Tol Jogja-Solo di Ringroad Kronggahan Rampung Oktober 2026, Desember Fungsional
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra memimpin latihan PSS./Istimewa-PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra angkat bicara mengenai desakan sejumlah suporter yang meminta dirinya meninggalkan tim apabila kembali menelan kekalahan, termasuk saat menghadapi PSM Makassar.
Pelatih asal Belanda itu menyebut keputusan mengenai masa depannya bukan berada di tangan suporter. Menurut Huistra, manajemen PSS Sleman yang memiliki kewenangan untuk menentukan posisinya sebagai pelatih.
“Mereka tidak memutuskan itu, manajemen yang akan memutuskan. Saya pikir masih terlalu dini untuk mengambil keputusan semacam itu. Namun dalam sepak bola, semua tergantung emosi, dan kita tahu PSS adalah klub yang penuh dengan emosi,” kata Huistra seusai memimpin latihan di Lapangan Pakembinangun, Jumat (25/9/2026).
Huistra Tekankan Kepercayaan Diri
Alih-alih membahas desakan untuk hengkang, Huistra menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri di seluruh elemen PSS Sleman.
Menurut dia, klub, suporter, dan pemain perlu menjaga konsistensi serta memiliki keyakinan terhadap kemampuan tim.
“Penting bagi mereka untuk tetap konsisten. Klub, suporter, dan para pemain harus percaya pada diri mereka sendiri,” tandasnya.
Huistra menilai kepercayaan diri dapat membantu tim mengeluarkan potensi terbaiknya. Dengan keyakinan tersebut, dia berharap PSS Sleman mampu meraih kemenangan demi kemenangan sepanjang musim ini.
“Ketika anda percaya pada diri sendiri, anda percaya bahwa tim ini memiliki potensi yang baik dan akan memenangkan banyak pertandingan musim ini,” tegasnya.
Pieter Huistra Nilai Skuad PSS Cukup Bagus
Selain merespons desakan suporter, Huistra juga menanggapi anggapan bahwa skuad PSS Sleman tidak memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing di Liga 1.
Bahkan, ada penilaian bahwa kualitas skuad PSS saat ini setara dengan tim yang berlaga di Liga 2. Huistra tidak sepakat dengan anggapan tersebut.
Pelatih asal Belanda itu mengaku senang dengan materi pemain yang dimiliki PSS Sleman saat ini. Meski demikian, ia menyebut tim tetap mencari berbagai cara untuk meningkatkan kualitas skuad.
“Saya tidak setuju dengan [anggapan] itu. Saya senang dengan tim ini. Tentu saja kami selalu mencari cara untuk membuat tim lebih kuat, tetapi saya pikir tim ini cukup bagus. Jika semua pemain fit, tim ini cukup bagus untuk memenangkan pertandingan di Super League,” katanya.
Huistra pun menegaskan bahwa kondisi kebugaran pemain menjadi salah satu faktor yang dia perhatikan dalam upaya membawa PSS meraih hasil positif di kompetisi musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.