Rusia Buka Opsi Nuklir Terapung untuk Indonesia
Rusia menawarkan pengalaman teknologi nuklir terapung untuk Indonesia. FPU dikaji untuk memasok energi ke wilayah terpencil dan kawasan industri.
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Menpora Erick Thohir (ketiga kanan) dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu (kanan) menyaksikan atlet panjat tebing Veddriq Leonardo (tengah) mengibarkan Bendera Merah Putih saat pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Antara/Cahya Sari
Harianjogja.com, JAKARTA— Indonesia datang ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan target empat medali emas. Jumlah itu memang lebih rendah dibandingkan tujuh emas yang berhasil dibawa pulang dari Asian Games Hangzhou 2022, tetapi peta peluang Merah Putih kali ini tersebar di lebih banyak cabang olahraga.
Sebanyak 430 atlet Indonesia akan bertanding dalam 35 cabang olahraga di Jepang. Jumlah tersebut sedikit berkurang dari 432 atlet yang sebelumnya didaftarkan melalui tahap entry by name setelah dua nama dicoret dalam proses Delegation Registration Meeting menjelang keberangkatan kontingen.
Target empat emas juga tidak bisa dilepaskan dari perubahan nomor yang dipertandingkan. Tiga emas Indonesia di Hangzhou 2022 berasal dari nomor yang kini tidak lagi dimainkan, yakni dua nomor running target cabang menembak dan nomor 1.000 meter putra cabang perahu naga.
Artinya, Indonesia harus mencari sumber medali baru untuk memenuhi target di Aichi-Nagoya.
Sejak awal, pemerintah menempatkan panjat tebing, angkat besi, dan bulu tangkis sebagai tiga cabang olahraga utama. Namun, menjelang pembukaan Asian Games pada 19 September, peluang Indonesia ternyata tidak hanya bertumpu pada tiga cabang tersebut.
Panjat Tebing Bidik Dua Emas
Panjat tebing masih menjadi salah satu tumpuan utama Indonesia dalam perburuan medali emas. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim sembilan atlet dengan target dua emas dari nomor speed dan lead.
Untuk nomor speed putra, Indonesia mengandalkan Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahria. Di sektor putri ada Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi.
Veddriq datang ke Jepang dengan status peraih emas Olimpiade Paris 2024. Sementara itu, Desak termasuk dalam jajaran pemanjat speed putri terbaik dunia.
Kekuatan Indonesia di nomor speed telah teruji. Meski demikian, Tiongkok tetap menjadi pesaing berat karena nomor ini tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan.
False start atau terpeleset sekali saja bisa langsung menghilangkan peluang seorang atlet untuk meraih medali.
Peluang lain datang dari nomor lead melalui Putra Tri Ramadani alias Srondeng. Ia mencatat sejarah setelah meraih emas di World Climbing Series Praha dan kemudian konsisten naik podium dalam seri-seri berikutnya.
Modal tersebut membuat target dua emas FPTI memiliki pijakan yang kuat, meski persaingan menuju podium tertinggi tetap tidak mudah.
Angkat Besi Punya Dua Nama Andalan
Angkat besi juga menjadi bagian dari tumpuan utama Indonesia. Ketua Umum PB PABSI Rosan Roeslani memasang target satu emas, sekaligus membuka peluang untuk meraih medali perak dan perunggu.
Dua nama yang menjadi perhatian adalah Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah.
Rahmat merupakan juara Asian Games Hangzhou, sedangkan Rizki berstatus peraih emas Olimpiade Paris 2024. Keduanya kali ini turun di kelas berbeda sehingga Indonesia memiliki dua peluang terpisah.
Tantangan datang karena sebagian besar kekuatan angkat besi dunia berada di Asia. Tiongkok dan Korea Utara menjadi lawan tangguh.
Perubahan kelas juga membuat hasil Asian Games sebelumnya maupun Olimpiade Paris tidak dapat sepenuhnya digunakan sebagai acuan.
Meski begitu, tim angkat besi memastikan persiapan fisik, teknik, mental, dan strategi bertanding telah memasuki tahap akhir menjelang pertandingan.
Bulu Tangkis Kejar Emas Beregu Putra
Bulu tangkis mendapat target satu medali emas. PBSI secara khusus mengarahkan sasaran tersebut kepada nomor beregu putra.
Indonesia memiliki Jonatan Christie dan Alwi Farhan di sektor tunggal. Sementara pada ganda, ada Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Kedalaman pilihan pemain menjadi salah satu modal Indonesia dalam nomor beregu. Namun, Asian Games selalu menghadirkan persaingan berat karena hampir seluruh kekuatan utama bulu tangkis dunia berada di Asia.
China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, hingga Taiwan memiliki pemain yang mampu menghentikan langkah Indonesia.
Karena itu, satu emas tetap menjadi target Indonesia, tetapi tidak ada nomor yang benar-benar dapat disebut aman.
Peluang dari Balap Sepeda hingga Skateboard
Empat emas Indonesia tidak harus seluruhnya berasal dari panjat tebing, angkat besi, dan bulu tangkis. Sejumlah cabang lain juga memiliki peluang untuk menyumbangkan medali.
Balap sepeda mendapat target satu emas dengan peluang yang tersebar di sejumlah disiplin. Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Amellya Nur Sifa dari nomor BMX.
Amellya datang dengan misi mempertahankan medali emas. Pengalamannya mengenal karakter lintasan Nagoya menjadi salah satu modal yang dapat dibawanya dalam persaingan.
Skateboard juga menjadi salah satu cabang yang ditargetkan menyumbang medali. Indonesia membidik satu emas, satu perak, dan satu perunggu dari delapan atlet yang dikirim.
Basral Graito diproyeksikan bersaing untuk emas nomor street putra setelah menjuarai SEA Games 2025. Ada pula Sanggoe Darma Tanjung yang membawa pengalaman dari Asian Games Hangzhou 2022 ketika meraih medali perak.
Namun, Jepang merupakan salah satu kekuatan skateboard dunia, terutama pada nomor street dan park. Atlet Indonesia harus bersaing dengan sejumlah wakil tuan rumah yang tampil di hadapan pendukung sendiri.
Wushu dan Esports Ikut Membuka Jalan
Wushu juga memiliki rekam jejak yang patut diperhitungkan. Indonesia meraih medali emas dalam dua Asian Games terakhir.
Pada Aichi-Nagoya 2026, Indonesia membawa 13 atlet taolu dan sanda setelah menjalani persiapan akhir di China.
Samuel Marbun menjadi salah satu atlet yang menarik perhatian. Ia meraih perak nomor sanda 65 kilogram di Hangzhou dan kini datang dengan target mengubah warna medalinya menjadi emas.
Sebelumnya, Samuel juga meraih emas pada SEA Games 2025.
Sementara itu, esports semakin penting dalam peta peluang Indonesia. PB Esports Indonesia memasang target minimal satu emas, tiga perak, dan empat perunggu dari delapan gim yang diikuti.
E-football menjadi salah satu nomor yang diharapkan dapat menyumbangkan emas.
Dengan demikian, opsi Indonesia untuk memenuhi target empat emas sebenarnya tersebar di berbagai cabang. Panjat tebing membidik dua emas, angkat besi satu emas, dan bulu tangkis mengejar satu emas dari nomor beregu putra.
Cabang seperti balap sepeda, skateboard, wushu, dan esports juga memiliki target serta peluang masing-masing.
Cabang Lapis Kedua Bisa Jadi Penentu
Target yang dipasang masing-masing federasi tentu belum otomatis berubah menjadi medali. Asian Games tetap menjadi ujian bagi kekuatan kontingen Indonesia.
Persaingan dapat berubah karena Indonesia berpotensi bertemu lawan yang lebih kuat, memperoleh undian yang kurang menguntungkan, maupun menghadapi kondisi ketika performa atlet tidak maksimal pada hari pertandingan.
Karena itu, Indonesia membutuhkan lebih banyak jalur peluang dan tidak hanya mengandalkan target empat emas.
Peta peluang tersebut bahkan masih terbuka dari cabang lain. Panahan baru saja memperoleh hasil positif dari Singapore Archery Open, sedangkan MMA hadir sebagai cabang baru dengan deretan prestasi internasional.
Sepak takraw, menembak, atletik, karate, judo, hingga dayung juga memasang sasaran medali.
Cabang-cabang tersebut mungkin tidak ditempatkan sebagai garda terdepan dalam perburuan emas. Namun, peluang dari lapisan kedua inilah yang dapat menentukan pencapaian akhir Indonesia di Aichi-Nagoya.
Apakah empat emas akan datang dari cabang unggulan, diselamatkan cabang pelapis, atau justru terlampaui, jawabannya baru akan terlihat di arena pertandingan.
Target Indonesia memang empat emas. Namun, jalan menuju target tersebut terbentang jauh lebih luas dari sekadar tiga cabang olahraga utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rusia menawarkan pengalaman teknologi nuklir terapung untuk Indonesia. FPU dikaji untuk memasok energi ke wilayah terpencil dan kawasan industri.
Prabowo-Gibran hadir di HUT ke-28 PAN dengan batik. Zulhas juga menyampaikan pernyataan soal Prabowo dalam acara di JICC Senayan.
Genre horor mendominasi pendaftar FFI 2026. Ario Bayu menyebut komedi dan drama juga banyak diproduksi sineas Indonesia.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.