John Herdman Siap Adu Taktik dengan Anthony Hudson di Final

Jumali
Jumali Jum'at, 02 Oktober 2026 06:57 WIB
John Herdman Siap Adu Taktik dengan Anthony Hudson di Final

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Indonesia kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menantikan pertemuan dengan Anthony Hudson saat Skuad Garuda menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar duel Indonesia melawan Thailand. Herdman dan Hudson sama-sama berasal dari Inggris dan pernah bersinggungan dalam persaingan sepak bola Amerika Utara ketika keduanya menangani tim nasional yang berbeda.

Herdman mengatakan Hudson sudah memahami cara dirinya menyiapkan sebuah tim. Pengetahuan tersebut didapat Hudson ketika masih menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas Amerika Serikat, sedangkan Herdman menangani Kanada.

"Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan," kata Herdman dikutip dari Antara. 

Hudson berada di jajaran staf Timnas Amerika Serikat yang ketika itu ditangani Gregg Berhalter pada Juli 2020 hingga Januari 2023. Pada periode yang hampir bersamaan, Herdman masih menjadi pelatih Kanada sehingga kedua tim beberapa kali bertemu.

Catatan pertemuan Kanada dan Amerika Serikat ketika Herdman menangani Kanada menunjukkan tiga pertandingan, dengan Herdman mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Salah satu pertemuan tersebut terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, sedangkan dua lainnya berlangsung dalam ajang Concacaf pada periode berikutnya.

Kini, pengalaman tersebut kembali menjadi bagian dari cerita menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Hudson yang menangani Thailand sejak tahun lalu akan berhadapan langsung dengan Herdman di area teknis SUGBK.

"Dan ya, saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus," kata Herdman.

Pertemuan Herdman dan Hudson sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Keduanya telah saling mengenal sejak berkarier di kawasan Amerika Utara dan Oseania. Hudson sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama mengenal Herdman dan pernah berada di lingkungan sepak bola yang sama. 

John Herdman Soroti Proses Pembentukan Tim

Di luar duel taktik dengan Hudson, Herdman juga menyoroti proses perkembangan Timnas Indonesia. Menurut dia, skuad Garuda masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry karena para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama dalam rangkaian turnamen ini.

Herdman menilai perkembangan sebuah tim tidak bisa dilepaskan dari pengalaman bertanding. Turnamen seperti FIFA ASEAN Cup 2026, menurut dia, menjadi bagian dari proses tersebut karena pemain dan staf pelatih bisa melihat respons tim ketika menghadapi situasi yang berbeda.

"Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk," kata pelatih 51 tahun itu.

Herdman kemudian membandingkan karakter yang ditunjukkan Timnas Indonesia dalam dua pertandingan terakhir. Pada laga sebelumnya, pemain Garuda memperlihatkan kemampuan bertahan untuk menjaga gawang tetap aman, sedangkan ketika menghadapi Bangladesh mereka menunjukkan kemampuan menyerang dengan menghasilkan sembilan gol.

"Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol," tambah dia.

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh sekaligus mengantarkan Indonesia ke partai puncak. Hasil tersebut membuat Skuad Garuda mengamankan posisi teratas Grup A setelah mengumpulkan tujuh poin dan unggul produktivitas gol atas Malaysia.

Sebelumnya, Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia meski harus tampil dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah. Herdman saat itu menilai kemampuan tim mempertahankan clean sheet menjadi salah satu catatan penting.  

Setelah itu, kebutuhan Indonesia berubah ketika menghadapi Bangladesh. Skuad Garuda membutuhkan kemenangan dengan margin gol besar untuk melewati Malaysia dan merebut tiket ke final.

Herdman Tegaskan Targetnya Bukan Berhenti di Final

Antusiasme Herdman menghadapi final juga muncul ketika ia merespons dukungan suporter SUGBK. Seusai kemenangan atas Bangladesh, pendukung Indonesia meneriakkan nama pelatih asal Inggris tersebut dari tribun stadion.

Herdman mengaitkan dukungan tersebut dengan target yang lebih panjang bersama Timnas Indonesia. Ia menegaskan keberhasilan mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026 bukan tujuan akhir dari proses yang sedang dibangun.

"Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah," ucap dia.

Target menuju Piala Dunia 2030 sebelumnya memang menjadi bagian dari proyek yang dibicarakan Herdman sejak ditunjuk menangani Timnas Indonesia. Dalam pernyataannya pada September, ia menyebut Piala Dunia 2030 sebagai salah satu ambisi yang ingin diwujudkan bersama skuad Garuda.  

Sementara itu, final FIFA ASEAN Cup 2026 akan mempertemukan Indonesia dan Thailand di SUGBK, Jakarta, pada Senin (5/10/2026). Laga tersebut sekaligus menjadi pertemuan pertama Herdman dan Hudson sebagai pelatih yang berdiri di sisi berlawanan dalam sebuah pertandingan final.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online