Cuma Raih Satu Poin dari Tiga Laga, PSIM Jogja Manfaatkan Jeda untuk Berbenah

Jumali
Jumali Senin, 21 September 2026 15:37 WIB
Cuma Raih Satu Poin dari Tiga Laga, PSIM Jogja Manfaatkan Jeda untuk Berbenah

Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar saat diwawancara awak media di Wisma PSIM, Baciro, Jogja, pada Selasa (21/7/2026). - Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja memanfaatkan jeda internasional FIFA Matchday untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus mengevaluasi performa tim. Manajemen bersama jajaran pelatih sepakat meliburkan aktivitas skuad utama setelah Laskar Mataram melewati tiga pertandingan beruntun di BRI Super League 2026/2027.

Manajer tim PSIM Jogja, Iksan Mahar, mengatakan para pemain mendapat waktu rehat mulai setelah pertandingan melawan Madura United pada 18 September 2026 hingga 26 September 2026. Skuad dijadwalkan kembali menjalani latihan pada Minggu (27/9/2026).

Menurut Iksan, jeda kompetisi membuat PSIM memiliki waktu cukup panjang sebelum kembali bertanding. Laskar Mataram dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta pada 10 Oktober 2026.

“Tim kami liburkan setelah laga terakhir melawan Madura United pada 18 September lalu hingga 26 September mendatang. Keputusan ini kami ambil karena kompetisi memasuki jeda internasional FIFA Matchday sehingga rentang waktu menuju pertandingan selanjutnya melawan Persija pada 10 Oktober terbilang cukup panjang,” ungkap Iksan melalui keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

PSIM Jogja Evaluasi Tiga Laga Terakhir

Selain memberi kesempatan pemain beristirahat, jeda kompetisi menjadi waktu bagi manajemen dan tim pelatih untuk menelaah hasil tiga pertandingan terakhir. PSIM hanya meraih satu poin dari tiga laga tersebut, dengan catatan satu kali imbang dan dua kekalahan.

Iksan menyebut evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, baik teknis maupun nonteknis. Langkah tersebut diambil menyusul hasil yang belum sesuai harapan saat menghadapi Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, dan Madura United.

“Manajemen bersama jajaran pelatih sudah melakukan evaluasi mendalam terkait rentetan hasil kurang maksimal pada tiga pertandingan terakhir melawan Persita, Persebaya, serta Madura United. Kita hanya mengumpulkan satu poin dari satu hasil seri serta dua kekalahan beruntun sehingga evaluasi menyeluruh dari sisi teknis maupun nonteknis mutlak kami lakukan,” jelasnya.

Waktu jeda juga dapat dimanfaatkan staf pelatih untuk mempersiapkan program latihan dan taktik menjelang pertandingan berikutnya. Manajemen berharap para pemain kembali dengan kondisi fisik dan mental yang lebih segar.

Iksan meminta pemain menggunakan masa libur untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga maupun orang-orang terdekat. Ia berharap seluruh penggawa sudah siap menjalani latihan ketika aktivitas tim kembali dimulai pada 27 September.

“Kami ingin para pemain memanfaatkan waktu ini semaksimal mungkin untuk pulang, bertemu keluarga, serta orang-orang tersayang agar mereka bisa menyegarkan kembali fisik maupun mental. Harapannya, saat tim kembali menggelar aktivitas latihan pada Minggu 27 September, seluruh pemain sudah siap penuh dan lebih fokus menatap laga selanjutnya,” paparnya.

PSIM Bidik Perbaikan Performa saat Hadapi Persija

Manajemen PSIM berharap masa rehat tersebut menjadi momentum bagi tim untuk memperbaiki penampilan. Laskar Mataram dituntut bekerja lebih keras saat kembali berkompetisi, termasuk ketika menghadapi Persija Jakarta pada awal Oktober.

“Jeda libur sementara ini kami jadikan momen reset berharga. Tim harus bisa kembali bekerja ekstra keras memperbaiki performa secara menyeluruh saat berlaga melawan Persija nanti,” pungkas Iksan.

PSIM saat ini menempati peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi satu poin dari tiga pertandingan. Mereka membuka kompetisi dengan hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang, kemudian kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya dan 1-2 dari Madura United.

Pertandingan melawan Persija Jakarta dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 10 Oktober 2026.

Van Gastel Nilai Dampak Jeda Bisa Berbeda

Sebelumnya, pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menilai jeda kompetisi tidak selalu memberikan dampak yang sama bagi setiap tim. Pengaruhnya, menurut dia, bergantung pada situasi dan tren hasil yang sedang dialami.

Van Gastel mencontohkan, jeda bisa terasa merugikan bagi tim yang sedang berada dalam tren kemenangan. Sebaliknya, waktu istirahat dapat menjadi kesempatan untuk berbenah bagi tim yang tengah mengalami hasil kurang memuaskan.

“Saya tidak tahu apakah jeda kompetisi ini bernilai positif atau negatif. Bisa dikatakan jika Anda sedang dalam tren kemenangan, jeda ini adalah kerugian. Namun jika Anda sedang dalam tren buruk, jeda ini bisa menjadi keuntungan,” ujar Van Gastel.

Pelatih asal Belanda tersebut juga menilai masa jeda dapat digunakan pemain dan staf untuk memulihkan kondisi sebelum kompetisi kembali berlangsung.

“Sangat susah memprediksi dampaknya pada tim. Saya rasa kami bisa memanfaatkan jeda kecil ini agar pemain dan staf dapat beristirahat secara fisik maupun mental sebelum melanjutkan kompetisi,” lanjutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online