Tiga Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
Christophe Nduwarugira (depan kiri) saat ikut berlatih bersama skuat PSS Sleman. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Bek asal Burundi, Christophe Nduwarugira, mengungkap alasan dirinya memilih bergabung dengan PSS Sleman untuk mengarungi musim ini. Kualitas tim menjadi pertimbangan utama, sementara kedekatannya dengan jajaran pelatih turut membuat proses pengambilan keputusan berjalan lebih mudah.
Nduwarugira menilai PSS Sleman merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Pengalamannya selama dua musim berkarier di Indonesia bersama Borneo FC juga membuat adaptasinya di skuad Super Elja berlangsung relatif mulus.
"Menurut saya, Sleman adalah salah satu tim terbaik di Indonesia. Itulah mengapa saya mengambil pilihan untuk datang ke sini," kata Nduwarugira pada Rabu (19/8/2026) di Lapangan Pakembinangun.
Hubungan dengan Pieter Huistra Jadi Pertimbangan
Selain kualitas PSS Sleman, hubungan Nduwarugira dengan jajaran pelatih juga menjadi salah satu pertimbangan. Selama dua musim memperkuat Borneo FC, ia sempat bersinggungan dengan Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra.
Nduwarugira mengaku memiliki hubungan dan komunikasi yang baik dengan seluruh staf. Kondisi tersebut membuatnya semakin yakin bahwa bergabung dengan PSS merupakan pilihan yang tepat.
"Saya memiliki hubungan/komunikasi dengan seluruh staf. Itulah mengapa saya mengambil keputusan untuk datang ke Sleman, menurut saya ini ide yang bagus dan pilihan yang tepat buat saya," ujarnya.
Meski demikian, pemain yang berposisi sebagai bek tersebut menegaskan kedekatan dengan pelatih bukan alasan utama dirinya memilih PSS. Kualitas tim tetap menjadi faktor pertama yang membuatnya menerima pinangan Super Elja.
"Bukan hanya satu alasan itu [kedekatan pelatih] saja yang membuat saya mengambil keputusan ini, tetapi karena Sleman adalah salah satu tim terbaik. Pertama adalah Sleman, dan setelah itu ada hubungan antara saya dan pelatih, jadi sangat mudah untuk mengambil keputusan," tegas pemain yang berposisi sebagai bek tersebut.
Sempat Absen Latihan karena Urusan KITAS
Nduwarugira memastikan kondisinya baik setelah kembali bergabung dengan tim. Ia sebelumnya sempat absen berlatih selama 10 hari karena mengurus dokumen Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
"Ya, KITAS saya sekarang sudah siap. Sekarang urusan itu sudah selesai. Sekarang fokus dengan tim dan bekerja keras setiap hari," tuturnya.
Karena sempat absen, Nduwarugira belum memainkan satu pertandingan pun bersama PSS Sleman. Bek asal Burundi itu kini menantikan kesempatan untuk segera merasakan pertandingan bersama Super Elja.
"Saya fokus untuk pertandingan berikutnya, mungkin saya tidak tahu besok atau lusa, tetapi saya berlatih untuk ini," ungkapnya.
Adaptasi Nduwarugira di PSS Berjalan Mulus
Dua musim berkarier di Indonesia menjadi modal penting bagi Nduwarugira untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya di Sleman. Ia juga mengaku sudah mengenal banyak pemain PSS sehingga tidak menghadapi kendala berarti dalam membangun hubungan dengan rekan setim.
"Saya pikir semua pemain [dekat], semua teman saya, karena saya sudah berada di sini selama dua tahun. Saya kenal banyak pemain Sleman, hubungan kami tentu akan mudah karena saya sudah dua tahun di sini [Indonesia]," tandasnya.
Selain mengenal lingkungan sepak bola Indonesia, Nduwarugira juga sudah memahami beberapa kata dalam Bahasa Indonesia dan akrab dengan makanan Indonesia.
"Proses adaptasi buat saya akan mudah karena saya sudah pernah di sini. Saya tahu beberapa hal seperti bahasa, makanan. Saya tahu banyak hal tentang makanan, Bahasa, sekarang saya mulai paham sedikit-sedikit. Adaptasi saya pikir sangat, sangat baik," tuturnya.
Nduwarugira Terpacu Atmosfer Suporter PSS
Pemain dengan tinggi 1,86 meter tersebut juga memberikan pandangannya mengenai suporter PSS Sleman. Menurutnya, dukungan suporter Super Elja dapat menjadi tambahan motivasi bagi pemain untuk berjuang di papan atas klasemen.
"Menurut saya atmosfer dari fans Sleman akan sangat luar biasa bagi kami, dan akan mendorong kami untuk mencoba berjuang meraih posisi di papan atas klasemen," tuturnya.
Meski memiliki harapan terhadap perjalanan PSS Sleman musim ini, Nduwarugira enggan berbicara secara spesifik mengenai target akhir. Baginya, target harus dijalani secara bertahap melalui setiap pertandingan dan latihan dari hari ke hari.
"Target saya bersama PSS adalah menjalani laga demi laga, Kita tidak berpikir seperti tentang kita ingin langsung jadi juara, tidak. Ini tentang pertandingan demi pertandingan, hari demi hari dan saya pikir kita bisa mencapai hal-hal yang baik tahun ini," tegasnya.
Dengan kondisi fisik yang disebut baik dan urusan KITAS yang telah selesai, Nduwarugira kini kembali fokus bersama skuad PSS Sleman sambil menunggu kesempatan menjalani pertandingan pertamanya dengan seragam Super Elja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.