Alwi Farhan Terpental dari 10 Besar Ranking BWF

Jumali
Jumali Rabu, 22 Juli 2026 18:47 WIB
Alwi Farhan Terpental dari 10 Besar Ranking BWF

Alwi Farhan/Instagram: Badminton.ina

Harianjogja.com, JOGJA—Pembaruan ranking Badminton World Federation (BWF) yang dirilis pada Selasa (21/7/2026) membawa perubahan penting bagi bulu tangkis Indonesia. Alwi Farhan yang pekan lalu berhasil menembus kelompok 10 besar dunia kini harus turun ke peringkat ke-11, sehingga untuk sementara keluar dari jajaran elite tunggal putra dunia.

Perubahan ranking tersebut masih mengacu pada hasil turnamen hingga Japan Open 2026 yang berakhir pada Minggu (19/7/2026). Dengan demikian, hasil pertandingan para pemain di China Open 2026 yang sedang berlangsung belum masuk dalam perhitungan pekan ini dan masih berpotensi mengubah posisi pada pembaruan berikutnya. Turunnya posisi Alwi menjadi salah satu perubahan paling mencolok di antara wakil Indonesia pada daftar ranking terbaru.

Pekan lalu, pebulu tangkis muda tersebut sempat mencatat pencapaian penting dengan masuk ke 10 besar dunia. Namun, hasil yang diperoleh dalam beberapa turnamen terakhir belum cukup untuk mempertahankan posisinya di kelompok tersebut.

Pada Japan Open 2026, Alwi hanya mampu melangkah hingga babak perempat final. Setelah itu, langkahnya di China Open 2026 juga terhenti lebih awal setelah tersingkir pada babak pertama. Meski demikian, hasil dari China Open baru akan memengaruhi ranking dunia pada pembaruan pekan depan.

Di tengah turunnya posisi Alwi, kabar positif datang dari sektor tunggal putra lainnya. Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed berhasil memperbaiki posisinya dengan naik satu tingkat ke peringkat ke-26 dunia.

Kenaikan tersebut tidak terlepas dari penampilan Ubed pada Japan Open 2026. Dalam turnamen level Super 750 tersebut, ia mampu menembus babak 16 besar, yang menjadi salah satu pencapaian terbaiknya dalam kompetisi dengan persaingan ketat di level atas.

Putri KW Bertahan di Enam Besar

Dari sektor tunggal putri, Indonesia masih memiliki wakil yang mampu menjaga posisinya di kelompok papan atas dunia. Putri Kusuma Wardani tetap menempati peringkat keenam dunia dan belum mengalami perubahan dibandingkan pembaruan sebelumnya. Posisi tersebut menunjukkan konsistensi Putri KW di tengah persaingan ketat sektor tunggal putri yang masih didominasi para pemain dari negara-negara Asia.

Persaingan Ketat di Sektor Ganda

Sementara itu, sektor ganda putra Indonesia masih menempatkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sebagai pasangan dengan ranking tertinggi. Duet tersebut tetap bertahan di peringkat kedua dunia dengan koleksi 94.053 poin.

Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin masih berada di posisi ke-12 dunia dan belum berhasil kembali ke kelompok 10 besar. Di sisi lain, Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani turun satu tingkat ke peringkat kedelapan setelah langkah mereka terhenti pada babak 16 besar Japan Open 2026.

Pergerakan menarik juga terjadi pada sektor ganda putri.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menjadi pasangan Indonesia dengan kenaikan paling signifikan pada pekan ini. Mereka melompat tiga tingkat sekaligus hingga menempati peringkat ke-12 dunia. Kenaikan tersebut membuat persaingan antarwakil Indonesia di kelompok 16 besar dunia semakin ketat.

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga mengalami peningkatan satu tingkat dan kini berada di posisi ke-14 dunia. Sementara itu, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti tetap bertahan di peringkat ke-16 dunia.

China Open Bisa Ubah Peta Persaingan

Dengan masih berlangsungnya China Open 2026 pada 21-26 Juli, posisi para pebulu tangkis dunia belum sepenuhnya aman. Hasil yang diperoleh pada turnamen tersebut akan masuk dalam pembaruan ranking berikutnya dan berpotensi mengubah peta persaingan di berbagai sektor.

Bagi Indonesia, perhatian akan tertuju pada peluang Alwi Farhan untuk kembali mendekati 10 besar dunia serta upaya para wakil lainnya mempertahankan atau memperbaiki posisi mereka pada ranking BWF edisi pekan depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online