Cara Berhenti Langganan Meta One di WhatsApp, Instagram, iPhone, Android
Cara berhenti langganan Meta One agar tidak diperpanjang otomatis. Simak langkah membatalkan lewat WhatsApp, App Store, dan Google Play.
Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie/Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil mengakhiri penantian 28 tahun untuk kembali meraih medali emas Asian Games. Indonesia menaklukkan China 3-2 dalam final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Kamis (24/9/2026).
Kemenangan tersebut diraih melalui pertarungan sengit setelah Indonesia sempat tertinggal 0-2. Alwi Farhan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Muhammad Zaki Ubaidillah menjadi penentu kebangkitan Indonesia hingga akhirnya memastikan medali emas.
Di balik keberhasilan tersebut, penampilan Jonatan Christie menjadi perhatian. Tunggal putra Indonesia yang kini berstatus nomor satu dunia itu kembali gagal menyumbangkan poin pada partai pertama.
Jonatan harus mengakui keunggulan tunggal putra China, Shi Yu Qi, dalam dua gim langsung dengan skor 13-21, 18-21. Kekalahan tersebut membuat Jonatan mencatat tiga kekalahan dari tiga penampilannya selama nomor beregu putra Asian Games 2026.
Setelah pertandingan final, penampilan Jonatan menjadi bahan pembicaraan warganet di media sosial. Kolom komentar akun Instagram Jonatan Christie dipenuhi beragam respons, mulai dari kritik hingga dukungan.
Sejumlah warganet mempertanyakan performa Jonatan yang berstatus sebagai pemain nomor satu dunia tetapi belum meraih kemenangan dalam tiga penampilannya di nomor beregu.
“Ranking satu dunia loh bang, harus lebih semangat lagi ya next-nya,” tulis salah satu akun.
Ada pula warganet yang menyoroti catatan tiga kekalahan Jonatan selama nomor beregu putra Asian Games 2026.
Namun, tidak seluruh komentar bernada kritik. Sejumlah pengguna Instagram memberikan dukungan kepada Jonatan setelah Indonesia memastikan medali emas.
“Terima kasih Jo sudah memberikan yang terbaik,” tulis salah satu warganet.
Warganet lainnya meminta Jonatan tidak patah semangat dan menjadikan hasil di nomor beregu sebagai bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.
Jonatan sendiri tidak menghindari hasil yang diraihnya. Setelah kalah dari Shi Yu Qi, ia menyampaikan permohonan maaf karena belum mampu memberikan satu poin pun untuk Indonesia sepanjang nomor beregu.
“Saya mengucapkan permohonan maaf karena belum sekalipun menyumbang poin untuk Indonesia. Jujur saya sangat kecewa dengan penampilan saya di partai beregu kali ini,” kata Jonatan, dikutip dari Antara.
Jonatan sebelumnya juga telah berusaha melakukan evaluasi setelah kekalahan di pertandingan sebelumnya. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kemenangan saat menghadapi Shi Yu Qi di final.
Meski demikian, hasil nomor beregu putra tetap memberikan catatan penting bagi Indonesia. Setelah tertinggal 0-2 dari China, Indonesia mampu memenangkan tiga pertandingan berikutnya dan memastikan emas dengan skor akhir 3-2.
Medali tersebut menjadi emas pertama Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun sejak terakhir kali tim beregu putra Indonesia menjadi juara Asian Games pada 1998.
Perjalanan Jonatan di Asian Games 2026 belum selesai. Setelah nomor beregu, perhatian berikutnya akan beralih ke nomor perorangan, sehingga ia masih memiliki kesempatan untuk kembali bertanding dan memperbaiki catatannya di Aichi-Nagoya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara berhenti langganan Meta One agar tidak diperpanjang otomatis. Simak langkah membatalkan lewat WhatsApp, App Store, dan Google Play.
Kedutaan Denmark di Jakarta membuka lowongan Development and Compliance Officer. Cek syarat, ketentuan kerja, dan batas pendaftaran 9 Oktober 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Stok minyak Singapura turun 6,9% menjadi 39,68 juta barel. Indonesia menjadi tujuan terbesar ekspor bensin Singapura dengan 231.000 ton.
Nissan Skyline generasi ke-14 meluncur Desember 2026. Mobil ini dikembangkan hanya 26 bulan dengan bantuan AI dan diproduksi di Tochigi, Jepang.
Kaspersky mengungkap kampanye Mirage Kitten yang menyebarkan RAT NodeRabbit dan PollCat melalui tes coding palsu di LinkedIn.