SAR Perluas Pencarian Kakek Hilang di Hutan Pathuk Sleman
SAR Gabungan memperluas pencarian Gito Sehono Giman, 68, yang hilang di Hutan Pathuk Sleman. Pencarian hari keempat fokus ke jalur kepulangan.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra ditemui pada Sabtu (8/8/2026) malam./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkap perkembangan skuad Super Elja menjelang bergulirnya kompetisi Super League. Secara keseluruhan, kesiapan tim disebut telah mencapai 70-75%, dengan aspek fisik menjadi bagian yang paling tinggi, yakni sekitar 80%.
Huistra menyampaikan penilaian tersebut setelah memimpin latihan PSS Sleman di Lapangan Pakembinangun, Rabu (19/8/2026). Menurutnya, perkembangan tim perlu dilihat dari sejumlah aspek, terutama kondisi fisik dan kesiapan taktis pemain.
"Sekarang, [progres] kami mungkin 70% atau mungkin 75%," kata Huistra pada Rabu (19/8/2026) usai memimpin latihan di Lapangan Pakembinangun.
Pelatih asal Belanda tersebut kemudian merinci progres PSS Sleman berdasarkan aspek fisik dan taktik. Keduanya menunjukkan tingkat kesiapan yang berbeda menjelang kompetisi resmi.
"Anda bisa membaginya. Secara fisik mungkin 80%, secara taktik saya pikir kami sudah siap 70-75%," imbuhnya.
Aspek Teknis PSS Sleman Masih Bisa Ditingkatkan
Meski kondisi fisik pemain telah berada di angka 80%, Huistra melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan kemampuan teknis skuad PSS Sleman.
Penilaian tersebut menjadi salah satu catatan Huistra dalam persiapan tim sebelum memasuki kompetisi Super League. Ia menilai kemampuan teknis para pemain belum berada pada tingkat maksimal.
"Secara teknis kami masih bisa berkembang sedikit lagi," tegasnya.
Dengan demikian, progres PSS Sleman secara keseluruhan belum sepenuhnya menggambarkan kesiapan seluruh aspek permainan. Selain fisik, taktik dan kemampuan teknis masih menjadi bagian dari persiapan yang terus digenjot.
Huistra Masih Menunggu Pembuktian Mental Pemain
Berbeda dengan aspek fisik dan taktik yang dapat dinilai melalui proses latihan, Huistra melihat mentalitas pemain memiliki karakter tersendiri. Menurut dia, suasana pertandingan kompetisi resmi tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan atmosfer saat latihan.
Mental pemain, kata Huistra, baru dapat terlihat ketika PSS Sleman menghadapi pertandingan resmi. Karena itu, ia masih ingin melihat bagaimana para pemain merespons tekanan ketika kompetisi Super League benar-benar dimulai.
"Mental itu selalu berbeda, anda tidak pernah tahu. Mental di liga berbeda dengan mental di pertandingan latihan. Jadi, dari segi mentalitas, saya pikir kami memiliki pemain-pemain hebat, tapi kami masih harus melihatnya di pertandingan pertama," tuturnya.
PSS Sleman masih memiliki waktu untuk mematangkan berbagai aspek tersebut sebelum menjalani pertandingan pertama di kompetisi. Evaluasi terhadap fisik, taktik, teknis, dan mental pemain menjadi bagian dari persiapan tim di bawah arahan Pieter Huistra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SAR Gabungan memperluas pencarian Gito Sehono Giman, 68, yang hilang di Hutan Pathuk Sleman. Pencarian hari keempat fokus ke jalur kepulangan.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.
Simak tips sehat bagi lansia agar tetap bugar, mandiri, dan terhindar dari risiko cedera melalui aktivitas fisik, nutrisi, dan pemeriksaan rutin.