PSS Sleman Tak Libur, Pieter Huistra Genjot Fisik Pemain

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Minggu, 04 Oktober 2026 20:37 WIB
PSS Sleman Tak Libur, Pieter Huistra Genjot Fisik Pemain

Pemain PSS Sleman berlatih pada Jumat (2/10/2026) di Stadion Maguwoharjo./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati 

Harianjogja.com, SLEMAN—Jeda internasional menjadi kesempatan bagi PSS Sleman untuk mengejar sejumlah kekurangan tim. Selama dua pekan pertama jeda, skuad asuhan Pieter Huistra tidak mendapatkan libur dan justru menjalani latihan keras, terutama untuk meningkatkan kebugaran pemain.

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai masih banyak aspek yang perlu dikembangkan sebelum tim menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Karena itu, waktu jeda internasional yang berlangsung kurang lebih tiga pekan dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi tim.

Selama dua pekan pertama, porsi latihan lebih banyak diarahkan pada aspek fisik. Huistra menilai peningkatan kebugaran menjadi bagian penting agar para pemain PSS Sleman siap menghadapi laga-laga mendatang.

"Ya, dua minggu pertama jeda internasional ini kami bekerja keras secara fisik. Saya pikir penting untuk berada dalam kondisi bugar sepenuhnya untuk pertandingan-pertandingan mendatang," kata Huistra pada Jumat (2/10/2026) di Stadion Maguwoharjo.

PSS Sleman Benahi Setiap Lini

Berbagai menu latihan diberikan kepada pemain PSS Sleman selama dua pekan terakhir. Setelah periode latihan fisik tersebut, tim akan mulai mengalihkan perhatian untuk menganalisis lawan dan mempersiapkan pertandingan berikutnya.

Huistra mengatakan pembenahan tidak hanya menyasar aspek tertentu. Menurut dia, perkembangan harus terjadi di setiap lini sekaligus dalam berbagai momen pertandingan.

Pelatih asal Belanda tersebut juga menilai masih ada ketertinggalan yang harus dikejar PSS Sleman. Karena itu, pemain dituntut terus meningkatkan kemampuan mereka secara menyeluruh.

"Pada saat ini kami masih harus melakukan improve di setiap lini dan setiap momen pertandingan. Secara umum, kami harus mengejar ketertinggalan dan menjadi lebih baik," tegasnya.

Tak Ikut Libur Sepekan

Keputusan PSS Sleman untuk tetap berlatih membuat tim tersebut mengambil pendekatan berbeda dibandingkan sejumlah tim lain di Super League. Ketika sejumlah tim memberikan waktu libur selama sepekan, skuad PSS justru menggunakan jeda internasional untuk bekerja keras.

Huistra memandang periode tanpa pertandingan tersebut sebagai waktu penting untuk meningkatkan kualitas tim. Ia pun tidak memberikan pekan libur kepada anak asuhnya selama jeda internasional.

Kerja keras selama jeda diharapkan bisa memberikan dampak ketika PSS Sleman kembali menjalani pertandingan. Huistra ingin waktu yang telah digunakan untuk latihan dapat menghasilkan perkembangan bagi tim.

"Tidak [libur], kami melakukannya secara berbeda dibandingkan tim-tim lain. Banyak tim memberikan libur selama seminggu. Bagi kami, ini adalah periode yang penting, dan kami bekerja keras selama dua minggu ini," ujarnya.

PSS Sleman masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum pertandingan berikutnya. Setelah dua pekan berfokus pada latihan fisik, tim akan mulai menganalisis lawan sebagai bagian dari persiapan pertandingan.

"Tidak ada pertandingan maupun hari libur, Jadi, kerja keras itu harus terbayarkan," tegas Huistra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online