkan Sorloth dengan Bruno Fernandes, gelandang Manchester United yang kerap dikritik karena gaya bermainnya. "Bruno Fernandes-nya Norwegia. Hanya perlu memberi umpan ke penyerang untuk mencetak gol. Sepakbola mendasar," tegas akun @kucing.athasya. Hujatan ini menunjukkan betapa besarnya kekecewaan fans terhadap keputusan egois sang penyerang.
Bagi Timnas Inggris, kemenangan ini menjadi tiket menuju semifinal Piala Dunia 2026. Di babak semifinal yang akan berlangsung pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, Inggris akan menghadapi pemenang antara Argentina dan Swiss. Laga ini diprediksi akan berlangsung sengit dan Inggris tentu berharap penampilan impresif Jude Bellingham bisa terus berlanjut.
Sementara bagi Norwegia, kekalahan ini menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya kerja sama tim. Seorang pemain sebaik apa pun tidak bisa memenangkan pertandingan sendirian, dan keputusan egois di momen krusial dapat berakibat fatal. Erling Haaland yang tampak frustrasi di atas lapangan menjadi simbol kekecewaan seluruh negara yang menyaksikan. Kini Norwegia harus pulang lebih awal dari turnamen yang mereka mulai dengan penuh harapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 12 produk obat herbal ilegal mengandung sildenafil, parasetamol, deksametason. Klaim stamina pria hingga sesak napas, ancaman pidana 12 tahun.
Semifinal Piala Dunia 2026 jadi pertemuan pertama Messi vs Inggris. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga duel penuh gengsi ini. Siapa yang menang?
Surat mutasi palsu mengatasnamakan Kepala BKPPD Gunungkidul beredar di lingkungan puskesmas. ASN diminta waspada terhadap modus penipuan.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Jerman 2026 usai crash di Sachsenring. Simak klasemen terbaru yang masih dipimpin Manuel Gonzalez.
Kia tarik 500 ribu SUV Telluride di AS karena sakelar kursi bisa picu kebakaran. Gagal diperbaiki dua kali, kini Kia pasang sekering elektronik.
Ada 15 jenis colokan dunia! Indonesia pakai Type C & F, Amerika Type A, Inggris Type G. Kenapa tidak diseragamkan? Simak sejarah dan faktanya di sini.