Marc Marquez Akui Pedro Acosta Bisa Mengalahkannya di Ducati

Jumali
Jumali Jum'at, 25 September 2026 07:57 WIB
Marc Marquez Akui Pedro Acosta Bisa Mengalahkannya di Ducati

Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA— Marc Márquez tak menutup kemungkinan Pedro Acosta mampu mengalahkannya ketika keduanya menjadi rekan setim di Ducati Lenovo Team mulai MotoGP 2027.

Márquez bahkan secara langsung menyebut Acosta sebagai pembalap yang berpotensi mengalahkannya. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Acosta meraih kemenangan perdana di kelas MotoGP pada Grand Prix Austria 2026.

Ketika ditanya apakah dirinya akan kembali mengalahkan rekan setim seperti yang pernah dilakukan sepanjang kariernya, Márquez memberikan jawaban berbeda.

“Tidak. Menurut saya, dialah pembalap yang bisa mengalahkan saya,” kata Márquez seperti dikutip dari MotoGP.

Acosta memang tengah memasuki fase penting dalam kariernya. Pembalap Spanyol kelahiran 25 Mei 2004 itu akhirnya meraih kemenangan pertamanya di kelas premier pada GP Austria di Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026).

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Acosta setelah 56 kali start di MotoGP. Ia mengalahkan Jorge Martin untuk merebut posisi pertama sekaligus memberikan kemenangan MotoGP kepada KTM di kandang sendiri.

Acosta Bakal Jadi Rekan Setim Marquez

Mulai musim 2027, Acosta akan meninggalkan KTM dan bergabung dengan Ducati Lenovo Team. Ducati telah mengonfirmasi kontrak pembalap bernomor 37 tersebut untuk musim 2027 dan 2028.

Acosta akan mengendarai Desmosedici GP tim pabrikan dan berada satu garasi dengan Márquez. Kepindahan itu sekaligus membuat Francesco Bagnaia keluar dari tim pabrikan Ducati untuk musim 2027.

Márquez tidak menganggap kehadiran Acosta sebagai sesuatu yang mengejutkan. Menurutnya, pembalap berusia 22 tahun tersebut memang memiliki potensi besar dan dapat berkembang lebih jauh ketika mengendarai Ducati.

“Pedro akan menjadi salah satu nama besar tahun depan dan di masa depan. Dia bisa belajar banyak tentang cara mengendarai Ducati,” ujar Márquez.

Márquez juga menyadari bahwa Acosta akan memiliki pendekatan dan gaya balapnya sendiri ketika beradaptasi dengan Desmosedici.

“Dia akan punya gayanya sendiri, tetapi saya tidak akan mengubah gaya saya,” tegasnya.

Duet Dua Generasi di Ducati

Kehadiran Acosta membuat Ducati memiliki kombinasi usia yang cukup kontras. Márquez akan berusia 34 tahun pada 2027, sedangkan Acosta akan berusia 22 tahun.

Bagi Márquez, faktor usia bukan alasan untuk mengubah pendekatannya ketika menghadapi rekan setim baru.

“Tahun depan saya akan berusia 34 tahun, saya adalah Marc, saya akan berusaha 100 persen, dan kita lihat saja nanti,” kata Márquez.

Acosta sendiri datang ke Ducati dengan rekam jejak yang cukup kuat. Sebelum meraih kemenangan pertamanya di MotoGP, ia telah memenangkan gelar dunia Moto3 pada 2021 dan Moto2 pada 2023. Ia kemudian meraih penghargaan Rookie of the Year MotoGP 2024 dan finis keempat klasemen akhir 2025.

Kemenangan di Austria menjadi pencapaian penting lainnya sebelum Acosta meninggalkan KTM pada akhir musim 2026. Kini, tantangan berikutnya adalah melihat bagaimana persaingannya dengan Márquez ketika keduanya mengendarai motor yang sama di Ducati mulai musim 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online