WhatsApp Uji Tiga Akun di iPhone, Cek Juga HP yang Tak Lagi Didukung
WhatsApp sedang menguji dukungan tiga akun di iPhone. Simak cara kerja fitur baru dan daftar HP lama yang tidak lagi memenuhi syarat WhatsApp.
Logo Asian GAmes
Harianjogja.com, JOGJA— Asian Games 2026 Aichi-Nagoya bukan hanya menjadi panggung persaingan atlet dari berbagai negara Asia. Ajang yang berlangsung di Jepang itu juga membawa identitas visual yang dirancang untuk merepresentasikan olahraga, daerah tuan rumah, hingga gagasan tentang persatuan Asia.
Salah satu identitas tersebut terlihat pada emblem resmi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sekilas, logo ini tampak seperti rangkaian garis melengkung berwarna ungu, emas, dan hijau yang bergerak menuju lingkaran merah di bagian atas. Namun, bentuk dan warna tersebut memiliki arti yang telah dirancang secara khusus oleh panitia.
Emblem tersebut merupakan karya Hiroshi Miyashita, Associate Professor Departemen Desain, Fakultas Arsitektur dan Desain Aichi Sangyo University. Desain Miyashita terpilih setelah panitia membuka sayembara dan menerima 884 proposal dari seluruh Jepang.
Elemen pertama yang paling mudah terlihat adalah garis-garis lengkung pada emblem.
Menurut panitia Aichi-Nagoya 2026, lengkungan tersebut menggambarkan kedinamisan olahraga. Sementara garis tengah yang memadukan warna ungu, emas, dan hijau menggambarkan orang-orang yang berkumpul menjadi satu dan bergerak bersama menuju masa depan.
Arah garis tersebut bermuara pada bentuk lingkaran merah yang menjadi simbol Olympic Council of Asia (OCA).
Artinya, bentuk logo tidak hanya berkaitan dengan gerakan atlet saat bertanding. Panitia juga memasukkan gagasan mengenai kebersamaan dan perjalanan menuju masa depan.
Warna ungu menjadi salah satu elemen utama emblem.
Panitia mengaitkannya dengan kakitsubata atau iris, bunga prefektur Aichi. Warna ungu bunga tersebut kemudian digunakan sebagai salah satu identitas visual Asian Games 2026.
Penggunaan warna ini membuat karakter wilayah tuan rumah masuk langsung ke dalam emblem.
Berbeda dengan ungu yang merepresentasikan Aichi, warna emas memiliki kaitan dengan Nagoya.
Warna tersebut terinspirasi dari Kinshachi, ornamen berbentuk ikan mitologis berwarna emas yang berada di bagian atas Nagoya Castle. Kinshachi merupakan salah satu simbol yang sangat dikenal dari Nagoya.
Karena itu, warna emas sekaligus membawa unsur sejarah dan identitas kota penyelenggara ke dalam desain Asian Games 2026.
Ada pula warna hijau yang melengkapi tiga warna utama emblem.
Panitia mengaitkan hijau dengan tingginya kesadaran masyarakat Aichi-Nagoya terhadap lingkungan. Konsep tersebut merujuk pada pengalaman kawasan tersebut dalam berbagai kegiatan lingkungan dan pendidikan pembangunan berkelanjutan, termasuk EXPO Aichi 2005, COP10, dan UNESCO World Conference on Education for Sustainable Development.
Dengan demikian, tiga warna utama emblem membawa tiga unsur berbeda: bunga yang menjadi identitas Aichi, simbol sejarah Nagoya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Makna lain baru terlihat ketika emblem diperhatikan lebih dekat.
Panitia menjelaskan bahwa perpaduan garis ungu dan garis tengah membentuk huruf A. Huruf tersebut merujuk pada Asia dan Aichi.
Sementara itu, kombinasi garis ungu dan emas membentuk huruf N, yang mewakili Nagoya.
Dengan satu bentuk visual, emblem tersebut akhirnya menyatukan tiga identitas: Asia sebagai cakupan ajang, Aichi sebagai prefektur tuan rumah, dan Nagoya sebagai kota utama penyelenggaraan.
Konsep emblem tersebut kemudian diperkuat oleh slogan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yakni “IMAGINE ONE ASIA”.
Panitia menjelaskan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan manusia melampaui perbedaan bahasa, budaya, dan kewarganegaraan.
Melalui slogan tersebut, Aichi-Nagoya 2026 diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat Asia untuk membayangkan versi “One Asia” mereka masing-masing. Gagasan itu juga dikaitkan dengan upaya memperkuat hubungan antarmanusia di Asia dan bergerak menuju masa depan bersama.
Slogan itu juga ditujukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Asian Games, mulai dari atlet, sukarelawan, hingga penonton. Mereka diharapkan dapat menjadi satu melalui pengalaman dan momen yang dibagikan selama penyelenggaraan.
Pada akhirnya, emblem Asian Games 2026 bukan sekadar tanda pengenal pertandingan. Garis-garisnya menggambarkan dinamika olahraga, warna-warnanya membawa identitas Aichi dan Nagoya, sedangkan huruf A dan N menyatukan Asia, Aichi, dan Nagoya dalam satu desain visual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp sedang menguji dukungan tiga akun di iPhone. Simak cara kerja fitur baru dan daftar HP lama yang tidak lagi memenuhi syarat WhatsApp.
Giuseppe Garibaldi akan resmi menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026 setelah serah terima di Pelabuhan Tanjung Priok.
Polresta Jogja mendalami dugaan pungli food truck di Alkid, termasuk klaim permintaan jatah makan oleh anggota polisi dan tarif parkir jutaan rupiah.
DPRD Bantul menilai kinerja Perumda Aneka Dharma masih perlu didorong agar kontribusi terhadap PAD dan pengelolaan ITF Bawuran meningkat.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Logo Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menyimpan makna di balik warna ungu, emas, hijau serta huruf A dan N yang mewakili Asia, Aichi, dan Nagoya.