FIFA Longgarkan Skors Argentina, Paredes Cs Bisa Segera Kembali

Jumali
Jumali Jum'at, 28 Agustus 2026 22:07 WIB
FIFA Longgarkan Skors Argentina, Paredes Cs Bisa Segera Kembali

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Argentina mendapat kabar positif setelah FIFA mengubah mekanisme pelaksanaan sanksi bagi sejumlah pemain Albiceleste yang terlibat keributan pada final Piala Dunia 2026. Keputusan terbaru tersebut membuka peluang bagi Leandro Paredes dan rekan-rekannya untuk menyelesaikan masa hukuman lebih cepat melalui pertandingan persahabatan internasional.

Meski demikian, FIFA tidak mengurangi jumlah pertandingan yang harus dijalani para pemain yang dihukum. Leandro Paredes tetap wajib menjalani skors 10 pertandingan, Nahuel Molina tujuh laga, sementara Thiago Almada harus absen satu pertandingan. Perubahan hanya berlaku pada jenis laga yang dapat dihitung sebagai bagian dari hukuman.

Kebijakan baru itu menjadi keuntungan bagi Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) karena para pemain kini dapat menjalani masa skorsing dalam pertandingan persahabatan internasional kategori A, selain laga resmi tim nasional.

Paredes Terima Hukuman Paling Berat

Leandro Paredes menjadi pemain yang menerima sanksi terberat setelah insiden panas yang terjadi seusai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, 19 Juli lalu.

Gelandang berusia 32 tahun tersebut dijatuhi larangan bermain selama 10 pertandingan dan denda US$90.000. Hukuman itu diberikan setelah FIFA menilai Paredes melakukan tindakan agresif terhadap pemain Spanyol, termasuk mencekik Eric Garcia, memukul wajah Gavi, serta mendorong pemain muda tersebut hingga terjatuh.

Sementara itu, Nahuel Molina mendapat hukuman tujuh pertandingan dan denda dengan nominal yang sama setelah terlibat bentrokan dengan kapten Spanyol, Rodri. Aksi Molina disebut menjadi salah satu pemicu memanasnya situasi setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan.

Thiago Almada menerima hukuman yang lebih ringan berupa larangan bermain satu pertandingan dan denda US$30.000. Anggota staf pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga dijatuhi skors tiga pertandingan serta denda dengan jumlah yang sama.

Di kubu Spanyol, Gavi turut menerima hukuman satu pertandingan dan denda US$30.000 akibat keterlibatannya dalam insiden tersebut.

FIFA Setujui Permintaan Argentina

Sebelumnya, FIFA menetapkan bahwa hukuman hanya dapat dijalani dalam pertandingan resmi tim nasional. Ketentuan itu membuat para pemain berisiko absen cukup lama karena jadwal laga kompetitif Argentina yang terbatas.

Melihat kondisi tersebut, AFA mengajukan permohonan resmi agar masa hukuman dapat dijalani dalam pertandingan persahabatan internasional kategori A maupun laga resmi, tergantung agenda yang lebih dahulu tersedia.

Permintaan tersebut akhirnya disetujui Komite Disiplin FIFA setelah dinilai sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Keputusan ini membuat Argentina memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola jadwal tim nasional. Paredes dan Molina kini berpeluang memangkas masa absensi mereka melalui sejumlah agenda uji coba internasional sebelum kompetisi resmi berikutnya digelar.

Banding Tetap Berjalan

Meski mendapatkan kelonggaran, AFA belum menghentikan upaya untuk memperingan hukuman para pemainnya.

Federasi sepak bola Argentina masih menunggu dokumen resmi yang menjelaskan dasar pertimbangan FIFA dalam menjatuhkan sanksi. Setelah menerima penjelasan tersebut, AFA berencana mengajukan banding kepada Komite Banding FIFA.

Jika hasil banding tidak sesuai harapan, federasi juga membuka peluang membawa perkara tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Penasihat hukum AFA, Andrés Patón Urich, sebelumnya menilai hukuman yang dijatuhkan kepada sejumlah pemain Argentina terlalu berat dan tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang terjadi di lapangan.

Denda dan Sanksi Tambahan untuk AFA

Tidak hanya menghukum individu, FIFA juga menjatuhkan sanksi finansial kepada AFA. Federasi tersebut dikenai denda total US$321.000 akibat sejumlah pelanggaran selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Pelanggaran yang dimaksud mencakup tindakan disiplin tim, persoalan ketertiban dan keamanan pertandingan, diskriminasi yang dilakukan suporter, hingga aktivitas yang dianggap tidak berkaitan dengan olahraga.

Salah satu kasus yang mendapat perhatian FIFA adalah munculnya pesan terkait Kepulauan Malvinas atau Falkland setelah kemenangan Argentina atas Inggris pada semifinal.

Selain denda, FIFA juga memberikan pembatasan penonton untuk pertandingan kandang Argentina. Dua laga kandang berikutnya hanya boleh dihadiri maksimal 50 persen dari kapasitas stadion.

Meski demikian, keputusan terbaru FIFA terkait pelaksanaan hukuman memberikan sedikit kelegaan bagi Argentina. Para pemain yang terkena sanksi tetap harus menjalani seluruh masa hukuman, tetapi kini mereka memiliki jalur yang lebih cepat untuk menyelesaikannya melalui agenda persahabatan internasional sebelum kembali memperkuat Albiceleste dalam pertandingan kompetitif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online