Jogja Scooter Parade 2026, Panitia Ingatkan Peserta untuk Tertib
Panitia Jogja Scooter Parade 2026 meminta para peserta untuk tertib berkendara ketika menuju maupun kembali dari JSP yang akan digelar di Jogja Expo Center.
Head Coach FFC Faidillah Kurniawan bersama Sara Aulia Rifaya (kanan) dan Rakka Nathan Azuranota (kiri) di ajang Indonesia School Fencing Championships 2026. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Fleur de Lotus Fencing Club (FFC) DIY membawa pulang dua medali di ajang Indonesia School Fencing Championships (ISFC) 2026 di Tangerang, Banten, 15-16 Agustus 2026.
Owner FFC Arnita Susanti menuturkan FFC yang menurunkan dua atlet binaan membawa pulang satu medali perunggu dan satu medali perak dari nomor Epee Putri SMP dan Epee Putra SMA.
Medali perunggu didapat dari Sara Aulia Rifaya yang merupakan murid Sekolah Menengah Pertama Budi Mulia Dua di nomor Epee Putri SMP sedangkan medali perak disumbangkan Rakka Nathan Azuranota, murid Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kasihan Bantul, di nomor Epee Putra SMA.
“Keberhasilan Sara dan Nathan menjadi bukti pembinaan berkelanjutan mampu menghasilkan atlet muda yang memiliki kemampuan teknik sekaligus karakter kompetitif. FFC bangga atas perjuangan kedua atlet yang telah membawa nama baik klub dan daerah,” ujar Arnita dalam keterangan pers kepada Harian Jogja, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, hasil yang didapat di ajang Indonesia School Fencing Championships 2026 semakin memperkuat komitmen FFC DIY untuk terus memberikan ruang kompetisi bagi atlet-atlet muda.
FFC akan terus membiasakan atlet-atlet binaan untuk turun dalam kompetisi karena mental juara tidak terbentuk dalam satu hari tetapi melalui proses panjang, latihan yang konsisten serta pengalaman bertanding.
Head Coach FFC Faidillah Kurniawan mengapresiasi perjuangan kedua atletnya karena hasil yang diraih Sara dan Nathan merupakan gambaran dari proses latihan serta pembinaan yang selama ini dijalankan FFC DIY.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan Sara dan Nathan yang datang dengan persiapan yang cukup singkat tetapi mampu menunjukkan karakter seorang atlet yang mau berjuang dan tidak mudah menyerah,” paparnya.
Faifillah menilai keberanian Sara untuk turun di kategori SMA yang berbekal raihan medali di kategori SMP menjadi pengalaman penting dalam perkembangan mental atlet muda anggar DIY itu.
Sementara untuk Nathan, Faidillah menilai medali perak yang diraih merupakan hasil dari konsistensi dan kerja keras dalam latihan. Sekarang tim pelatih tinggal memperbaiki detail-detail kecil agar ke depan bisa meraih hasil terbaik.
“Untuk para atlet FFC, jangan pernah berhenti belajar. Medali adalah hasil tetapi proses latihan, disiplin, evaluasi dan keberanian menghadapi pertandingan adalah hal yang paling penting. Menang maupun kalah harus menjadi bahan untuk berkembang menjadi atlet yang lebih baik,” kata Faidillah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Jogja Scooter Parade 2026 meminta para peserta untuk tertib berkendara ketika menuju maupun kembali dari JSP yang akan digelar di Jogja Expo Center.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.
Simak tips sehat bagi lansia agar tetap bugar, mandiri, dan terhindar dari risiko cedera melalui aktivitas fisik, nutrisi, dan pemeriksaan rutin.
Hari Kanker Paru Sedunia, AstraZeneca mendorong penguatan navigasi pasien untuk mempercepat diagnosis, rujukan, dan pengobatan kanker paru.