Brasil Larang Meta Gunakan Konten Media untuk Latih AI
Pengadilan Brasil memerintahkan Meta menghentikan penggunaan konten media untuk melatih AI. Perusahaan terancam denda Rp3 miliar per hari.
Veda Ega Pratama /Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama gagal melanjutkan persaingan ke kualifikasi kedua (Q2) Moto3 Austria 2026 setelah hanya mencatatkan satu waktu lap pada Q1 di Sirkuit Red Bull Ring, Sabtu (19/9/2026).
Pebalap Honda Team Asia itu sempat menempati posisi keempat, tetapi akhirnya tersingkir setelah Eddie O'Shea mencatat waktu lebih cepat. Veda tak memiliki kesempatan untuk kembali memperbaiki catatannya.
Masalah teknis disebut menjadi penyebab terbatasnya kesempatan Veda di sesi tersebut. Seorang reporter di paddock menyebut adanya gangguan pada motor, termasuk pesan kesalahan yang muncul di dasbor.
“Mereka punya masalah di bike. Ada error message yang muncul di dashboard. Bukan hasil ideal bagi tim mereka,” ujarnya.
Moto3 Austria 2026 merupakan seri ke-15 dalam kalender kejuaraan musim ini. Balapan digelar di Red Bull Ring, sirkuit yang sebelumnya juga pernah memberikan pengalaman positif bagi Veda saat berkompetisi di Red Bull Rookies Cup.
Veda menjadi salah satu pebalap pertama yang keluar ke lintasan saat sesi time attack Q1 dimulai. Namun, ia kembali ke pitlane setelah hanya menjalani lap pembukaan.
“Sedikit aneh bagi dia, Pratama hanya menjalani outlap dan kemudian langsung kembali ke pit,” ujar komentator balapan.
Veda baru kembali ke lintasan ketika waktu Q1 tersisa sekitar lima menit. Saat itu, ia menjadi satu-satunya pebalap yang belum membukukan catatan waktu meski sesi telah berlangsung lebih dari separuh durasi.
Ketika akhirnya mencatatkan waktu, Veda langsung menempati posisi keempat dengan torehan 1 menit 41,359 detik. Posisi tersebut sementara membawanya ke zona lolos Q2, karena empat pebalap tercepat Q1 berhak melanjutkan ke sesi berikutnya.
Namun, Eddie O'Shea kemudian mencatat waktu 1 menit 41,140 detik dan menggeser Veda dari posisi keempat. Kesempatan Veda untuk melakukan flying lap tambahan sudah habis sehingga ia gagal menembus Q2.
Sebelum kualifikasi, Veda juga belum mendapatkan hasil optimal pada sesi latihan. Dalam FP2, ia menempati posisi ke-16 dengan catatan waktu 1 menit 51,151 detik, terpaut 3,411 detik dari Brian Uriarte yang menjadi pebalap tercepat.
Sementara itu, catatan waktu terbaik Veda dari tiga sesi sebelumnya adalah 1 menit 40,773 detik yang dibuat pada sesi Practice.
Hasil tersebut membuat perjuangan Veda di Austria semakin menantang. Ia harus menerima hasil Q1 setelah kendala teknis membatasi kesempatan untuk mencatatkan waktu dan memperbaiki posisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengadilan Brasil memerintahkan Meta menghentikan penggunaan konten media untuk melatih AI. Perusahaan terancam denda Rp3 miliar per hari.
DPRD Sleman mendorong keluarga, sekolah, dan komunitas melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya sekaligus sarana pendidikan karakter anak.
KPK kembali memeriksa NS, adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, untuk mendalami dugaan pembagian proyek dari dana siap pakai bencana.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 6 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Bareskrim Polri menahan tiga tersangka kasus penyadapan ilegal, termasuk Listyo Sigit. Slamet Uliandi ditetapkan sebagai tersangka keempat.