Indonesia 0-0 Malaysia, Media Vietnam Puji Penampilan Maarten Paes
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Tim Manchester City saat menjuarai Liga Champions Eropa 2023. Antara/AFP/Paul Ellis
Harianjogja.com, JOGJA— Manchester City dinyatakan bersalah oleh Komisi independen atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Premier League selama sembilan musim. Namun, putusan tersebut belum langsung diikuti penetapan sanksi karena proses hukumnya masih berlanjut, termasuk kesempatan bagi Manchester City mengajukan banding hingga Jumat (2/10/2026).
Putusan yang diumumkan Premier League pada 29 September 2026 itu berkaitan dengan periode 2009/2010 hingga 2017/2018. Komisi independen juga menyatakan Manchester City terbukti melakukan sebagian besar pelanggaran terkait kewajiban bekerja sama dalam penyelidikan Premier League.
Bagi penggemar sepak bola, termasuk pembaca di Jogja yang mengikuti Liga Primer Inggris, perkembangan berikutnya justru akan menjadi bagian penting dari perkara ini. Sebab, status bersalah telah diumumkan, tetapi bentuk hukuman terhadap Manchester City masih harus diputuskan dalam sidang terpisah.
Dalam putusannya, Komisi independen menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan Manchester City sepanjang periode tersebut. Temuan itu mencakup penggunaan kontrak “palsu” dengan sejumlah mitra komersial yang dinilai tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya.
Pengaturan tersebut, menurut temuan Komisi, digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus menekan biaya. Manchester City juga dinilai mengandalkan perjanjian “palsu” dengan pihak lain dalam rangka pengaturan tersebut.
Selain itu, klub disebut menyerahkan laporan keuangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya serta menyembunyikan keadaan keuangannya dari auditor dan regulator sepak bola. Komisi juga menemukan Manchester City secara signifikan melanggar batas pengeluaran yang berlaku di Premier League dan UEFA.
Pelanggaran lain berkaitan dengan proses penyelidikan. Dari empat dugaan pelanggaran terhadap kewajiban bekerja sama dan beritikad baik dengan Premier League, tiga di antaranya dinyatakan terbukti. Komisi menyebut Manchester City melakukan berbagai upaya untuk menghentikan dan menghambat penyelidikan yang berlangsung selama empat tahun.
Salah satu bagian penting dari temuan tersebut berkaitan dengan kesepakatan komersial Manchester City. Komisi menemukan adanya sejumlah kesepakatan sponsor “palsu” yang menjadi bagian dari skema pendanaan terselubung.
Dalam skema itu, perusahaan sponsor hanya diwajibkan membayar sebagian dari nilai kontrak. Sisa pembiayaan disebut berasal dari Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), perusahaan yang memiliki klub tersebut.
Pengaturan lain yang juga didanai ADUG memungkinkan Manchester City mencatat biaya operasional lebih rendah daripada pengeluaran sebenarnya. Komisi juga menemukan adanya pengaturan “palsu” berbentuk transaksi berputar dengan Fordham, entitas yang membeli hak citra pemain Manchester City, dengan pendanaan dari ADUG.
Komisi menyatakan skema tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya klub secara artifisial dengan nilai lebih dari £900 juta selama periode yang diperiksa. Pengaturan itu disebut dilakukan agar Manchester City terlihat memenuhi ketentuan keuangan yang berlaku.
Jika seluruh kesepakatan tersebut dicatat secara akurat dalam laporan klub, Komisi menemukan Manchester City akan melampaui batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam jumlah yang sangat besar. Akibatnya, klub dinilai tidak melaporkan pendapatan dan pengeluarannya secara akurat untuk kepentingan aturan Profitability and Sustainability Rules Premier League serta aturan lisensi klub dan Financial Fair Play UEFA.
Komisi juga menyimpulkan bahwa tindakan Manchester City menunjukkan adanya upaya untuk menghindari aturan Premier League.
Meski seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius aturan keuangan telah dinyatakan terbukti, sanksi untuk Manchester City belum ditetapkan. Premier League menyebut persoalan hukuman akan dibahas dalam sidang terpisah bersama Komisi independen.
Dalam aturan Premier League, Komisi memiliki kewenangan luas dalam menentukan sanksi. Daftar sanksi yang tersedia mencakup denda, pengurangan poin, dan sanksi olahraga lainnya. Dengan demikian, jenis hukuman yang akan diterima Manchester City masih menunggu proses berikutnya.
Sidang mengenai sanksi tersebut akan berlangsung secara tertutup dan rahasia sesuai dengan aturan Premier League. Hasilnya baru dapat dipublikasikan ketika ketentuan yang berlaku mengizinkannya.
Keputusan yang menjadi dasar perkara tersebut telah dituangkan dalam Core Decision. Premier League saat ini baru menerbitkan versi yang telah disunting, sedangkan sejumlah lampiran tambahan akan dipublikasikan secepat mungkin ketika diperbolehkan. Komisi telah menetapkan putusan tersebut sebagai “final award”, dan Dewan Banding mengonfirmasinya sehingga Premier League dapat menerbitkan Core Decision.
Manchester City tidak menerima hasil keputusan tersebut. Dalam pernyataan resminya, klub mengaku kecewa dan terkejut atas pendapat Komisi Premier League.
“Klub ini tidak bersalah atas tuduhan yang dibuat oleh Liga Primer dan terdapat sejumlah besar bukti tak terbantahkan yang mendukung semua posisinya terkait kasus ini.”
“Oleh karena itu, Klub akan tanpa henti, dan jika perlu proaktif, di semua forum regulasi dan hukum yang sesuai,” tulis Manchester City dalam pernyataan resminya.
Manchester City juga menyatakan proses Premier League masih berjalan dan sejumlah bagian penting belum selesai. Klub akan menempuh jalur banding dengan alasan keputusan tersebut mengandung kesalahan material dalam hukum, prinsip, dan fakta serta dinilai tidak dapat diandalkan.
Manchester City memiliki waktu hingga Jumat, 2 Oktober untuk mengajukan banding terhadap temuan Komisi independen. Premier League sendiri menyatakan ingin menyelesaikan keseluruhan proses, termasuk banding dan publikasi keputusan yang relevan, secepat mungkin.
Perkara ini bermula dari penyelidikan Premier League yang dimulai pada Desember 2018. Keluhan kemudian diajukan berdasarkan Section W aturan liga pada Februari 2023, sementara persidangan Komisi independen berlangsung selama 42 hari dan berakhir pada Desember 2024.
Dengan putusan bersalah yang kini telah diumumkan, perhatian berikutnya akan tertuju pada dua tahap: banding Manchester City dan sidang penentuan sanksi. Selama kedua proses tersebut belum selesai, konsekuensi akhir bagi klub di kompetisi Premier League belum dapat dipastikan.
Bagi penggemar Manchester City dan pengikut Liga Primer di Indonesia, termasuk di Jogja, perkembangan setelah batas pengajuan banding 2 Oktober menjadi bagian yang perlu dicermati karena proses tersebut akan menentukan bagaimana putusan Komisi berlanjut dalam mekanisme disipliner Premier League.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.
Klasemen Asian Games 2026 menempatkan Indonesia di posisi 15 dengan tiga emas, tujuh perak, dan 20 perunggu.
Honda dikabarkan menyiapkan SUV Rp160 jutaan untuk India. Mesin Horse Powertrain dan produksi 2028 masih dalam tahap evaluasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.