Indonesia Lolos Final, Bergson Singgung Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Jumali
Jumali Jum'at, 02 Oktober 2026 09:37 WIB
Indonesia Lolos Final, Bergson Singgung Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Instagram: FA Malaysia

Harianjogja.com, JOGJA— Striker naturalisasi Malaysia Bergson da Silva menyoroti perubahan injury time dalam laga Indonesia vs Bangladesh yang berakhir 9-2 pada Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026). Komentar tersebut muncul setelah Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura gagal melaju ke final.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan tujuh poin. Namun, kemenangan 9-2 atas Bangladesh membuat Indonesia unggul dalam jumlah gol yang dicetak sehingga berhak menjadi juara Grup A dan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Drama terjadi pada penghujung pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Indonesia yang sempat unggul 7-1 kemudian kebobolan pada menit ke-90+1 sehingga skor berubah menjadi 7-2. Pada kondisi tersebut, Garuda membutuhkan dua gol tambahan untuk melewati Malaysia yang sudah menang 6-0 atas Singapura.

Kevin Diks kemudian mencetak gol pada menit ke-90+6 sebelum Mitchell Baker melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 9-2 pada menit ke-90+7. Lima gol Baker dalam pertandingan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan Indonesia mengamankan tiket final. 

Bergson Soroti Perubahan Tambahan Waktu

Bergson kemudian menyoroti perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia vs Bangladesh. Penyerang Malaysia tersebut mempertanyakan keputusan wasit setelah papan elektronik sempat menunjukkan tambahan waktu dua menit sebelum berubah menjadi tujuh menit.

Komentar Bergson tersebut dilaporkan sejumlah media dan disebut disampaikan melalui kolom komentar unggahan di media sosial. Dalam komentar yang dikutip, ia mempertanyakan mengapa tambahan waktu berubah dari dua menjadi tujuh menit dan menyoroti dua gol Indonesia yang tercipta pada penghujung laga.

Namun, perubahan tambahan waktu tersebut juga mendapat penjelasan dari pelatih Timnas Indonesia John Herdman setelah pertandingan. Herdman mengatakan dirinya sempat mempertanyakan keputusan ketika ofisial keempat mengangkat papan yang menunjukkan tambahan waktu dua menit. Namun, terjadi persoalan komunikasi antara ofisial keempat dan wasit utama asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov. Tambahan waktu kemudian berubah menjadi tujuh menit.  

Karena itu, perubahan injury time tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial. Keputusan tersebut juga menjadi salah satu bagian dari drama pertandingan yang menentukan nasib Indonesia dan Malaysia di Grup A.

Indonesia Butuh Dua Gol di Pengujung Laga

Situasi pertandingan berubah cepat setelah Indonesia mencetak gol ketujuh melalui Luke Vickery pada menit ke-90. Bangladesh kemudian membalas melalui Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1.

Pada saat bersamaan, Malaysia sudah memastikan kemenangan 6-0 atas Singapura. Hasil tersebut membuat Malaysia berada dalam posisi unggul dalam persaingan menuju final karena kedua tim memiliki tujuh poin dan Malaysia memiliki selisih gol yang sama-sama positif.

Indonesia kemudian harus mencetak dua gol tambahan agar jumlah gol yang dicetak sepanjang fase grup lebih banyak daripada Malaysia. Kesempatan tersebut datang pada masa tambahan waktu.

 Kevin Diks menjadi pemain yang menghidupkan kembali peluang Indonesia melalui gol pada menit ke-90+6. Hanya satu menit kemudian, Baker mencetak gol kelimanya dalam pertandingan untuk mengubah skor menjadi 9-2. FIFA mencatat dua gol tersebut sebagai gol yang memastikan Indonesia mengungguli Malaysia dalam jumlah gol dan memuncaki Grup A. 

AFF juga mencatat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin setelah pertandingan terakhir Grup A. Indonesia melaju sebagai juara grup, sedangkan Malaysia harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga. 

Bergson Cetak Hat-trick, Malaysia Tetap Gagal ke Final

Bergson sendiri sebenarnya tampil menonjol dalam pertandingan Malaysia melawan Singapura. Penyerang yang baru dinaturalisasi Malaysia tersebut mencetak hat-trick dalam kemenangan 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Bergson membuka keunggulan Malaysia melalui penalti pada menit ke-8. Ia kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-62 sebelum melengkapi hat-trick pada menit ke-90+3. Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Muhamad Syahir Bashah menyumbang tiga gol Malaysia lainnya.

emenangan besar tersebut sempat membuat Malaysia memiliki peluang besar untuk melaju ke final. FIFA mencatat Malaysia bahkan mencetak tiga gol pada 17 menit terakhir pertandingan, termasuk gol Bergson pada masa tambahan waktu.  

Namun, pertandingan Malaysia selesai lebih dahulu daripada laga Indonesia. Setelah mencetak gol keenam, pemain Malaysia masih harus menunggu hasil pertandingan di Jakarta. Dua gol Indonesia pada menit ke-90+6 dan 90+7 akhirnya mengubah posisi kedua tim di klasemen Grup A. 

Bergson sebelumnya juga menjadi bagian dari kemenangan Malaysia atas Bangladesh pada pertandingan pertama Grup A. AFF mencatat pemain kelahiran Brasil tersebut mencetak satu gol dalam kemenangan Malaysia 3-0 atas Bangladesh pada 25 September 2026. **

Indonesia Hadapi Thailand di Final

Indonesia selanjutnya akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Thailand telah memastikan diri sebagai juara Grup B sehingga menjadi lawan Indonesia pada pertandingan perebutan gelar.

Pertandingan final dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. Indonesia akan memasuki laga tersebut setelah melewati fase grup dengan tujuh poin dari tiga pertandingan.  

Sementara itu, Malaysia harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga setelah gagal mengejar jumlah gol Indonesia meski menang telak atas Singapura. AFF menyebut Malaysia dijadwalkan menghadapi peringkat kedua Grup B pada 5 Oktober 2026.  

Perubahan injury time pada laga Indonesia vs Bangladesh kini menjadi salah satu sorotan setelah keputusan tersebut bertepatan dengan dua gol yang mengubah posisi Indonesia di puncak Grup A. Sementara itu, komentar Bergson mengenai tambahan waktu ikut memperpanjang perhatian terhadap drama yang terjadi pada penghujung pertandingan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online