Gavin Lee Tahu Timnas Indonesia Lebih Kuat, Singapura Tak Gentar
Pelatih Singapura Gavin Lee menyadari Timnas Indonesia lebih kuat di FIFA ASEAN Cup 2026. Singapura siap menghadapi tantangan di GBK.
FIFA President Gianni Infantino. (AFP/SIMON MAINA/SIMON MAINA)
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden FIFA Gianni Infantino membuka wacana perubahan tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut. Ia mengusulkan konsultasi dengan konfederasi dan 211 asosiasi anggota FIFA untuk membahas penguatan proses pengambilan keputusan.
Usulan itu disampaikan Infantino melalui surat kepada anggota Dewan FIFA dan presiden seluruh asosiasi anggota pada Senin (21/9/2026). Dalam surat tersebut, ia juga menyatakan terbuka terhadap penilaian eksternal dan independen terhadap kerangka tata kelola FIFA untuk berbagai inisiatif strategis.
Wacana tersebut muncul setelah FIFA menghadapi sorotan terkait FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah rencana untuk mengembangkan pengelolaan hak komersial kompetisi FIFA dengan melibatkan investasi swasta.
FIFA akhirnya menghentikan rencana tersebut pada akhir Juli 2026 setelah muncul penolakan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi anggota.
Dalam suratnya, Infantino mengatakan akan mengusulkan kepada Dewan FIFA pembentukan konsultasi yang dilakukan secara langsung, terstruktur, dan memiliki batas waktu.
Konsultasi itu akan melibatkan konfederasi, asosiasi anggota, serta pemangku kepentingan terkait. Fokus pembahasannya adalah bagaimana proses pengambilan keputusan FIFA dapat diperkuat.
Salah satu hal yang akan dibahas adalah pembagian peran antara Presiden FIFA, Biro, Dewan FIFA, dan Kongres FIFA ketika organisasi mengambil keputusan strategis.
Aspek lain yang menjadi perhatian mencakup transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan.
Infantino juga mengusulkan agar Dewan FIFA mempertimbangkan evaluasi eksternal dan independen terhadap kerangka tata kelola yang digunakan untuk berbagai keputusan strategis. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi perubahan lebih lanjut.
Pembahasan mengenai tata kelola FIFA tidak terlepas dari kontroversi FIFA Forward Enterprise.
Dalam proposal yang diperkenalkan FIFA pada Juli 2026, FFE dirancang sebagai entitas yang mengonsolidasikan aktivitas komersial dan operasional kompetisi FIFA. FIFA saat itu menyebut langkah tersebut berpotensi meningkatkan pendanaan untuk program pengembangan sepak bola bagi 211 asosiasi anggota.
Rencana tersebut memicu keberatan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA, AFC, dan CONCACAF. Kritik terutama berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan kurangnya konsultasi dengan pihak-pihak terkait.
FIFA kemudian menarik proposal tersebut. Infantino menyatakan proyek itu tidak akan dilanjutkan setelah pembahasan dengan berbagai pihak menunjukkan bahwa rencana tersebut telah menimbulkan perpecahan yang dinilai tidak lagi sejalan dengan tujuan awal proyek.
Pada awal Agustus, FIFA juga mengakui adanya kekeliruan dalam proses tersebut dan menyatakan akan melakukan peninjauan. Laporan mengenai hasil peninjauan dijadwalkan disampaikan kepada Dewan FIFA.
Usulan baru Infantino dijadwalkan menjadi bahan pembahasan dalam rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober 2026.
Perubahan terhadap Statuta FIFA pada akhirnya membutuhkan persetujuan Kongres FIFA. Karena itu, konsultasi dengan asosiasi anggota akan menjadi bagian penting apabila pembahasan tersebut berujung pada perubahan aturan organisasi.
Infantino juga menyatakan bahwa sikap sebuah asosiasi anggota terhadap persoalan tata kelola tidak akan memengaruhi perlakuan FIFA terhadap asosiasi tersebut.
Program pengembangan dan solidaritas FIFA, menurutnya, tetap akan dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Pembahasan mengenai reformasi tata kelola berlangsung beberapa bulan sebelum pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.
Infantino telah menyatakan keinginannya untuk mencalonkan diri kembali. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Hingga 22 September 2026, belum ada kandidat penantang yang secara resmi diumumkan. Sejumlah pejabat sepak bola disebut sedang mencari sosok yang dapat maju menghadapi Infantino, tetapi proses tersebut masih berlangsung.
Salah satu nama yang disebut dalam dinamika tersebut adalah Presiden CONCACAF Victor Montagliani. Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa Montagliani akan mencalonkan diri sebagai presiden FIFA.
Selain persoalan tata kelola, isu keuangan FIFA juga menjadi bagian dari perdebatan. Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Montagliani sebelumnya mengusulkan peninjauan independen terhadap cadangan keuangan FIFA serta distribusi dana kepada 211 asosiasi anggota.
Reuters melaporkan keduanya mengusulkan distribusi sekitar US$2,1 miliar kepada asosiasi anggota untuk periode 2027-2030, dengan usulan sedikitnya US$10 juta untuk setiap asosiasi. Proposal tersebut menjadi bagian dari dorongan untuk meningkatkan transparansi keuangan dan evaluasi independen di FIFA.
Dengan konsultasi baru yang akan dibahas Dewan FIFA pada Oktober, proses tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan masa depan tata kelola organisasi menjelang Kongres dan pemilihan presiden FIFA 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Singapura Gavin Lee menyadari Timnas Indonesia lebih kuat di FIFA ASEAN Cup 2026. Singapura siap menghadapi tantangan di GBK.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.