PSIM Jogja Dapat Evaluasi Penting dari Duel Kontra Bhayangkara
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Pesepak bola Inter Miami Lionel Messi (kiri) menggiring bola dibayangi pesepak bola Cincinnati FC Brandon Vazquez pada semifinal US Open Cup di Stadion TQL, Cincinnati, AS (23/8/2023). - Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Lionel Messi disebut masih berjuang menghadapi duka mendalam setelah kepergian sang ayah, Jorge Messi. Meski sudah kembali membela Inter Miami, kondisi emosional kapten Timnas Argentina itu dinilai belum sepenuhnya pulih sehingga klub memilih memberikan pendampingan tanpa tekanan.
Inter Miami Pilih Dampingi Messi Hadapi Masa Sulit
Pelatih Inter Miami, Guillermo Hoyos, mengungkapkan bahwa Lionel Messi masih membutuhkan waktu untuk melewati masa berduka setelah ayahnya meninggal dunia pada 8 Agustus 2026.
Menurut Hoyos, proses pemulihan emosional tidak bisa berlangsung secara instan. Karena itu, Inter Miami tidak akan memaksa Messi untuk segera kembali fokus sepenuhnya pada aktivitas sepak bola.
"Saya pikir semuanya perlu dilakukan secara bertahap, ada rasa sakit yang mendalam, dan ini bukan sesuatu yang bisa berubah dalam semalam," ujar Hoyos seperti dikutip dari ESPN.
Pelatih asal Argentina itu menilai pendekatan terbaik saat ini adalah memberikan ketenangan dan ruang pribadi bagi peraih delapan Ballon d'Or tersebut.
Hoyos Minta Semua Pihak Menghormati Privasi Messi
Hoyos mengatakan dukungan tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk nasihat atau pertanyaan. Dalam situasi seperti ini, kehadiran dan penghormatan terhadap privasi seseorang justru menjadi hal yang penting.
"Kita perlu mendampinginya, berbagi dalam keheningan. Bagi saya itu penting, itu bisa membantu seseorang kembali menemukan jalan. Dia benar-benar orang yang luar biasa, dan dia memiliki keluarga yang luar biasa," katanya.
Menurut Hoyos, setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menghadapi kehilangan. Karena itu, Messi perlu diberikan kesempatan untuk menjalani proses tersebut tanpa tekanan dari luar.
Ia menegaskan bahwa klub memahami kondisi yang sedang dihadapi sang pemain dan akan terus memberikan dukungan penuh.
"Ada hal-hal yang sangat pribadi. Sama seperti kita, masing-masing punya masalah pribadi. Kalau saya datang dan menanyakan sederet pertanyaan, Anda mungkin bakal bilang, 'Ini privasi'," ujar Hoyos.
Sudah Kembali Bermain Bersama Inter Miami
Meski masih berduka, Messi diketahui sudah kembali tampil bersama Inter Miami setelah kepergian ayahnya. Fakta tersebut dinilai Hoyos sebagai bukti komitmen besar sang pemain terhadap tim.
Namun demikian, Inter Miami tetap tidak ingin terburu-buru meningkatkan beban latihan maupun pertandingan bagi Messi. Klub memilih memprioritaskan kondisi mental dan emosional pemain berusia 39 tahun tersebut.
Hoyos menilai banyak orang terlalu cepat memberikan penilaian terhadap kondisi seseorang yang sedang menghadapi kehilangan. Baginya, menghormati batasan pribadi jauh lebih penting.
"Itulah mengapa saya bilang soal keheningan, banyak orang tidak menghargai itu. Mereka suka berbicara dan menawarkan pendapat. Bagi saya pribadi, ini tentang menghargai batasan-batasan. Dia saat ini adalah orang yang sedang menghadapi tantangan, dan itu wajar, dan kami sangat menghormatinya," kata Hoyos.
Fokus pada Pemulihan Emosional
Situasi yang dialami Messi menunjukkan bahwa tekanan sebagai pesepak bola elite tidak menghapus kenyataan bahwa mereka juga menghadapi persoalan pribadi seperti orang lain. Inter Miami kini memilih mendampingi sang megabintang secara bertahap sambil memastikan proses pemulihan emosionalnya berjalan dengan baik.
Bagi para penggemar, kehadiran Messi di lapangan memang penting. Namun, bagi Inter Miami, kondisi mental dan kesejahteraan pemain tetap menjadi prioritas utama setelah kehilangan salah satu sosok terdekat dalam hidupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Perempuan usia 40-an lebih rentan mengalami depresi akibat perubahan hormon, keluarga, pekerjaan, hingga hubungan pernikahan. Ini 8 pemicunya.
Badan Geologi mengidentifikasi potensi likuefaksi, gerakan tanah, dan tsunami pascagempa magnitudo 7,7 di NTT.
Gempa Flores M 7,7 memicu longsor di sejumlah ruas jalan nasional di NTT. Menteri PU Dody Hanggodo langsung terbang ke lokasi untuk memastikan penanganan.
Daftar 7 aplikasi nonton film populer, mulai Netflix, Disney+, Prime Video, Vidio, Viu, MAX, hingga WeTV.
iPhone 18 dirumorkan membawa RAM 12GB dan Dynamic Island lebih kecil, dua fitur yang selama ini identik dengan model Pro.