Topan Dolphin Hantam China, Sejuta Warga Dievakuasi
Topan Dolphin menerjang pantai timur China dengan angin 151 km/jam. Lebih dari satu juta warga dievakuasi, ribuan penerbangan dibatalkan, dan ancaman banjir ser
Veda Ega Pratama /Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Klasemen Moto3 2026 mengalami perubahan seusai balapan Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026) malam WIB. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus turun satu peringkat ke posisi keenam setelah finis di urutan kesembilan pada seri tersebut.
Hasil di Silverstone membuat persaingan papan tengah klasemen semakin ketat. Veda kini tidak hanya berupaya mengejar lima besar, tetapi juga harus menjaga posisinya dari ancaman para rival terdekat yang terus mendekat.
Veda Ega Raih Poin Penting di Silverstone
Veda Ega memulai balapan dari posisi ke-15. Pembalap muda Indonesia itu menunjukkan start yang cukup baik dengan langsung merangsek ke posisi ke-11 pada lap-lap awal.
Meski mampu memperbaiki posisi, pergerakan Veda kemudian cenderung stagnan di kelompok tengah. Persaingan ketat di rombongan kedua membuatnya kesulitan menembus barisan depan.
Menjelang akhir balapan, Veda sempat menunjukkan peningkatan performa dengan naik ke posisi ketujuh pada awal lap terakhir. Namun persaingan sengit di tikungan-tikungan akhir membuatnya harus puas menyentuh garis finis di posisi kesembilan.
Tambahan poin dari Silverstone tetap menjaga peluang Veda untuk bersaing di papan atas klasemen musim ini, meski posisinya harus turun satu tingkat.
Quiles Masih Terlalu Tangguh
Sementara itu, puncak klasemen Moto3 2026 masih menjadi milik Maximo Quiles. Pembalap asal Spanyol tersebut tampil konsisten sepanjang musim dan kini mengoleksi 231 poin.
Keunggulan Quiles terbilang sangat nyaman karena unggul 85 poin atas pesaing terdekatnya, Alvaro Carpe, yang menempati posisi kedua dengan 146 poin.
David Almansa berada di urutan ketiga dengan 134 poin, diikuti Brian Uriarte yang mengumpulkan 127 poin. Posisi kelima ditempati Marco Morelli dengan 115 poin.
Dominasi Quiles membuat persaingan perebutan gelar juara dunia Moto3 musim ini semakin mengerucut, meski masih menyisakan sejumlah seri balapan.
Veda Dipepet Perrone
Posisi Veda Ega di peringkat keenam belum sepenuhnya aman. Pembalap Argentina, Valentin Perrone, berhasil memangkas jarak setelah finis di posisi ketiga pada Moto3 Inggris.
Perrone kini mengoleksi 95 poin atau hanya terpaut dua angka dari Veda yang memiliki 97 poin. Selisih tipis tersebut membuat duel keduanya berpotensi menjadi salah satu persaingan menarik dalam beberapa seri mendatang.
Di belakang Perrone, pembalap Malaysia Hakim Danish turun ke posisi kedelapan dengan raihan 86 poin. Hakim sebelumnya berada di atas Perrone sebelum klasemen berubah setelah balapan Silverstone.
Jika mampu tampil konsisten pada seri berikutnya, Veda masih berpeluang menembus lima besar klasemen karena hanya berjarak 18 poin dari Marco Morelli yang berada di posisi kelima.
Klasemen Moto3 2026 Usai Moto3 Inggris
Dengan masih banyak seri tersisa pada Moto3 2026, peluang Veda Ega untuk memperbaiki posisinya di klasemen tetap terbuka. Namun, pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut harus segera kembali ke jalur persaingan podium agar tidak semakin tertekan oleh Perrone maupun rival-rival lain di bawahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Topan Dolphin menerjang pantai timur China dengan angin 151 km/jam. Lebih dari satu juta warga dievakuasi, ribuan penerbangan dibatalkan, dan ancaman banjir ser
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan penanganan ODOL dilakukan dari hulu hingga hilir dengan ETLE Hub untuk mencapai zero ODOL pada 2027.
The 1O1 Yogyakarta Tugu kembali menggelar 12th Anniversary THE 1O1 Yogyakarta Tugu: Sketch Tour Kotagede dengan mengangkat kawasan Kotagede sebagai objek
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Matheus Fornazari langsung mencetak gol perdana untuk PSS Sleman. Pengalaman di Liga Thailand membuat adaptasinya berlangsung cepat.
Pengalihan aset dan bisnis senilai total Rp85,7 triliun memperkuat InfraNexia dalam mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom