Media Malaysia Soroti Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh

Jumali
Jumali Jum'at, 02 Oktober 2026 08:27 WIB
Media Malaysia Soroti Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh

Pemain Malaysia kecewa karena gagal melaju ke final/Instagram: FAMalaysia

Harianjogja.com, JOGJA— Media Malaysia menyoroti tambahan waktu dalam pertandingan Indonesia vs Bangladesh yang berakhir 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB.

Stadium Astro mempertanyakan durasi tambahan waktu yang pada awalnya ditampilkan dua menit, tetapi pertandingan terus berlangsung hingga Indonesia mencetak dua gol penentu pada penghujung laga. Kevin Diks dan Mitchell Baker mencetak gol pada menit ke-90+6 dan 90+7 yang memastikan Indonesia mengalahkan Malaysia dalam persaingan menuju final.

Sorotan tersebut muncul karena situasi Grup A memang sangat ketat. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan tujuh poin serta selisih gol +9, tetapi Indonesia mencetak lebih banyak gol sepanjang tiga pertandingan sehingga berada di posisi pertama.

Indonesia mengoleksi 11 gol, sedangkan Malaysia mencetak sembilan gol. Dua gol pada masa tambahan waktu melawan Bangladesh menjadi penentu karena membuat jumlah gol Garuda melewati catatan Harimau Malaya.

Tambahan Waktu Jadi Sorotan Media Malaysia

Stadium Astro menyoroti perubahan durasi tambahan waktu pada pertandingan Indonesia vs Bangladesh. Media Malaysia tersebut mencatat waktu tambahan semula ditampilkan dua menit, tetapi pertandingan berlanjut beberapa menit lebih lama hingga Indonesia mencetak gol kedelapan dan kesembilan.

Ketika memasuki penghujung pertandingan, Indonesia sebenarnya berada dalam situasi sulit. Luke Vickery mencetak gol pada menit ke-90 sehingga skor berubah menjadi 7-1? No, 7-2? Wait.

FIFA mencatat Vickery mencetak gol pada menit ke-90 untuk membuat Indonesia unggul 7-1. Bangladesh kemudian membalas melalui Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1 sehingga skor menjadi 7-2. Pada kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan dua gol lagi untuk melewati Malaysia yang sudah menang 6-0 atas Singapura.

Misi tersebut kemudian berhasil diselesaikan dalam waktu tambahan. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, disusul Mitchell Baker satu menit kemudian untuk mengubah skor menjadi 9-2.

Meski menjadi sorotan, durasi tambahan waktu dalam sepak bola memang tidak selalu berhenti tepat pada angka yang ditampilkan di papan pergantian waktu. Berdasarkan Law 7 IFAB, angka yang ditunjukkan ofisial keempat merupakan waktu tambahan minimum yang ditentukan wasit dan durasinya dapat diperpanjang.

Waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera, pemborosan waktu, sanksi disiplin, pemeriksaan VAR, selebrasi gol, maupun penghentian signifikan lainnya dapat diperhitungkan dalam tambahan waktu. Karena itu, tambahan waktu yang lebih panjang tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran aturan.

Baker Cetak Lima Gol untuk Indonesia

Indonesia tampil dominan sejak awal pertandingan. Mitchell Baker menjadi bintang kemenangan dengan mencetak lima gol, masing-masing pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.

Selain Baker, Indonesia mendapatkan gol dari Rizky Ridho pada menit ke-32, Justin Hubner pada menit ke-45+1, Luke Vickery pada menit ke-90, serta Kevin Diks pada menit ke-90+6. Bangladesh hanya mampu membalas melalui Shahriar Emon pada menit ke-36 dan Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1.

Kemenangan 9-2 tersebut sekaligus membawa Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. FIFA menyebut tiga gol Indonesia tercipta pada penghujung pertandingan, dengan dua di antaranya lahir setelah Bangladesh mencetak gol keduanya.

Hasil itu juga memperlihatkan betapa pentingnya produktivitas gol pada persaingan Grup A. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin, tetapi jumlah gol yang dicetak Indonesia menjadi pembeda setelah kedua tim menyelesaikan pertandingan terakhir secara bersamaan.

Malaysia Menang 6-0 tetapi Tetap Gagal ke Final

Di Bandung, Malaysia juga tampil agresif dengan menghancurkan Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat. Bergson da Silva mencetak hattrick, sedangkan tiga gol lainnya dibuat Stuart Wilkin, Paulo Josué, dan Syahir Bashah.

Kemenangan tersebut sempat membuat pemain Malaysia dan suporter merayakan hasil pertandingan. Pada saat laga Malaysia berakhir, Indonesia masih tertahan dalam situasi yang membuat Harimau Malaya berada di posisi menguntungkan. Namun, dua gol Indonesia pada menit-menit terakhir mengubah persaingan tersebut.

FIFA mencatat Malaysia sempat mencetak tiga gol dalam 17 menit terakhir pertandingan melawan Singapura dan berada dalam posisi untuk lolos. Namun, Indonesia kemudian mencetak gol pada menit ke-90+6 dan 90+7 untuk menyalip Malaysia dalam jumlah gol yang dicetak.

Harian Metro Malaysia juga memberikan apresiasi kepada Harimau Malaya meski gagal mencapai final. Media tersebut menilai kemenangan 6-0 atas Singapura menunjukkan penampilan dominan Malaysia pada pertandingan terakhir Grup A, tetapi hasil tersebut tetap tidak cukup setelah Indonesia menang 9-2.

Tan Cheng Hoe Tetap Puji Pemain Malaysia

Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe menilai para pemain sudah memberikan kemampuan terbaik saat mengalahkan Singapura. Ia mengapresiasi komitmen dan performa tim meski kemenangan besar tersebut belum membawa Malaysia ke final.

“Tentu saja semua pemain menunjukkan komitmen tinggi dan mengerahkan seluruh kemampuan mereka dalam laga ini. Mereka tampil bagus dan saya puas dengan performa yang mereka tunjukkan di lapangan,” kata Tan dalam konferensi pers seusai laga, dikutip dari Berita Harian.

Tan juga menyebut kemenangan 6-0 sebagai salah satu hasil besar Malaysia. Namun, dia mengingatkan pemain agar tidak terlalu lama larut dalam kemenangan karena masih ada pertandingan berikutnya yang harus dijalani.

“Kami mencatatkan salah satu kemenangan besar dan kami berhasil mencatat sejarah. Namun kami tak boleh terlalu larut dalam hasil ini karena kami masih harus fokus pada babak selanjutnya,” ucap Tan.

Malaysia finis sebagai runner-up Grup A dan selanjutnya dijadwalkan tampil dalam pertandingan perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin (5/10/2026). Lawan Malaysia akan ditentukan dari hasil Grup B.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online