Veda Ega Pratama Jatuh di Q2, Start Ke-18 di Motegi
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA— MotoGP tengah mempertimbangkan perubahan besar dalam sistem perpindahan pembalap dengan menerapkan jendela transfer atau transfer window seperti yang selama ini digunakan dalam sepak bola profesional.
Wacana tersebut mencuat setelah aktivitas bursa pembalap dinilai semakin dini dan berpotensi mengalihkan perhatian dari persaingan di lintasan. Bahkan, sejumlah kesepakatan untuk musim MotoGP 2027 disebut telah dibicarakan dan disepakati jauh sebelum musim 2026 dimulai.
Laporan Crash.net menyebut isu tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan IRTA Management Council yang digelar di paddock Silverstone pada Jumat (7/8/2026). Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu dihadiri perwakilan tim, asosiasi tim IRTA, serta Direktur Olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta.
Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan membahas kemungkinan menetapkan periode khusus yang mengatur kapan tim dapat melakukan negosiasi dan menyelesaikan kontrak pembalap untuk musim berikutnya.
Bursa MotoGP 2027 Sudah Bergerak Sejak Awal 2026
Wacana ini muncul karena pergerakan pasar pembalap MotoGP dinilai semakin cepat.
Laporan Motorsport menyebut pada Januari 2026, sebelum musim dimulai, sudah beredar informasi bahwa Fabio Quartararo mencapai kesepakatan dengan Honda untuk musim 2027.
Di saat yang hampir bersamaan, Jorge Martin dikabarkan akan menggantikan Quartararo di Yamaha, sementara Pedro Acosta disebut akan bergabung dengan Ducati sebagai tandem Marc Marquez.
Akibatnya, sekitar 80% kursi MotoGP musim 2027 disebut telah terisi atau memiliki komitmen awal sebelum jeda musim panas 2026.
Kondisi tersebut dinilai tidak ideal karena perhatian publik lebih banyak tersedot pada rumor dan negosiasi kontrak dibandingkan persaingan di lintasan.
Yamaha Mendukung, Ducati Masih Skeptis
Usulan penerapan jendela transfer memunculkan perbedaan pandangan di antara pabrikan.
Yamaha disebut menjadi salah satu pendukung utama gagasan tersebut. Managing Director Yamaha, Paolo Pavesio, sebelumnya juga pernah menyuarakan perlunya aturan yang lebih jelas untuk mengatur pasar pembalap.
Di sisi lain, Ducati dilaporkan masih mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut dan menilai implementasinya tidak akan mudah dilakukan.
Perbedaan sikap itu mencerminkan kompleksitas pasar pembalap MotoGP yang tidak hanya berkaitan dengan kontrak olahraga, tetapi juga strategi teknis dan pengembangan motor jangka panjang.
Berbeda dengan Sepak Bola
Penerapan sistem transfer ala sepak bola di MotoGP menghadapi tantangan yang jauh lebih rumit.
Pembalap tidak hanya berperan sebagai atlet yang berlomba setiap akhir pekan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan motor dan proyek teknis pabrikan.
Karena itu, proses negosiasi sering berlangsung jauh sebelum kontrak baru diumumkan secara resmi.
Kasus Fabio Quartararo menjadi salah satu contoh. Keputusannya bergabung dengan Honda disebut dipengaruhi oleh komunikasi panjang dengan Honda Racing Corporation (HRC), termasuk evaluasi terhadap arah pengembangan motor untuk beberapa musim ke depan.
Faktor teknis seperti itu membuat keputusan karier seorang pembalap tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan mekanisme transfer pemain sepak bola.
Selain itu, MotoGP juga harus mempertimbangkan perpindahan pembalap dari Moto2 ke MotoGP yang memerlukan fleksibilitas dalam proses perekrutan.
Cal Crutchlow Ragukan Efektivitas Aturan Baru
Mantan pembalap MotoGP, Cal Crutchlow, termasuk pihak yang meragukan efektivitas jendela transfer.
Menurutnya, pasar pembalap MotoGP selama ini sudah terlalu terbuka sehingga masa depan pembalap sering diketahui jauh sebelum pengumuman resmi dilakukan.
"Di pasar pembalap, itu cukup membosankan, karena semua orang tahu ke mana mereka akan pergi tiga bulan—atau bahkan enam bulan—sebelumnya," kata Crutchlow.
Ia menilai penerapan jendela transfer tidak akan mengubah substansi proses negosiasi.
"Para pembalap akan pergi ke mana pun mereka mau, dan tim akan mengambil pembalap mana pun yang mereka inginkan," ujarnya.
Bisa Ubah Wajah Bursa MotoGP
Apabila akhirnya disetujui, aturan jendela transfer akan mengubah cara tim MotoGP menyusun line-up untuk musim berikutnya.
Negosiasi dan pengumuman kontrak kemungkinan hanya dapat dilakukan dalam periode tertentu yang telah ditetapkan regulator. Dengan demikian, spekulasi mengenai perpindahan pembalap diharapkan tidak lagi mendominasi pemberitaan sepanjang musim.
MotoGP berharap fokus publik dapat kembali tertuju pada persaingan di lintasan. Namun, dengan banyaknya kepentingan teknis dan bisnis yang terlibat, pembahasan mengenai jendela transfer diperkirakan masih akan berlangsung panjang sebelum benar-benar diterapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 mulai bisa ditukar di tiga lokasi. Simak jadwal, kategori tiket, jam layanan, dan syarat penukarannya.