PSS Sleman Resmi Lepas Muhammad Kanu ke Persiku Kudus
PSS Sleman resmi melepas Muhammad Kanu Helmiawan ke Persiku Kudus dengan status transfer permanen jelang Super League 2026/2027.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra memimpin latihan PSS./Istimewa-PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman terus mematangkan persiapan menjelang pertandingan pembuka kompetisi. Sembilan hari sebelum liga dimulai, Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra menyebut kesiapan timnya telah mencapai 90%-95%, meningkat cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Huistra mengatakan masih ada waktu bagi PSS Sleman untuk menyempurnakan sejumlah aspek permainan. Meski sebagian besar persiapan telah berjalan sesuai rencana, ia menilai skuad Super Elang Jawa belum berada pada kondisi yang benar-benar selesai.
“Saya pikir [progres] kita sudah 90-95% sekarang,” kata Huistra saat ditemui pada Rabu (26/8/2026).
Menurut pelatih asal Belanda itu, peningkatan masih dapat dilakukan dari berbagai sisi. Kondisi fisik, organisasi pertahanan, efektivitas serangan, hingga kemampuan memanfaatkan situasi bola mati menjadi bagian yang terus diperbaiki.
“Selalu ada ruang untuk peningkatan, bisa lebih bugar, lebih baik dalam bertahan dan menyerang, menciptakan peluang yang lebih baik, memastikan eksekusi tendangan sudut dan tendangan bebas berjalan baik, serta bertahan dari bola mati,” imbuhnya.
PSS Sleman Masih Punya Waktu 9 Hari
Huistra menilai proses persiapan dalam sepak bola memang tidak pernah benar-benar berhenti. Setiap pemain maupun tim masih memiliki kesempatan untuk berkembang meski kompetisi sudah semakin dekat.
Baginya, kesempatan untuk terus melakukan perbaikan justru menjadi salah satu hal menarik dalam sepak bola. Evaluasi dilakukan dari latihan ke latihan agar performa tim semakin siap ketika menghadapi pertandingan resmi.
“Itulah hal bagus tentang sepak bola, kamu tidak pernah selesai, kamu selalu bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.
PSS Sleman pun akan menggunakan sembilan hari tersisa untuk kembali meningkatkan berbagai aspek yang masih dianggap kurang. Huistra ingin timnya berada dalam kondisi sebaik mungkin ketika kompetisi resmi dimulai.
“Setiap minggu semakin baik. Jadi kita masih punya waktu 9 hari lagi. Kita akan terus bekerja dan minggu depan kalian harus sudah siap,” tegasnya.
Sepekan Lalu Progres PSS Masih 70%-75%
Peningkatan kesiapan PSS Sleman terlihat cukup signifikan jika dibandingkan dengan evaluasi Huistra pada pekan sebelumnya. Pada Rabu (19/8/2026), ia menyebut progres tim masih berada di kisaran 70%-75%.
Huistra saat itu membagi penilaian persiapan tim ke dalam sejumlah aspek, termasuk fisik dan taktik. Ia menilai kemampuan teknis para pemain juga masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
“Secara teknis kami masih bisa berkembang sedikit lagi,” kata Huistra pada Rabu (19/8/2026).
Dalam sepekan terakhir, PSS Sleman kemudian terus menggenjot latihan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi. Peningkatan hingga kisaran 90%-95% menunjukkan adanya perkembangan dalam proses tersebut.
Meski demikian, Huistra tidak ingin hanya berpatokan pada angka persiapan. Ia masih menaruh perhatian terhadap bagaimana pemain menerjemahkan kemampuan mereka ketika menghadapi pertandingan resmi.
Mental Pemain Baru Teruji di Liga
Selain fisik, taktik, dan teknis, mentalitas menjadi aspek yang belum dapat dinilai secara penuh oleh Huistra. Menurut dia, atmosfer pertandingan latihan memiliki perbedaan dengan tekanan ketika pemain tampil dalam kompetisi resmi.
Perbedaan situasi tersebut membuat kemampuan mental pemain baru benar-benar dapat diketahui ketika mereka menjalani pertandingan pertama liga. Karena itu, Huistra masih ingin melihat bagaimana anak asuhnya merespons tekanan pertandingan sebenarnya.
“Mental itu selalu berbeda, anda tidak pernah tahu. Mental di liga berbeda dengan mental di pertandingan latihan. Jadi, dari segi mentalitas, saya pikir kami memiliki pemain-pemain hebat, tapi kami masih harus melihatnya di pertandingan pertama,” ujarnya.
Dengan waktu persiapan yang tersisa, PSS Sleman masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki detail permainan. Fokus Huistra bukan hanya memastikan pemain berada dalam kondisi fisik yang baik, tetapi juga membuat organisasi permainan, eksekusi bola mati, serta mental bertanding semakin siap.
Sembilan hari terakhir sebelum liga pun menjadi periode penting bagi PSS Sleman untuk memastikan progres yang kini sudah mencapai 90%-95% dapat diterjemahkan menjadi performa ketika pertandingan resmi dimulai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman resmi melepas Muhammad Kanu Helmiawan ke Persiku Kudus dengan status transfer permanen jelang Super League 2026/2027.
Kabar duka: Ibunda Deddy Corbuzier, Heniwaty, meninggal dunia pada 26 Agustus 2026. Deddy ungkapkan ikhlas, "Hanya cinta yang lebih sedikit". Banjir doa dari ar
Hyundai Ioniq V mulai Rp311 juta di Tiongkok dengan jarak tempuh hingga 650 km dan teknologi AI serta ADAS L2+.
Mantan polisi yang tinggal di Seoul ditangkap atas dugaan membunuh istrinya di Jeju saat proses perceraian berlangsung.
Rupiah menguat ke Rp17.670 per dolar AS, mengikuti ringgit dan pasar Asia setelah harga minyak turun akibat perkembangan Selat Hormuz.
Pelajar SMA/SMK di DIY didorong menjadi kader pencegah kejahatan jalanan yang dinilai dapat memicu dampak sosial dan ekonomi.