Diesel Inggris Tembus Rp48.000 per Liter, Ini Penyebabnya
Harga diesel Inggris menembus rekor hampir Rp48.300 per liter. Pemerintah menyebut pasokan tetap aman di tengah krisis energi global.
Pertandingan Singapura vs Malaysia/Instagram: FASingapore
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Singapura kehilangan 4,74 poin dalam perhitungan sementara ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026) malam WIB.
Kekalahan tersebut membuat posisi Singapura bergeser dari peringkat ke-148 ke-149 dalam live ranking FIFA. Namun, posisi itu masih bersifat sementara karena FIFA baru akan memperbarui ranking resminya pada 7 Oktober 2026.
Sebelum rangkaian pertandingan terbaru diperhitungkan, Singapura berada di peringkat ke-148 dunia dengan koleksi 1.057,95 poin berdasarkan pembaruan resmi FIFA pada 20 Juli 2026.
Kekalahan dari Malaysia menjadi pukulan bagi Singapura karena selisih enam gol membuat The Lions gagal mengamankan tambahan poin dari pertandingan terakhir Grup A. Berdasarkan perhitungan live ranking yang beredar, Singapura kehilangan 4,74 poin setelah pertandingan tersebut.
Angka 4,74 poin sebelumnya juga menjadi bagian dari perhitungan menjelang pertandingan. Malaysia diproyeksikan mendapatkan tambahan 4,74 poin jika mampu mengalahkan Singapura, sementara hasil imbang diproyeksikan mengurangi 0,26 poin dan kekalahan mengurangi 5,26 poin.
Hasil pertandingan akhirnya sesuai dengan skenario kemenangan Malaysia. Harimau Malaya bahkan tidak sekadar meraih tiga poin, tetapi mencetak enam gol tanpa balas ke gawang Singapura.
Bergson da Silva menjadi pemain paling menonjol dalam pertandingan tersebut setelah mencetak hat-trick. Penyerang Malaysia itu mencetak gol pada menit kedelapan melalui penalti, menit ke-62, dan masa tambahan waktu menit ke-90+3.
Tiga gol lainnya dicetak Stuart Wilkin pada menit ke-26, Paulo Josue pada menit ke-76, dan Syahir Bashah pada menit ke-87.
Skor 6-0 menjadi salah satu kekalahan paling mencolok dalam persaingan kedua negara. Hasil tersebut juga disebut sebagai kekalahan terburuk Singapura dari Malaysia sejak 1978.
Pertandingan Malaysia melawan Singapura sebenarnya memiliki arti penting bagi persaingan Grup A. Malaysia membutuhkan kemenangan dengan selisih besar untuk menjaga peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Pada pertandingan yang berlangsung bersamaan, Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Garuda akhirnya menang 9-2 dan mengakhiri fase grup dengan tujuh poin.
Malaysia juga mengoleksi tujuh poin setelah mengalahkan Singapura. Kedua tim sama-sama memiliki selisih gol +9, sehingga jumlah gol menjadi pembeda dalam penentuan juara grup.
Indonesia unggul dalam jumlah gol yang dicetak sehingga keluar sebagai juara Grup A dan mendapatkan tiket menuju final. Malaysia harus menerima kenyataan bahwa kemenangan 6-0 belum cukup untuk menggeser Indonesia dari posisi teratas.
Dengan demikian, Singapura tidak hanya mengakhiri kiprahnya di Grup A dengan kekalahan telak, tetapi hasil tersebut juga berdampak pada perhitungan poin ranking FIFA mereka.
Kekalahan dengan skor besar tersebut kemudian memunculkan berbagai reaksi di media sosial. Sebagian pengguna mempertanyakan performa Singapura karena Malaysia sedang bersaing dengan Indonesia untuk memperebutkan tiket ke final.
Namun, tudingan bahwa Singapura sengaja mengalah atau tidak bermain serius tidak disertai bukti resmi bahwa pertandingan tersebut telah diatur. Pelatih Singapura Gavin Lee sebelumnya juga telah membantah anggapan bahwa timnya meremehkan pertandingan melawan Malaysia.
Gavin menegaskan timnya memahami arti pertandingan tersebut dan tidak mengabaikan konteks maupun kualitas lawan.
“Jadi bagi kami, sekali lagi, seperti yang Anda katakan, setiap pertandingan kami realistis. Setiap pertandingan yang kami jalani, kami tidak pernah meremehkan konteksnya, kami tidak pernah meremehkan levelnya. Namun sayangnya hari ini kami tidak cukup mampu bangkit mencapai level tersebut,” kata Gavin Lee.
Pernyataan tersebut disampaikan sebelum dampak hasil pertandingan terhadap ranking FIFA menjadi perhatian setelah Singapura mengalami kekalahan dengan margin enam gol.
Perlu dicatat, posisi ke-149 yang muncul setelah kekalahan dari Malaysia merupakan posisi dalam perhitungan live ranking, bukan ranking FIFA resmi yang sudah diperbarui. FIFA menyatakan halaman ranking Singapura masih menggunakan pembaruan resmi 20 Juli 2026 dan jadwal pembaruan berikutnya adalah 7 Oktober 2026.
Karena itu, posisi dan jumlah poin Singapura masih dapat berubah sebelum daftar resmi FIFA diterbitkan. Perhitungan sementara tetap memberikan gambaran mengenai dampak langsung kekalahan 0-6 terhadap posisi The Lions dalam klasemen ranking dunia.
Singapura kini harus menunggu pembaruan resmi FIFA untuk mengetahui posisi final mereka setelah rangkaian pertandingan terbaru. Kekalahan dari Malaysia menjadi salah satu hasil yang diperhitungkan dalam perubahan tersebut, sementara Malaysia juga mendapatkan tambahan poin dari kemenangan di Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga diesel Inggris menembus rekor hampir Rp48.300 per liter. Pemerintah menyebut pasokan tetap aman di tengah krisis energi global.
Gaji PPPK daerah mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. DPRD Bantul menyiapkan penyesuaian APBD dan efisiensi belanja.
Kroasia vs Inggris di UEFA Nations League 2026/27, Sabtu (3/10) pukul 23.00 WIB. Simak kondisi tim dan prediksi susunan pemain.
Klasemen MotoGP 2026 setelah Sprint Jepang. Jorge Martin masih memimpin dengan 313 poin, unggul 7 poin atas Marc Marquez.
Spanyol vs Ceko di UEFA Nations League 2026/2027, Minggu (4/10) pukul 01.45 WIB. Simak jadwal, prediksi pemain, dan kondisi kedua tim.
Elkan Baggott dan Ragnar Oratmangoen dipastikan tidak terkena skorsing dan berpeluang tampil di final FIFA ASEAN Cup 2026.