Arif Aiman Disanjung Warga Malaysia Usai Tahan Indonesia 0-0

Jumali
Jumali Selasa, 29 September 2026 08:57 WIB
Arif Aiman Disanjung Warga Malaysia Usai Tahan Indonesia 0-0

Instagram: Timnas Indonesia

Harianjogja.com, JOGJA—Penampilan Arif Aiman saat Malaysia menahan Timnas Indonesia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat sorotan dari masyarakat Negeri Jiran. Salah satu akun media sosial Malaysia, @OnefootballM, bahkan menyebut winger Johor Darul Ta'zim (JDT) tersebut lebih baik dibandingkan pemain Timnas Indonesia mana pun.

“Banyak orang setuju bahwa Arif Aiman lebih baik ketimbang pemain Indonesia mana pun,” tulis @OnefootballM dalam unggahannya. Pernyataan tersebut muncul setelah Arif Aiman beberapa kali merepotkan pertahanan Indonesia dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).

Arif Aiman Merepotkan Pertahanan Indonesia

Arif Aiman memang menjadi salah satu pemain Malaysia yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Winger JDT itu mampu memberikan ancaman melalui pergerakan individu dan sempat mendapatkan peluang pada babak pertama.

FIFA mencatat Arif Aiman melakukan aksi individu dari lini tengah sebelum melepaskan tembakan yang masih dapat diamankan kiper Indonesia, Maarten Paes. Peluang tersebut menjadi salah satu momen ketika Malaysia mulai memberikan tekanan kepada pertahanan Garuda.

Performa tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan di media sosial Malaysia. Akun @ekorharimaumalaya juga menilai Arif Aiman tampil luar biasa, tetapi menganggap pemain 24 tahun itu terlalu banyak memikul beban serangan Malaysia seorang diri.

“Arif Aiman memang luar biasa… tapi capek juga kalau cuma mengandalkan dia,” tulis akun tersebut.

Sorotan kepada Arif Aiman tidak terlepas dari pertandingan yang berlangsung ketat. Malaysia memiliki keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama, tetapi Indonesia tetap mampu mempertahankan gawangnya hingga pertandingan berakhir.

Indonesia Bermain dengan 10 Pemain

Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah melalui pemeriksaan VAR. Haye sebelumnya menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman, sebelum keputusan wasit berubah menjadi kartu merah setelah melihat tayangan ulang.

Situasi tersebut membuat Malaysia memiliki keuntungan dalam jumlah pemain selama sebagian besar pertandingan. Namun, Indonesia tidak sepenuhnya bertahan pasif meski kehilangan satu pemain. Dean James sempat memaksa kiper Malaysia Syihan Hazmi melakukan penyelamatan, sedangkan Kevin Diks melepaskan tembakan yang masih melebar dari sasaran.

Di sisi lain, Malaysia beberapa kali mendapatkan peluang pada babak kedua. Paulo Josue dan Fergus Tierney sempat mengancam melalui sundulan, tetapi keduanya tidak menghasilkan gol.

Maarten Paes kemudian kembali menjadi bagian penting dari pertahanan Indonesia. Kiper Indonesia tersebut melakukan penyelamatan penting pada fase akhir pertandingan, sementara Justin Hubner melakukan sapuan di garis gawang untuk menggagalkan peluang Malaysia.

Pertandingan akhirnya berakhir 0-0 sehingga Indonesia dan Malaysia sama-sama mendapatkan satu poin. Hasil tersebut membuat kedua tim mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan masih berada di posisi teratas Grup A.

Indonesia dan Malaysia Sama-sama Punya 4 Poin

Persaingan Grup A kini memasuki pertandingan terakhir. Malaysia berada di puncak klasemen, sementara Indonesia menempati posisi berikutnya dengan jumlah poin yang sama. Singapura berada di bawah keduanya setelah mengalahkan Bangladesh 1-0 pada pertandingan sebelumnya.

Kemenangan Singapura atas Bangladesh membuat persaingan menuju babak final semakin terbuka. Singapura kini mengoleksi tiga poin dan masih memiliki peluang untuk melewati Malaysia maupun Indonesia pada pertandingan terakhir.

Bagi Indonesia, kemenangan atas Bangladesh pada pertandingan terakhir akan menjadi target utama untuk mengamankan posisi di persaingan Grup A. Jika Garuda meraih tiga poin, koleksi Indonesia menjadi tujuh poin.

Pada pertandingan lainnya, Malaysia akan menghadapi Singapura. Kedua pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung bersamaan pada Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB. Indonesia menghadapi Bangladesh, sedangkan Malaysia berjumpa Singapura.

Skenario Indonesia Menuju Final

Jika Indonesia menang atas Bangladesh dan pertandingan Malaysia melawan Singapura berakhir imbang, Indonesia akan mengoleksi tujuh poin dan Malaysia menjadi lima poin. Dalam skenario tersebut, Indonesia berada di atas Malaysia dalam klasemen.

Indonesia juga akan mencapai tujuh poin jika Singapura mengalahkan Malaysia. Hasil itu membuat Singapura mengoleksi enam poin, sedangkan Malaysia tetap dengan empat poin.

Namun, jika Malaysia mengalahkan Singapura, Indonesia dan Malaysia sama-sama berpeluang mengakhiri fase grup dengan tujuh poin apabila Garuda menang atas Bangladesh. Posisi akhir kemudian harus ditentukan berdasarkan aturan tie-break yang berlaku. Karena itu, hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura tetap penting bagi posisi akhir Grup A.

FIFA menyebut Malaysia dan Indonesia sama-sama unggul satu poin atas Singapura sebelum pertandingan terakhir Grup A, sedangkan Bangladesh belum meraih poin.

Dengan demikian, hasil imbang melawan Malaysia belum menutup jalan Indonesia menuju final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda masih memiliki satu pertandingan tersisa melawan Bangladesh, sementara Malaysia dan Singapura akan saling berhadapan pada waktu yang sama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online