Bellingham Samai Rekor Maradona Tapi Merendah: Dia 10 Juta Kali Hebat

Jumali
Jumali Selasa, 14 Juli 2026 12:17 WIB
Bellingham Samai Rekor Maradona Tapi Merendah: Dia 10 Juta Kali Hebat

Instagram: Judebellingham

Harianjogja.com, JOGJA— Jude Bellingham menolak disamakan dengan Diego Maradona meski baru saja menyamai rekor legendaris ikon sepak bola Argentina itu di Piala Dunia. Gelandang Timnas Inggris tersebut bahkan menyebut Maradona 10 juta kali lebih hebat dibanding dirinya.

Bellingham menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol dalam dua laga beruntun pada fase gugur Piala Dunia sejak Maradona melakukannya di Meksiko 1986. Catatan itu lahir setelah dia memborong dua gol saat Inggris mengalahkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di perempat final.

Dua gol tersebut melanjutkan performa impresifnya setelah sebelumnya juga mencetak dua gol ketika Inggris menundukkan Meksiko 3-2 pada babak 16 besar di Stadion Azteca.

Rekor itu sebelumnya hanya mampu dicatat Maradona. Legenda Argentina tersebut mencetak dua gol saat menghadapi Inggris di perempat final Piala Dunia 1986, termasuk gol kontroversial "Tangan Tuhan" dan gol solo ikonik, sebelum kembali mencetak dua gol ke gawang Belgia pada semifinal.

Kini, pencapaian Bellingham membawa Inggris bertemu Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, pertandingan yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di turnamen ini. Saat diminta tanggapan oleh BeIN Sports mengenai keberhasilannya menyamai rekor Maradona, gelandang Real Madrid itu memilih merendah dan memberikan penghormatan kepada legenda sepak bola Argentina tersebut.

"Luar biasa bisa berada dalam kelompok itu. Tetapi dia 10 juta kali lebih hebat daripada saya," kata Bellingham.

"Saya hanya berusaha memberikan apa yang bisa saya berikan untuk tim ini. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan untuk tim ini dan saya akan terus melakukannya dengan seluruh kemampuan yang saya miliki," ujarnya.

Catatan Bellingham juga membuatnya menjadi pemain pertama yang kembali mencetak dua gol dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak Maradona membobol gawang Belgia pada semifinal edisi 1986.

Dalam laga melawan Norwegia, Inggris sempat dibuat kesulitan setelah Andreas Schjelderup membawa lawannya unggul lebih dahulu. Namun, The Three Lions mampu bangkit dan memastikan kemenangan setelah melalui babak tambahan waktu. Bellingham mengakui Inggris sempat terkejut dengan kualitas permainan Norwegia. Menurutnya, pertandingan berlangsung sangat ketat hingga peluit akhir.

"Saya pikir sebagai sebuah negara kami tidak benar-benar memahami seberapa banyak ancaman yang mereka miliki dan hari ini kami benar-benar merasakannya."

"Pertandingan berlangsung saling menyerang, tetapi untungnya kami berhasil meraih hasil yang kami inginkan. Kredit untuk semua pemain, ini adalah kerja keras yang luar biasa."

Ketika ditanya mengenai peluang Inggris menjadi juara Piala Dunia 2026, Bellingham memilih tetap fokus menghadapi setiap pertandingan tanpa terburu-buru memikirkan partai final.

"Satu pertandingan demi satu pertandingan," ujarnya.

Sikap rendah hati Bellingham di tengah pencapaian luar biasa ini mendapat banyak pujian dari penggemar dan pengamat sepak bola. Ia tidak hanya menunjukkan kualitas di atas lapangan, tetapi juga kedewasaan di luar lapangan.

Dengan rekor yang telah ia ukir, Bellingham kini menjadi salah satu pemain kunci Inggris dalam upaya meraih gelar Piala Dunia 2026. Semifinal melawan Argentina akan menjadi ujian besar bagi Inggris, dan Bellingham diharapkan mampu kembali menunjukkan performa terbaiknya. Publik Inggris menantikan aksi pemain muda ini untuk membawa The Three Lions ke final dan mengakhiri puasa gelar sejak 1966.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online