Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 sekaligus mencetak rekor dunia clean and jerk dan total angkatan. /Antara.
Harianjogja.com, NAGOYA— Rahmat Erwin Abdullah kembali mengangkat nama Indonesia ke podium tertinggi Asian Games. Tiga tahun setelah meraih medali emas di Hangzhou, China, lifter Indonesia tersebut kembali berjaya pada Asian Games 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang.
Kali ini, Rahmat tampil di kelas 75 kilogram putra. Sebelumnya, ia menjadi juara di kelas 73 kilogram putra pada Asian Games 2022 yang digelar setahun lebih lambat, yakni pada 2023, akibat penundaan.
Jeda waktu tersebut tidak mengubah konsistensi Rahmat di panggung terbesar olahraga Asia. Dalam dua penampilannya di Asian Games, dua kali pula ia berhasil membawa pulang medali emas.
Lebih istimewa lagi, emas kedua Rahmat di Asian Games datang bersama catatan rekor dunia. Di Nagoya, ia mencetak rekor dunia clean and jerk kelas 75 kilogram putra dengan angkatan 206 kilogram.
Rahmat juga membukukan rekor dunia total angkatan dengan catatan 366 kilogram.
Persaingan Sengit di Kelas 75 Kilogram
Persaingan di kelas 75 kilogram putra berlangsung ketat. Lifter Korea Utara, Ri Chong-song, mencatatkan rekor dunia snatch dengan angkatan 162 kilogram.
Namun, catatan tersebut belum cukup mengantarkan Ri ke posisi teratas. Ia kalah dalam total angkatan dari Rahmat dan lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, setelah gagal menyamai raihan kedua pesaingnya pada sesi clean and jerk.
Rahmat akhirnya meraih medali emas. Weeraphon membawa pulang perak, sedangkan Ri harus puas dengan medali perunggu.
Pertarungan di nomor tersebut juga diwarnai sejumlah pemecahan rekor dunia dan rekor Asian Games. Pada angkatan snatch, terjadi dua kali pemecahan rekor dunia dan satu kali rekor Asian Games.
Ri dan Weeraphon secara bergantian memecahkan rekor dalam jenis angkatan tersebut.
Persaingan semakin sengit pada angkatan clean and jerk dan total angkatan. Masing-masing terjadi lima kali pemecahan rekor dunia, termasuk yang dilakukan Rahmat.
Rahmat sendiri mencatat dua kali pemecahan rekor dunia pada clean and jerk serta dua kali pada total angkatan.
Gagal ke Olimpiade Paris 2024
Sebelum meraih emas di Asian Games, Rahmat telah lebih dulu mencatatkan prestasi di level dunia. Pada 9 Desember 2022 di Bogota, Kolombia, ia memecahkan rekor dunia dan rekor Asia untuk clean and jerk pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022.
Saat itu, Rahmat mengangkat beban 200 kilogram. Catatan tersebut satu kilogram lebih berat dibandingkan rekor lifter China, Shi Zhiyong, pada Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent, Uzbekistan.
Namun, Rahmat kemudian gagal tampil pada Olimpiade Paris 2024 setelah tidak lolos kualifikasi. Ia kalah bersaing dengan Rizki Juniansyah yang berjaya di kelas 73 kilogram putra pada Piala Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand.
Aturan kualifikasi ketika itu melarang dua lifter dari negara yang sama berlaga di kelas yang sama pada Olimpiade 2024. Padahal, Rahmat juga berhasil meraih medali perak dan perunggu pada ajang Piala Dunia di Phuket tersebut.
Rahmat pun hanya menjadi penonton di Olimpiade Paris 2024. Sebelumnya, pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021, ia berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia.
Di Paris 2024, Rizki berhasil meraih medali emas. Raihan tersebut menjadi salah satu dari dua emas Indonesia selain yang dipersembahkan dari cabang olahraga panjat tebing.
Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026
Pada Asian Games 2026, angkat besi menjadi cabang olahraga kedua yang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Raihan tersebut sekaligus membuka kembali keran emas Indonesia setelah tim beregu putra bulu tangkis mengakhiri penantian emas selama lima hari.
Medali emas Rahmat di kelas 73 kilogram putra menjadi salah satu dari tiga emas yang pernah diraih Indonesia dari cabang angkat besi sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Satu medali emas lainnya disumbangkan lifter senior sekaligus legenda angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan. Ia meraih emas kelas 62 kilogram pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
Ketangguhan Rahmat Jadi Inspirasi
Pencapaian Rahmat Erwin Abdullah juga menunjukkan sikap pantang menyerah setelah kegagalannya tampil membela Indonesia pada Olimpiade Paris 2024.
Kekecewaan tersebut ia jawab dengan meraih medali emas kelas 73 kilogram pada Kejuaraan Asia 2025. Setelah itu, Rahmat kembali meraih emas kelas 88 kilogram putra pada SEA Games 2025 di Thailand.
Setahun kemudian di Nagoya, Rahmat kembali mengukir prestasi dengan merebut medali emas Asian Games untuk kedua kalinya. Ketangguhan mental dan tekad untuk terus konsisten di level puncak menjadi bagian penting dari perjalanan prestasinya.
Konsistensi, tekad, dan kepercayaan diri tersebut lahir dari pengalaman panjang di berbagai kompetisi. Rahmat juga merupakan pemegang medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 dan 2022.
Lifter kelahiran 13 Oktober 2000 itu menjalani debut internasional pada Kejuaraan Dunia Junior 2017 di Bangkok, Thailand, ketika turun di kelas 69 kilogram.
Pengalaman panjang tersebut turut menggembleng Rahmat menjadi atlet dengan jiwa petarung dan pemenang.
Faktor keluarga juga turut membentuk karakter Rahmat. Ia merupakan putra tunggal Erwin Abdullah, lifter peraih medali perak Asian Games 2002.
Sementara itu, ibunya, Ami Asun Budiono, merupakan mantan lifter nasional yang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 1995.
Tak heran jika setelah mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia di Asian Games 2026, Rahmat mendedikasikan kemenangan tersebut untuk keluarganya.
"Untuk anak, istri, dan orang tua di rumah," ujar Rahmat kepada awak media.
Keluarga Rahmat tentu turut merasakan kebanggaan atas pencapaian tersebut. Begitu pula masyarakat Indonesia yang menyaksikan perjuangannya bertarung sengit demi menjadi yang terbaik di panggung Asian Games 2026.
Perjalanan Rahmat di Nagoya diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi atlet-atlet Indonesia lainnya untuk mengikuti jejak suksesnya, sebagaimana yang telah ditunjukkan tim bulu tangkis putra dua hari sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.