Laut China Selatan Memanas, Filipina dan China Saling Serang
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Pesepak bola Bali United Teppei Yachida (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSS Sleman Cloudio Faiera Mutzi (kanan) saat pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026). Bali United mengalahkan PSS Sleman dengan skor 2-1. Antara/Fikri Yusuf/nym.
Harianjogja.com, SLEMAN— Gelandang PSS Sleman Moussa Bagayoko optimistis timnya mampu menunjukkan penampilan lebih baik saat menghadapi Madura United pada pekan kedua BRI Super League.
PSS Sleman dijadwalkan menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (12/9) pukul 15.30 WIB. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga kandang perdana bagi PSS Sleman pada musim ini.
Dikutip dari laman resmi klub, Rabu, Bagayoko mengatakan seluruh penggawa PSS Sleman terus melakukan persiapan untuk menghadapi pertandingan tersebut. Para pemain berusaha mempersiapkan diri agar dapat tampil maksimal di hadapan pendukung mereka.
Keyakinan Bagayoko tidak terlepas dari keinginan PSS Sleman untuk bangkit setelah mendapatkan hasil kurang baik pada pertandingan pertama. Pada laga perdana, PSS Sleman harus mengakui keunggulan Bali United.
Bagayoko Yakin PSS Sleman Bisa Bangkit
Menurut Bagayoko, pertandingan pertama memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, hasil tersebut tidak membuat dirinya kehilangan keyakinan terhadap kemampuan PSS Sleman untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
"Saya pikir kami akan tampil lebih baik daripada pertandingan pertama, dan kami sedang mempersiapkan diri untuk itu," kata Bagayoko.
Pemain berkebangsaan Mali itu menilai persiapan menjadi bagian penting menjelang pertandingan melawan Madura United. PSS Sleman kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki penampilan ketika bermain di kandang sendiri.
Laga melawan Madura United juga memiliki arti penting karena menjadi pertandingan kandang perdana PSS Sleman musim ini. Dukungan langsung dari suporter di Stadion Maguwoharjo menjadi salah satu hal yang membuat Bagayoko semakin optimistis.
Dukungan Suporter PSS Sleman Jadi Motivasi
Bagayoko mengungkapkan salah satu sumber rasa optimisme menghadapi pertandingan kandang adalah dukungan suporter PSS Sleman yang menurutnya sungguh luar biasa.
Ia menjelaskan dukungan tersebut memberikan energi kepada pemain. Energi dari suporter kemudian menjadi bagian dari motivasi yang dibawa para pemain PSS Sleman ketika berada di atas lapangan.
"Bagi saya, mereka adalah yang terbaik karena menciptakan atmosfer yang bagus. Mereka mulai mendukung dari awal pertandingan hingga akhir dan terus mendorong semangat kami. Ini sangat bagus," ungkap Bagayoko.
Menurut Bagayoko, dukungan yang diberikan sejak awal hingga akhir pertandingan mampu menciptakan atmosfer bagus. Hal tersebut menjadi pengalaman positif bagi pemain ketika tampil bersama PSS Sleman.
Terpukau Atmosfer Sepak Bola Indonesia
Tidak hanya dukungan suporter PSS Sleman, Bagayoko juga mengaku sangat takjub dengan atmosfer sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Pemain tersebut mengatakan dirinya sudah bermain di berbagai kompetisi dan negara. Namun, atmosfer sepak bola yang dirasakannya di Indonesia disebut belum pernah ia temui sebelumnya.
"Atmosfernya luar biasa. Saya sudah bermain di banyak negara, tetapi di sini luar biasa. Saya suka atmosfernya, semua yang ada di sini, dan orang-orangnya. Bagus, sangat bagus," katanya.
Kini, Bagayoko bersama seluruh penggawa PSS Sleman terus mempersiapkan diri menjelang pertandingan melawan Madura United. Laga di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (12/9) pukul 15.30 WIB itu menjadi kesempatan bagi PSS Sleman untuk memberikan penampilan lebih baik setelah kekalahan pada pertandingan pertama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.
BMKG memprediksi kemarau di Jateng selatan, khususnya Cilacap, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat El Nino sangat kuat.