Wayne Rooney Tolak Gelar Man City Dicabut, Pilih Degradasi

Jumali
Jumali Rabu, 30 September 2026 09:57 WIB
Wayne Rooney Tolak Gelar Man City Dicabut, Pilih Degradasi

Wayne Rooney/Manchester United

Harianjogja.com, JOGJA—Wayne Rooney tidak ingin menerima gelar Liga Inggris secara retroaktif jika Manchester City nantinya kehilangan gelar akibat kasus pelanggaran aturan finansial Premier League. Bagi mantan penyerang Manchester United itu, posisi finis kedua pada musim 2011-2012 membuat dirinya tidak merasa pantas menerima medali juara.

Pernyataan Rooney muncul setelah Manchester City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League selama sembilan musim, dari 2009 hingga 2018. Premier League menyebut komisi menemukan adanya kontrak komersial yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya serta skema yang membuat pendapatan klub terlihat lebih tinggi dan biaya lebih rendah lebih dari £900 juta.

Meski putusan pelanggaran telah diumumkan, Manchester City belum menerima sanksi akhir. Klub masih memiliki kesempatan mengajukan banding hingga Jumat, 2 Oktober, sehingga status gelar-gelar yang diraih pada periode tersebut belum berubah. Proses penentuan hukuman juga berlangsung secara terpisah dan bersifat tertutup hingga hasilnya dapat dipublikasikan.

Wayne Rooney Tak Mau Terima Medali dari Finis Kedua

Rooney merupakan bagian dari skuad Manchester United yang finis sebagai runner-up pada Liga Inggris 2011-2012. Manchester City menjadi juara pada musim tersebut setelah persaingan berlangsung hingga pertandingan terakhir, sehingga kemungkinan pencabutan gelar City kemudian memunculkan pembahasan tentang siapa yang berhak menerima status juara secara retroaktif.

Beberapa mantan pemain Manchester United memang telah menyinggung kemungkinan menerima gelar tersebut. Namun, Rooney mengambil sikap berbeda ketika membicarakan kemungkinan mendapatkan medali tambahan dalam podcast Stick to United.

"Ketika saya mendengar mantan rekan satu tim dan orang-orang mengatakan, 'kita telah memenangkan medali lagi', saya senang dengan lima medali yang telah saya menangkan," kata Rooney di podcast Stick to United, dikutip dari BBC.

"Saya tidak ingin hal ini hanya terdiam begitu saja... 15 tahun kemudian atau berapa pun lamanya, Anda mendapat medali karena City curang. Saya tidak akan merasa nyaman," jelasnya.

Rooney kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak melihat finis kedua sebagai dasar untuk mendapatkan gelar juara.

"Pertanyaannya adalah, apakah saya ingin menerima medali itu karena finis di posisi kedua? Tidak."

"Beberapa pemain mungkin akan menerimanya. Saya hanya tidak akan merasa nyaman menerima medali Liga Premier karena finis di posisi kedua."

Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan Reuters mengenai komentar Rooney. Ia menilai pencabutan gelar juga akan berdampak kepada pemain dan staf Manchester City yang saat itu menjalankan tugas di lapangan dan belum tentu mengetahui persoalan finansial yang sedang dipersoalkan. Rooney menyebut Manchester United tidak melakukan cukup hal untuk menjadi juara pada musim tersebut.

Rooney Justru Bicara Degradasi Manchester City

Di sisi lain, Rooney memiliki pandangan berbeda ketika membahas hukuman terhadap Manchester City. Ia memperkirakan klub tersebut dapat menghadapi degradasi apabila sanksi dijatuhkan setelah seluruh proses hukum dan banding selesai.

"Saya rasa kita akan melihat City terdegradasi," kata Rooney.

"Bagaimana pun itu terjadi, saya tidak tahu, tetapi saya pikir kita akan melihat mereka terdegradasi."

Rooney bahkan mengusulkan agar hukuman tidak berhenti pada penurunan satu tingkat kompetisi. Jika dirinya memiliki kewenangan menentukan sanksi, ia ingin Manchester City ditempatkan di level kompetisi serendah mungkin dan disertai pembatasan belanja selama beberapa musim.

"Saya akan menempatkan mereka di liga terendah yang bisa mereka ikuti dan kemudian memberlakukan pembatasan pada mereka dalam hal berapa banyak uang yang dapat mereka belanjakan untuk tiga atau empat musim ke depan."

"Jika Anda hanya menempatkan mereka di Championship, dan saya mengerti itu hukuman yang sangat berat, mereka akan kembali naik. Sedangkan, saya merasa jika mereka mendapat pembatasan... League Two, atau apa pun... itu bisa sangat sulit bagi mereka."

"Misalnya, jika mereka mendapat pengurangan 20 poin selama tiga tahun ke depan, maka para pemain tidak akan mau bertahan di sana. Jika mereka bermain di Championship selama satu musim, Anda bisa membujuk para pemain untuk pindah."

"Saya akan membuatnya sebesar mungkin," tutupnya.

Sanksi Manchester City Belum Diputuskan

Komentar Rooney tersebut merupakan pandangan pribadi mengenai bentuk hukuman yang menurutnya layak diberikan, bukan keputusan resmi Premier League. Sampai 30 September 2026, belum ada keputusan final mengenai apakah Manchester City akan mendapatkan pengurangan poin, degradasi, pencabutan gelar, atau bentuk sanksi lainnya.

Putusan komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial selama periode sembilan musim, serta sebagian besar dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan. Premier League menyebut skema kontrak tersebut membuat pendapatan klub meningkat secara artifisial dan biaya berkurang lebih dari £900 juta.

Manchester City membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan akan mengajukan banding dengan alasan terdapat kesalahan material dalam aspek hukum, prinsip, maupun fakta. Karena itu, kemungkinan perubahan terhadap gelar Liga Inggris yang pernah diraih City masih bergantung pada tahapan sanksi dan proses banding yang berjalan.

Bagi Rooney, persoalan gelar dan hukuman klub merupakan dua hal yang berbeda. Ia menolak kemungkinan menerima medali dari musim ketika Manchester United finis kedua, tetapi pada saat yang sama menginginkan hukuman berat terhadap Manchester City jika pelanggaran tersebut akhirnya menjadi dasar sanksi setelah seluruh proses yang tersedia selesai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online