Jelang Indonesia vs Malaysia, Psywar SUGBK dan Rekor Garuda Jadi Sorotan

Jumali
Jumali Sabtu, 26 September 2026 16:47 WIB
Jelang Indonesia vs Malaysia, Psywar SUGBK dan Rekor Garuda Jadi Sorotan

Pesepak bola Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen (tengah) berselebrasi bersama rekannya usai mencetak gol ke gawang Timnas Singapura dalam pertandingan penyisihan Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). /Antara-Rivan Awal Lingga

Harianjogja.com, JOGJA— Laga Timnas Indonesia vs Malaysia pada matchday kedua Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dipanaskan oleh narasi di media sosial. Salah satu akun asal Malaysia, @OnefootballM, melontarkan psywar menjelang duel kedua tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).

Akun tersebut mengunggah pernyataan yang menyiratkan keyakinan Malaysia kembali mampu menaklukkan Indonesia di markasnya.

“GBK tumbang lagi? Tentu saja,” tulis @OnefootballM.

Pernyataan tersebut merujuk pada sejumlah pertemuan Indonesia dan Malaysia di SUGBK yang berakhir dengan hasil kurang menguntungkan bagi tuan rumah.

Rekor Indonesia vs Malaysia di SUGBK

Salah satu kekalahan yang masih relatif dekat terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Indonesia menjamu Malaysia pada 5 September 2019 di SUGBK dan harus menyerah 2-3.

Indonesia sebenarnya sempat dua kali memimpin pertandingan. Namun, Malaysia mencetak gol penentu kemenangan pada masa tambahan waktu dan membawa pulang tiga poin.

Duel Indonesia-Malaysia di SUGBK juga memiliki catatan panjang. Pada semifinal Piala Tiger 2004, Indonesia kalah 1-2 dari Malaysia dalam leg pertama di Jakarta pada 28 Desember 2004.

Sementara itu, pada final sepak bola SEA Games 2011, Timnas Indonesia U-23 bermain 1-1 melawan Malaysia hingga perpanjangan waktu. Malaysia kemudian menang 4-3 dalam adu penalti di SUGBK dan membawa pulang medali emas.

Namun, catatan tersebut bukan berarti Indonesia selalu kesulitan menghadapi Malaysia di stadion yang sama.

Indonesia justru pernah mencatat kemenangan telak 5-1 atas Malaysia dalam laga pembuka Grup A Piala AFF 2010 di SUGBK. Pertandingan yang dimainkan pada 1 Desember 2010 itu berlangsung di bawah arahan Alfred Riedl.

Artinya, kemenangan terakhir Indonesia atas Malaysia di SUGBK memang terjadi pada 2010, tetapi rekor pertemuan di stadion tersebut tidak sepenuhnya menjadi milik Malaysia.

John Herdman Sudah Diingatkan soal Rivalitas Indonesia-Malaysia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyadari laga melawan Malaysia memiliki arti khusus bagi publik kedua negara.

Herdman mengaku berkali-kali mendapat pengingat mengenai besarnya rivalitas tersebut selama berada di Indonesia. Ia bahkan menceritakan percakapannya dengan orang-orang yang ditemuinya saat sarapan.

“Setiap hari saat sarapan, orang yang sama selalu berkata kepada saya, 'Malaysia, Malaysia, Anda harus menang',” ujar Herdman setelah Indonesia mengalahkan Singapura 2-0, Jumat (25/9/2026).

Meski memahami besarnya rivalitas, Herdman meminta skuad Garuda tidak larut dalam tekanan ataupun sejarah pertemuan kedua negara.

“Selalu hormati momennya. Jangan bermain untuk momennya, tetapi hormati pertandingan tersebut,” kata Herdman.

Pertandingan Indonesia vs Malaysia dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada Senin (28/9/2026) pukul 19.30 WIB. FIFA mencatat laga tersebut sebagai pertandingan kedua Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia dan Malaysia Sama-sama Raih Tiga Poin

Pertemuan ini menjadi semakin penting karena kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan.

Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 melalui gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny. Sementara Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin setelah matchday pertama.

Malaysia berada di posisi pertama, sedangkan Indonesia menempati peringkat kedua. Selisih gol menjadi pembeda antara kedua tim.

Dalam format Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026, juara Grup A akan melaju ke final. Sementara tim yang finis sebagai runner-up akan tampil dalam perebutan tempat ketiga. Karena itu, duel Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu laga penting dalam perebutan posisi teratas Grup A.

Dengan latar belakang rivalitas panjang, catatan pertemuan di SUGBK, serta posisi kedua tim yang berdekatan di klasemen, pertandingan 28 September dipastikan menjadi salah satu duel yang paling dinanti pada fase grup FIFA ASEAN Cup 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online