Lamine Yamal Khawatir Usia 19 Tahun Jadi Hambatan Ballon dOr

Jumali
Jumali Sabtu, 03 Oktober 2026 09:47 WIB
Lamine Yamal Khawatir Usia 19 Tahun Jadi Hambatan Ballon dOr

Pemain timnas Spanyol, Lamine Yamal./X-SEFutbol\r\n\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Lamine Yamal mengungkap kekhawatirannya dalam persaingan Ballon d’Or 2026. Bintang Barcelona dan timnas Spanyol itu menilai usianya yang baru 19 tahun bisa membuat sebagian pemilih berpikir dirinya masih memiliki banyak kesempatan untuk memenangkan penghargaan tersebut.

Yamal termasuk dalam 30 pemain yang masuk nominasi Ballon d’Or 2026. Ia bersaing dengan sejumlah nama besar, termasuk Kylian Mbappe, Rodri, Fabián Ruiz, Khvicha Kvaratskhelia, Lionel Messi, dan Harry Kane.

Dalam wawancara dengan The Guardian Sport, Yamal menjelaskan bahwa statusnya sebagai pemain termuda dalam persaingan dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi para pemilih. Menurut dia, ada kemungkinan pemilih berpikir penghargaan tersebut pada akhirnya akan menjadi miliknya sehingga memilih pemain lain terlebih dahulu.

“Sejujurnya, saya tidak tahu apakah orang akan mengubah pandangan ini atau tidak tetapi menurut saya, orang berpikir karena Lamine baru berusia 19 tahun dan permainannya sangat bagus, dia pasti akan memenangkannya suatu saat nanti,” ujar Yamal.

Yamal menilai pemikiran tersebut justru dapat menjadi tantangan dalam perebutan penghargaan tahun ini. Sebab, meski usianya masih muda, ia merasa performanya sudah berada pada level yang membuatnya layak diperhitungkan dalam persaingan Ballon d’Or.

“Orang berpikir saya akan selalu ada di sana dan pada akhirnya akan memenangkannya,” kata Yamal.

Yamal Belajar dari Kasus Mbappe

Untuk menjelaskan kekhawatirannya, Yamal kemudian mengambil contoh Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu sudah lama menjadi kandidat Ballon d’Or sejak masih berusia muda, tetapi hingga 2026 belum pernah memenangkan penghargaan tersebut.

Menurut Yamal, perjalanan Mbappe menunjukkan bahwa anggapan seorang pemain muda pasti akan mendapatkan Ballon d’Or pada masa mendatang tidak selalu berujung pada kemenangan.

“Sebagai contoh, hal yang sama terjadi pada Mbappe saat dia masih muda. Mereka bilang suatu saat dia pasti akan menang, tetapi kenyataannya, sampai sekarang pun dia belum pernah memenanginya,” ujar Yamal.

Mbappe sendiri kembali masuk nominasi Ballon d’Or 2026. Selain dirinya, daftar tersebut juga dihuni pemain yang memiliki pengalaman panjang di level tertinggi seperti Messi, Kane, dan Rodri.

Situasi itu membuat Yamal melihat persaingan tahun ini tidak semata-mata berkaitan dengan potensi seorang pemain. Performa yang sudah ditunjukkan dalam satu periode penilaian tetap menjadi bagian penting dari pertimbangan penghargaan.

Performa Yamal Jadi Modal

Yamal datang ke persaingan Ballon d’Or 2026 dengan catatan performa yang kuat bersama Barcelona. Data Opta mencatat pemain tersebut terlibat dalam 41 gol Barcelona pada musim 2025/2026, terdiri atas 24 gol dan 17 assist. Ia juga menjadi pemain La Liga dengan jumlah assist dan peluang yang diciptakan terbanyak di semua kompetisi pada musim tersebut.

Di level timnas, Yamal juga menjadi bagian dari skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026. Ia sebelumnya telah membantu Spanyol meraih gelar Euro 2024.

Kombinasi pencapaian tersebut membuat Yamal kembali berada dalam pembicaraan utama Ballon d’Or. Guardian juga memasukkannya dalam jajaran pemain yang diperhitungkan dalam persaingan penghargaan tahun ini.

Meski demikian, Yamal tidak menganggap usia muda sebagai alasan untuk mendapatkan perlakuan berbeda. Ia justru menyadari bahwa dirinya harus terus menunjukkan performa untuk mempertahankan posisi di antara pemain terbaik dunia.

Persaingan Ballon d’Or 2026 juga mempertemukan Yamal dengan sejumlah pemain dari generasi berbeda. Messi menjadi salah satu pemain paling senior dalam daftar nominasi, sedangkan Yamal dan Pau Cubarsí sama-sama masih berusia 19 tahun.

Ballon d’Or 2026 Diumumkan Oktober

France Football telah mengumumkan 30 nominasi untuk kategori putra Ballon d’Or 2026. Selain Yamal, terdapat nama Ousmane Dembélé sebagai pemenang edisi sebelumnya, serta pemain seperti Jude Bellingham, Erling Haaland, Vinicius Jr., Bruno Fernandes, Declan Rice, dan lainnya.

Pengumuman pemenang Ballon d’Or 2026 dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober 2026. Acara tersebut sekaligus menandai perpindahan lokasi seremoni dari Paris ke London untuk memperingati 70 tahun penghargaan tersebut.

Bagi Yamal, persaingan tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa usia 19 tahun bukan alasan untuk menunda penilaian terhadap pencapaiannya. Ia kini menunggu keputusan para pemilih setelah menjalani musim bersama Barcelona dan timnas Spanyol.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online