Veda Ega Pratama Siap Balapan Moto3 Jepang Usai Crash
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Luka Modric / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kekalahan telak 0-7 yang dialami timnas Kroasia dari timnas Inggris di UEFA Nations League menjadi pukulan besar bagi skuad asuhan Slaven Bilic. Bukan hanya kehilangan peluang memuncaki Grup A3, hasil tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap reputasi tim yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa.
Kapten Kroasia, Luka Modric, tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah pertandingan yang berlangsung di Rijeka pada Sabtu (3/10) waktu setempat. Gelandang veteran berusia 41 tahun itu bahkan menyebut laga tersebut sebagai malam bencana bagi sepak bola Kroasia.
Bagi Modric, pertandingan tersebut memiliki makna tersendiri. Selain menjadi laga penting dalam persaingan Grup A3, duel melawan Inggris juga merupakan penampilannya yang ke-205 bersama tim nasional setelah memutuskan memperpanjang karier internasionalnya di bawah kepemimpinan Slaven Bilic yang kembali menangani Kroasia.
"Anda tidak bisa bermain sepak bola seperti itu... kami tampak seperti kekurangan empat atau lima pemain di lapangan," ujar mantan bintang Real Madrid tersebut.
Sebelum pertandingan dimulai, Kroasia masih memiliki peluang untuk merebut posisi teratas Grup A3 apabila mampu mengalahkan Inggris yang ditangani Thomas Tuchel. Namun harapan tersebut langsung menguap setelah Inggris menunjukkan dominasi sejak awal laga.
Tim tamu tampil agresif dan efektif memanfaatkan peluang. Harry Kane mencetak dua gol untuk Inggris. Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Bukayo Saka masing-masing turut mencatatkan nama di papan skor.
Saat Modric ditarik keluar pada menit ke-57, Kroasia sudah tertinggal 0-5. Situasi itu menggambarkan betapa sulitnya tuan rumah mengimbangi permainan Inggris sepanjang pertandingan.
Setelah Modric meninggalkan lapangan, tekanan Inggris belum mereda. Bukayo Saka kembali menambah gol sehingga mengoleksi dua gol dalam pertandingan tersebut, sebelum Morgan Rogers melengkapi kemenangan besar Inggris menjadi 7-0.
Modric mengaku kesulitan menemukan alasan yang bisa menjelaskan performa Kroasia pada pertandingan itu. Menurutnya, tim tampil jauh dari standar yang selama ini menjadi identitas mereka.
Pemain AC Milan tersebut menyoroti minimnya duel, pelanggaran, serta agresivitas yang ditunjukkan para pemain Kroasia sepanjang laga. Situasi itu membuat Inggris mampu mengendalikan permainan dan menciptakan tekanan tanpa banyak hambatan.
Sebagai pemain yang membawa Kroasia meraih posisi runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga Piala Dunia 2022, Modric menilai cara timnya kalah kali ini menjadi persoalan yang lebih serius dibanding sekadar hasil akhir pertandingan.
Menurut Modric, kalah dari tim yang lebih baik merupakan hal yang bisa diterima dalam sepak bola. Namun, cara Kroasia mengalami kekalahan kali ini dianggap mencederai reputasi yang dibangun tim nasional tersebut selama bertahun-tahun di level internasional.
Hasil buruk tersebut membuat Kroasia turun ke posisi ketiga klasemen Grup A3. Kondisi itu membuat mereka harus berjuang pada pertandingan berikutnya untuk menghindari ancaman degradasi dari kasta tertinggi UEFA Nations League.
Tantangan berikutnya sudah menunggu Kroasia dalam waktu dekat. Mereka dijadwalkan menjamu Spanyol di Split pada Selasa (6/10) mendatang sebelum melanjutkan rangkaian pertandingan fase grup pada November.
Adapun jadwal sisa Kroasia di UEFA Nations League adalah menghadapi Inggris pada 12 November di kandang lawan dan menjamu Republik Ceko pada 15 November.
"Kami harus bangkit dan tetap bersatu karena pertandingan sulit lainnya sudah menunggu. Kami harus menunjukkan jati diri kami yang sebenarnya, bahwa masih ada kebanggaan, keinginan, dan kebersamaan dalam tim ini," pungkas Modric.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.
Kasus Negreira kembali memanas setelah Real Madrid menyerahkan 50.000 halaman dokumen ke UEFA terkait Barcelona.
Candi Ijo menjadi ruang perjumpaan batik, wastra, sejarah dan masyarakat lewat “Sehari di Candi” pada Hari Batik Nasional.
Marc Marquez percaya diri menghadapi GP Indonesia di Mandalika setelah meraih 37 poin dan kemenangan di GP Jepang.
Luka Modric mengaku malu setelah Kroasia kalah telak 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League dan kini terancam degradasi.