Italia Menang 4-1 atas Turki, Pio Esposito Cetak Rekor

Jumali
Jumali Selasa, 29 September 2026 06:27 WIB
Italia Menang 4-1 atas Turki, Pio Esposito Cetak Rekor

Timnas Italia/Instagram: Azzuri

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Italia bangkit dari kekalahan pada laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027 dengan mengalahkan Turki 4-1. Empat gol Azzurri dicetak Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, Michael Kayode, dan Francesco Pio Esposito dalam pertandingan yang juga menjadi panggung bagi sejumlah catatan sejarah baru.

Kemenangan tersebut sekaligus memberi perubahan besar bagi situasi Italia setelah sebelumnya takluk 0-2 dari Belgia. Pelatih Italia melakukan delapan perubahan dalam susunan pemain, termasuk menurunkan Michael Kayode, Matteo Ruggeri, dan Sebastiano Esposito sejak awal pertandingan.

Bagi pembaca yang mengikuti perjalanan Italia di Nations League, pertandingan ini menjadi perhatian karena kedua tim datang dengan kondisi serupa. Italia dan Turki sama-sama mengawali kompetisi dengan kekalahan sehingga laga di Bursa menjadi kesempatan bagi keduanya untuk meraih poin pertama.

Dua bersaudara Esposito cetak sejarah

Salah satu momen yang paling menonjol terjadi sebelum pertandingan berlangsung. Francesco Pio Esposito dan Sebastiano Esposito sama-sama dipercaya menjadi starter, sebuah catatan yang membawa kembali sejarah lebih dari satu abad dalam perjalanan Timnas Italia.

Keduanya menjadi pasangan saudara yang kembali menjadi starter bersama Italia setelah Aldo dan Luigi Cevenini melakukannya pada 1915. Sebastiano juga menjalani debut internasionalnya, sedangkan Pio telah lebih dahulu memperkuat Azzurri. Catatan tersebut membuat keluarga Esposito semakin menonjol dalam sejarah tim nasional karena Salvatore Esposito, saudara tertua mereka, juga pernah tampil untuk Italia.

Selain kedua bersaudara tersebut, Nicolò Fagioli kembali tampil setelah penampilan terakhirnya pada Oktober 2024. Alessandro Bastoni juga kembali memperkuat Italia setelah menjalani sanksi larangan bertanding.

Di kubu Turki, Vincenzo Montella menghadapi sejumlah kendala. Kiper Uğurcan Çakır tidak dapat bermain setelah mendapat kartu merah ketika Turki kalah 0-1 dari Prancis. Kenan Yıldız, Hakan Çalhanoğlu, dan Mert Müldür juga tidak tersedia karena cedera.

Italia langsung unggul tiga gol

Italia tidak membutuhkan waktu lama untuk mengubah dominasi menjadi gol. Francesco Pio Esposito lebih dahulu memperoleh peluang setelah menerima umpan terobosan Davide Frattesi, tetapi tembakannya masih mampu dihentikan kiper Turki.

Beberapa saat kemudian, situasi sepak pojok Matteo Ruggeri menghasilkan gol pertama. Tendangan sudut yang tidak sempurna disapu Zeki Çelik, tetapi bola justru mengarah kepada Alessandro Bastoni. Bek tersebut langsung melepaskan tembakan yang bersarang di bagian atas gawang dari jarak 12 yard.

Gol itu juga menandai kembalinya Bastoni setelah menjalani hukuman akibat kartu merah pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina.

Italia kemudian menggandakan keunggulan melalui kombinasi Davide Frattesi, Francesco Pio Esposito, dan Giacomo Raspadori. Michael Kayode mendapat kesempatan melepaskan tembakan menyilang, tetapi bola ditepis kiper. Frattesi berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola muntah di tiang jauh dan membuat Italia unggul 2-0.

Turki sebenarnya memperoleh kesempatan memperkecil ketertinggalan melalui Can Uzun setelah menerima umpan Baris Alper Yilmaz. Namun, peluang tersebut tidak menghasilkan gol. Italia justru kembali mencetak gol beberapa menit kemudian.

Kali ini, Francesco Pio Esposito mengirim bola kepada Kayode di sisi kanan. Pemain yang menjalani debut bersama Italia itu kemudian melepaskan tembakan ke tiang dekat dan membawa Azzurri unggul 3-0. Tiga gol dalam 30 menit pertama menjadi catatan penting bagi Italia setelah terakhir kali mereka mencatat torehan serupa dalam pertandingan kompetitif melawan Lituania pada September 2021.

Sebelum turun minum, Italia masih mendapatkan sejumlah peluang. Giacomo Raspadori sempat melepaskan tembakan yang melambung setelah memanfaatkan back-heel Sebastiano Esposito. Raspadori kemudian kembali memperoleh kesempatan melalui sepakan voli dari umpan silang Kayode, tetapi bola masih melebar.

Turki sempat memperkecil skor

Turki mencoba mengubah permainan setelah jeda dengan melakukan tiga pergantian pemain. Upaya tersebut langsung menghasilkan gol ketika babak kedua baru berjalan sekitar 90 detik.

Kelengahan lini belakang Italia membuat umpan silang lambung mengejutkan Matteo Ruggeri dan Gianluigi Donnarumma. Oguz Aydin kemudian mengirim umpan tarik dari sisi kanan yang diselesaikan Baris Alper Yilmaz ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 1-3.

Gol tersebut belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Italia kembali mendapatkan momentum setelah Nicolò Cambiaghi, yang masuk sebagai pemain pengganti, memotong umpan Turki dan memberikan bola kepada Sandro Tonali.

Tonali kemudian melepaskan tembakan melengkung yang membentur tiang jauh. Bola pantulan itu langsung disambut sundulan Francesco Pio Esposito yang mengarah ke dalam gawang. Italia kembali menjauh dengan skor 4-1.

Gol tersebut juga menjadi catatan pribadi bagi Pio Esposito. Penyerang Inter Milan itu menjadi pemain kedua dalam sejarah Italia yang mampu mencetak lebih dari lima gol sebelum berusia 21 tahun, menyamai catatan legenda Azzurri Giuseppe Meazza.

Turki gagal menambah gol

Tuan rumah masih berusaha mencari gol tambahan setelah tertinggal tiga gol. Giorgio Scalvini sempat terkecoh oleh umpan lambung panjang, tetapi peluang tersebut tidak berujung penalti. Baris Alper Yilmaz justru menerima kartu kuning setelah dinilai melakukan diving karena tidak terjadi kontak fisik dengan Donnarumma.

Turki kemudian sempat mencetak gol melalui tembakan menyilang Baris Alper Yilmaz setelah menerima umpan Arda Güler. Namun, gol tersebut dianulir karena Oguz Aydin berada dalam posisi offside dan dinilai mengganggu upaya Donnarumma mengamankan bola.

Menjelang pertandingan berakhir, kiper pengganti Turki Altay Bayındır masih harus bekerja keras. Ia menggagalkan tembakan mendatar Cambiaghi dan kemudian mengamankan bola liar sebelum Kayode dapat menyambarnya.

Arda Güler juga mencoba menciptakan peluang melalui tembakan melengkung, tetapi bola melebar dari sasaran. Kesempatan terakhir Turki hadir melalui Kerem Aktürkoğlu yang mendapatkan ruang tembak dari jarak enam yard setelah Güler melewati tiga pemain di kotak penalti. Sepakannya justru melambung jauh.

Hingga pertandingan berakhir, Italia tetap mempertahankan keunggulan 4-1 atas Turki. Hasil tersebut menempatkan perhatian kembali kepada perubahan susunan pemain Italia, debut Kayode dan Ruggeri, sejarah dua bersaudara Esposito, serta gol Pio Esposito yang menambah catatan penting dalam karier internasionalnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online