PSIM Jogja Belum Kunci Starting Eleven, Van Gastel Buka Persaingan

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Selasa, 01 September 2026 22:17 WIB
PSIM Jogja Belum Kunci Starting Eleven, Van Gastel Buka Persaingan

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel belum menentukan komposisi pemain utama yang akan menjadi starting eleven permanen pada kompetisi Super League 2026/2027. Persaingan untuk mendapatkan tempat di tim inti masih terbuka bagi seluruh pemain.

Van Gastel menilai performa pemain sepanjang kompetisi akan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan siapa yang layak mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama. Dengan demikian, pemain yang menjadi starter pada laga perdana belum tentu terus mengisi posisi tersebut pada pertandingan berikutnya.

“Untuk saat ini tentu akan ada 11 pemain yang tampil sebagai starter. Tapi saya belum tahu apakah mereka akan terus menjadi starter utama, tergantung bagaimana perkembangannya nanti,” kata Van Gastel, Selasa (1/9/2026).

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, persaingan di dalam skuad justru diperlukan untuk menjaga kualitas PSIM sepanjang musim. Karena itu, ia tidak ingin memberikan jaminan posisi inti kepada pemain tertentu.

Kehadiran sejumlah pemain baru juga membuat Van Gastel memiliki sejumlah opsi tambahan dalam menyusun permainan. Ia membuka peluang melakukan penyesuaian taktik, meskipun prinsip dasar permainan PSIM yang sudah dibangun sejak musim sebelumnya tetap dipertahankan.

“Prinsip dasar permainan kita tetap sama. Hanya saja kita mendatangkan beberapa pemain baru dengan kualitas yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan permainan yang sedikit berbeda pula,” ujarnya.

Van Gastel Fleksibel soal Dua Striker

Salah satu opsi yang kemungkinan berkembang dalam permainan PSIM adalah penggunaan dua penyerang sekaligus. Namun, Van Gastel belum menjadikan skema tersebut sebagai pilihan utama.

Ia mengatakan keputusan mengenai formasi akan menyesuaikan kebutuhan tim dalam setiap pertandingan. Pelatih berusia tersebut tidak menutup kemungkinan mengubah skema apabila situasi pertandingan maupun komposisi pemain memang membutuhkan perubahan.

“Untuk saat ini belum. Saya sangat fleksibel, jika dirasa perlu memakai dua striker maka kita akan terapkan, namun tentu gaya permainannya akan berbeda,” kata dia.

Fleksibilitas tersebut menjadi penting bagi PSIM karena komposisi skuad mengalami perubahan dengan masuknya sejumlah pemain baru. Van Gastel perlu memastikan karakter pemain yang tersedia dapat ditempatkan dalam sistem permainan yang sesuai.

PSIM Punya 11 Pemain Asing

Selain persaingan pemain secara umum, Van Gastel juga menghadapi tantangan dalam menentukan pemain asing yang akan masuk skuad pertandingan.

PSIM saat ini memiliki 11 pemain asing. Namun, regulasi pertandingan membuat hanya tujuh pemain asing yang dapat diturunkan di lapangan, sedangkan maksimal sembilan pemain asing dapat masuk daftar skuad pertandingan.

Artinya, tidak seluruh pemain asing yang dimiliki PSIM dapat dimainkan dalam satu pertandingan. Kondisi tersebut membuat Van Gastel harus menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan tim.

“Saya sudah sampaikan kepada mereka bahwa saya hanya bisa menurunkan 7 pemain asing di lapangan dan membawa maksimal 9 pemain ke dalam skuad pertandingan. Setiap keputusan yang saya ambil adalah demi kepentingan terbaik tim,” tuturnya.

Persaingan tersebut sekaligus membuat setiap pemain harus menunjukkan performa terbaik dalam sesi latihan maupun pertandingan. Van Gastel memiliki ruang untuk melakukan rotasi sesuai kebutuhan dan perkembangan pemain.

Modal Kemenangan atas Deltras

PSIM Jogja sebelumnya mendapatkan hasil positif dalam persiapan menuju Super League 2026/2027. Laskar Mataram mengalahkan Deltras Sidoarjo dengan skor 2-0 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.

Dalam laga tersebut, Van Gastel masih mengandalkan mayoritas pemain lama sebagai starter. Tiga pemain baru yang dimainkan sejak awal adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, dan Adrian Dalmau.

Pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan PSIM sebelum menjalani kompetisi resmi. Hasil positif itu diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri skuad menjelang pertandingan pembuka.

PSIM Jogja akan mengawali perjuangannya di Super League 2026/2027 dengan menghadapi Persita Tangerang. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026).

Laga pembuka itu sekaligus menjadi kesempatan pertama untuk melihat pilihan Van Gastel dalam menentukan komposisi pemain, termasuk bagaimana ia mengelola persaingan di dalam skuad dan kuota pemain asing yang tersedia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online