PSS Sleman Matangkan Set Piece Jelang Hadapi Bali United

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Jum'at, 04 September 2026 01:17 WIB
PSS Sleman Matangkan Set Piece Jelang Hadapi Bali United

PSS Sleman./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN— PSS Sleman mematangkan skema set piece menjelang pertandingan pembuka Super League 2026/2027 menghadapi Bali United. Latihan bola mati menjadi bagian dari persiapan Super Elja untuk menghadapi kekuatan Serdadu Tridatu, sekaligus mencari peluang mencetak gol melalui situasi tersebut.

PSS Sleman akan bertandang ke markas Bali United pada Jumat (4/9/2026). Selain menyiapkan skenario menyerang, tim pelatih juga memberikan perhatian terhadap organisasi pertahanan untuk meredam ancaman bola mati yang menjadi salah satu kekuatan lawan.

Asisten Pelatih PSS Sleman, Demerson Bruno Costa, mengatakan set piece kini menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Situasi bola mati bahkan kerap menjadi salah satu sumber gol dalam pertandingan.

“Sekarang kita bisa lihat sepak bola modern, penting sekali [set piece]. Kita lihat berapa situasi cetak gol di semua [pertandingan] dunia, pasti ada semua pertandingan pasti ada situasi gol dari set piece,” kata Demerson pada Selasa (1/9/2026).

PSS Waspadai Bola Mati Bali United

Demerson menyebut PSS telah mengetahui karakter permainan Bali United, termasuk kekuatan mereka dalam memanfaatkan situasi set piece. Karena itu, latihan bola mati juga diarahkan untuk mempersiapkan pertahanan ketika menghadapi skema tersebut.

Menurut dia, pemain PSS harus mampu menjalankan tugas masing-masing ketika Bali United mendapatkan kesempatan melalui bola mati. Persiapan tersebut menjadi penting karena PSS akan menghadapi Bali United di laga perdana Super League musim 2026/2027.

“Sudah tahu, [set piece] ini satu kekuatan dari Bali dan juga kekurangan dari mereka. Jadi kita sudah tahu, kita harus persiapan cara bertahan untuk kita bisa siap untuk bisa jaga situasi juga kalau kita bertahan,” ungkapnya.

PSS tidak hanya berlatih untuk mengantisipasi serangan Bali United. Dalam sesi latihan, Super Elja juga menyiapkan skenario agar situasi set piece dapat dimanfaatkan untuk membangun ancaman ke gawang lawan.

Set Piece Jadi Peluang PSS Cetak Gol

Demerson menjelaskan situasi bola mati dapat menjadi kesempatan bagi PSS untuk menciptakan peluang. Karena itu, skenario set piece dipersiapkan dari dua sisi, yakni ketika tim bertahan dan saat mendapatkan kesempatan menyerang.

“Saat kita menyerang, juga kita harus ada situasi bahaya, ya. Kita juga bisa cetak gol dari situasi set piece kenapa? Semua bisa lihat sekarang sepak bola modern, bola set piece penting sekali,” jelasnya.

Bagi tim pelatih PSS, kemampuan mengantisipasi bola mati sekaligus memanfaatkannya menjadi peluang gol membutuhkan pemahaman yang baik dari para pemain. Setiap pemain harus mengetahui peran dan tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan skenario yang telah disiapkan.

Pemain PSS Diberi Ruang Berimprovisasi

Meski tim pelatih telah merancang sejumlah skenario, Demerson menegaskan pemain tidak harus selalu terpaku pada pola yang sudah ditentukan. Situasi pertandingan dapat berubah sehingga pemain juga dituntut mampu membaca kondisi di lapangan.

Staf pelatih memberikan contoh mengenai tindakan yang perlu dilakukan dalam situasi set piece. Setelah itu, pemain memiliki ruang untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang mereka hadapi.

“Staf pelatih selalu kasih contoh, tapi mereka juga bisa sendiri, bahwa situasi mereka mau lakukan apa ini penting, ya. Kita selalu harus ada diskusi, kita selalu bicara untuk kalau mereka yang lakukan, mereka selalu juga bisa juga,” tandasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pemain PSS lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan saat bola mati terjadi. Dengan persiapan tersebut, Super Elja tidak hanya berusaha meminimalkan ancaman Bali United, tetapi juga menjadikan set piece sebagai salah satu opsi untuk mencetak gol pada laga pembuka Super League 2026/2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online