78 Atlet dari 6 Negara Ramaikan Panglima TNI Cup di Wonogiri

Newswire
Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 09:27 WIB
78 Atlet dari 6 Negara Ramaikan Panglima TNI Cup di Wonogiri

Sebanyak 78 atlet dari enam negara mengikuti Panglima TNI Cup 2026 dan Kejurnas Paralayang di Bukit Joglo, Wonogiri. /Antara.

Harianjogja.com, WONOGIRI—Kompetisi paralayang internasional International Paragliding Cross Country Championship (IPXC) 2nd Series Panglima TNI Cup dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Paralayang 2026 digelar di Bukit Joglo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Ajang tersebut diikuti 78 atlet dari enam negara, yakni Indonesia, Nepal, Korea Selatan, Malaysia, China, dan Prancis. Hingga pelaksanaan Task 2, seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman dan sesuai standar kompetisi nasional maupun internasional.

Meet Director IPXC Panglima TNI Cup dan Kejurnas Paralayang 2026, Alfari Widyasmara, mengatakan aspek keselamatan menjadi perhatian utama selama kompetisi berlangsung.

“Keselamatan atlet adalah fondasi dari setiap keputusan yang kami ambil. Standar inilah yang membuat sebuah kejuaraan bertahan lama dan dipercaya dunia. Sampai Task 2, seluruh peserta dapat menjalankan tugas penerbangan dengan baik, dan kami terus memantau kondisi cuaca serta memastikan seluruh prosedur keselamatan terpenuhi,” kata Alfari dalam pernyataannya, Sabtu (22/8/2026).

Diikuti Atlet dari 6 Negara

Kehadiran atlet dari berbagai negara membuat Wonogiri semakin diperhitungkan sebagai salah satu lokasi potensial untuk menggelar kompetisi paralayang bertaraf internasional.

Memasuki hari ketiga pertandingan, para peserta menyelesaikan lintasan cross country yang telah ditentukan panitia. Dalam nomor tersebut, kemampuan atlet tidak hanya diuji dari teknik penerbangan, tetapi juga kecermatan membaca kondisi cuaca, arah angin, dan karakter medan.

Ketua Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Tengah, Thomas Widyananto, mengatakan tingginya partisipasi atlet nasional dan internasional menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga paralayang di Jawa Tengah.

Menurut dia, keikutsertaan atlet dari enam negara menunjukkan Wonogiri mulai mendapatkan tempat dalam peta olahraga paralayang internasional.

“Cita-cita kami lebih jauh dari sekadar menyelenggarakan lomba: kami ingin membangun ekosistem, dari pembinaan atlet, ekonomi masyarakat sekitar, hingga pariwisata daerah yang tumbuh bersama olahraga ini,” ujar Thomas.

Thomas juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, FASI, KONI, sponsor, panitia, masyarakat, dan relawan yang membantu kelancaran kompetisi.

Jadi Ajang Pembinaan Atlet

Wakil Ketua III Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Tengah, Dian Listiarini, menilai IPXC Panglima TNI Cup dan Kejurnas Paralayang 2026 menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam peningkatan prestasi atlet Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

“Pengalaman bertanding melawan peserta dari berbagai negara adalah sekolah terbaik bagi seorang atlet,” kata Dian.

Dia berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi. Kompetisi internasional itu juga diharapkan meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap olahraga dirgantara.

IPXC Panglima TNI Cup dan Kejurnas Paralayang 2026 masih berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Panitia berharap seluruh rangkaian pertandingan hingga penutupan berjalan aman dan tertib.

Selain menjadi arena perebutan gelar juara, kompetisi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap promosi pariwisata dan perekonomian masyarakat Wonogiri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi daerah tersebut sebagai destinasi olahraga dirgantara di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online