PSS Sleman Sudah 95 Persen Siap, Huistra Masih Punya PR
Sembilan hari jelang liga, kesiapan PSS Sleman mencapai 90%-95%. Pieter Huistra masih menyoroti fisik, taktik, bola mati, dan mental pemain.
Pertandingan PSS Sleman melawan Persiku Kudus, Sabtu (29/8/2026). Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman menutup rangkaian uji coba pramusim dengan kemenangan telak 6-1 atas Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (28/8/2026). Hasil tersebut menjadi bekal Super Elja sepekan jelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mencatat sejumlah perkembangan dari pertandingan tersebut, terutama dari sisi fisik dan taktik para pemain. Menurut dia, perkembangan itu terlihat jelas sepanjang rangkaian pramusim.
"Saya pikir terlihat jelas bahwa secara fisik kami telah banyak berkembang, secara taktik kami juga berkembang pesat," kata Huistra.
Pemain Baru Mulai Mendapat Menit Bermain
Pertandingan melawan Persiku Kudus juga dimanfaatkan untuk memberikan menit bermain kepada para pemain baru. Huistra mengaku senang karena seluruh pemain telah mencapai tingkat kebugaran penuh.
Selain kondisi fisik, Huistra melihat perkembangan dalam penerapan game plan yang telah disiapkan tim pelatih. Para pemain dinilai semakin mampu menjalankan rencana permainan yang diberikan.
Meski demikian, proses pengembangan tersebut tidak berhenti setelah pramusim berakhir. Huistra menegaskan PSS Sleman akan terus mencari aspek yang bisa ditingkatkan ketika kompetisi resmi sudah berjalan.
"Ya semakin membaik dan bagus [penerapan game plan]. Tentu saja, kami selalu ingin berkembang. Jadi bahkan di liga nanti, setiap pertandingan kami mencoba mencari hal-hal yang perlu ditingkatkan," tegasnya.
Bekal Pramusim Dinilai Sudah Cukup
Huistra menilai rangkaian pramusim telah memberikan bekal yang baik bagi skuad PSS Sleman. Para pemain, termasuk mereka yang baru bergabung, disebut sudah memahami tugas yang harus dijalankan di lapangan.
"Sejauh ini, jika melihat keseluruhan pramusim, para pemain baru sudah memahami apa yang harus dilakukan. Jadi, ya, saya pikir kami sudah siap dan senang bisa memulai kompetisi resmi, Super League," ujar Huistra.
Kesiapan tersebut membuat Huistra menyambut bergulirnya kompetisi dengan antusias. Baginya, pertandingan uji coba memang penting dalam proses persiapan, tetapi tim kini ingin menghadapi pertandingan kompetitif yang sesungguhnya.
"Saya pikir kami sudah siap. Kami siap untuk memulai liga. Kami juga sangat menantikan dimulainya liga, karena pertandingan uji coba memang bagus, tetapi kami ingin bertanding di kompetisi yang sesungguhnya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan hari jelang liga, kesiapan PSS Sleman mencapai 90%-95%. Pieter Huistra masih menyoroti fisik, taktik, bola mati, dan mental pemain.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.
Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat di Fukui. Sekitar 244.000 warga diminta mengambil langkah keselamatan darurat.
Prabowo membahas penyesuaian syarat rekrutmen suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI dan meminta Babinsa edukasi bahaya karhutla.