Luhut Bahas Skema Utang Whoosh dengan Pejabat China
Luhut Binsar Pandjaitan membahas mekanisme pembayaran utang Whoosh dengan pejabat China. Pemerintah sebelumnya menyiapkan tenor hingga 80 tahun.
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik mewaspadai kekuatan kolektif Timnas Indonesia jelang laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari. /Antara.
Harianjogja.com, BOGOR—Pelatih tim nasional Vietnam Kim Sang-sik menilai kekuatan Timnas Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu pemain, melainkan pada permainan kolektif yang dinilai menjadi ancaman utama menjelang laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026. Kedua tim dijadwalkan bertemu di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8).
Kim mengatakan tim pelatih Vietnam telah melakukan analisis terhadap permainan Indonesia. Hasil pengamatan tersebut membuat Vietnam memilih mewaspadai seluruh pemain Garuda, bukan hanya sosok yang menonjol secara individu.
"Kami sudah menganalisis Indonesia. Mereka memiliki skuad yang sangat kuat. Kami tidak hanya fokus kepada satu pemain, tetapi kepada seluruh tim," kata Kim dalam konferensi pers pralaga di Stadion Pakansari, Minggu.
Vietnam Soroti Permainan Kolektif Indonesia
Menurut Kim, Indonesia memiliki sejumlah pemain yang mampu menghadirkan ancaman, termasuk penyerang Mitchell Baker yang tampil tajam pada pertandingan sebelumnya. Meski demikian, ia menilai kekuatan utama skuad Garuda tetap berada pada organisasi permainan dan kerja sama antarpemain.
"Semua pemain harus kami waspadai. Mereka bermain sebagai sebuah tim dan itulah yang menjadi perhatian kami," ujar Kim.
Penilaian tersebut menjadi dasar Vietnam dalam menyiapkan strategi menghadapi Indonesia pada laga yang diprediksi berlangsung ketat.
Vietnam Bidik Kemenangan di Laga Tandang
Kim menegaskan pertandingan melawan Indonesia memiliki arti penting bagi Vietnam untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya di Piala AFF 2026. Karena itu, tim berjuluk Golden Star Warriors datang ke Pakansari dengan target membawa pulang kemenangan meski tampil di kandang lawan.
"Pertandingan besok sangat penting. Kami tahu ini laga tandang yang sulit, tetapi kami memiliki motivasi yang kuat dan ingin menang," kata dia.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut juga menyebut Vietnam telah mempelajari penampilan Indonesia dari sejumlah pertandingan sebelumnya sehingga memiliki gambaran mengenai pola permainan yang akan dihadapi.
Patrik Le Giang Akui Atmosfer Pakansari Jadi Tantangan
Kiper Vietnam Patrik Le Giang turut mengakui kualitas Timnas Indonesia, terutama ketika bermain di hadapan pendukung sendiri. Meski demikian, ia memastikan Vietnam lebih memilih fokus pada persiapan tim sendiri menjelang pertandingan.
"Kami tahu seberapa kuat Indonesia, terutama ketika bermain di stadion mereka. Namun kami fokus pada kekuatan kami sendiri dan sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan besok," kata Patrik.
Pertandingan Indonesia melawan Vietnam menjadi salah satu laga penting di Grup A Piala AFF 2026 karena hasilnya akan berpengaruh terhadap persaingan kedua tim dalam memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Luhut Binsar Pandjaitan membahas mekanisme pembayaran utang Whoosh dengan pejabat China. Pemerintah sebelumnya menyiapkan tenor hingga 80 tahun.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.