Verdonk Main di 2 Posisi Saat Indonesia Juara, Ini Katanya

Jumali
Jumali Selasa, 06 Oktober 2026 13:27 WIB
Verdonk Main di 2 Posisi Saat Indonesia Juara, Ini Katanya

Calvin Verdonk/ Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Calvin Verdonk menjalani peran berbeda saat Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain Lille tersebut memulai pertandingan dari sektor kiri sebelum bergeser ke lini tengah pada babak kedua.

Perubahan posisi itu menjadi bagian dari penyesuaian yang dilakukan pelatih John Herdman dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Indonesia akhirnya mengakhiri laga dengan kemenangan dramatis. Setelah bermain 2-2 hingga perpanjangan waktu, Skuad Garuda menang 4-2 melalui adu penalti dan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup.

Verdonk Nyaman di Sayap

Verdonk menjadi starter dalam laga tersebut. Pada awal pertandingan, ia menjalankan peran di sisi kiri untuk membantu Indonesia membangun serangan sekaligus menjaga keseimbangan ketika Thailand melakukan transisi.

Pemain yang memperkuat Lille itu mengaku cukup nyaman menjalankan tugas tersebut.

"Saya merasa sangat nyaman bermain di sana [sayap kiri] pada babak pertama," ujar Verdonk dilansir dari Antara.

Namun, kebutuhan taktik membuat perannya berubah setelah pertandingan memasuki babak kedua. Verdonk kemudian bergeser ke posisi gelandang tengah.

Perubahan tersebut dilakukan setelah Dean James masuk menggantikan Thom Haye. Verdonk menjalankan tugas di tengah sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan Egy Maulana Vikri.

Menurut Verdonk, perubahan posisi bukan persoalan besar baginya. Ia memilih mengikuti kebutuhan tim dan instruksi pelatih.

"Pelatih ingin melakukan perubahan, jadi saya bermain di posisi mana pun yang pelatih tentukan," kata Verdonk.

Fleksibilitas seperti itu menjadi salah satu modal penting Indonesia dalam pertandingan dengan tempo dan tekanan tinggi.

Final Berjalan di Luar Perkiraan

Pertandingan Indonesia kontra Thailand berlangsung ketat sejak awal. FIFA mencatat peluang bersih relatif terbatas pada satu jam pertama, meski Indonesia lebih berani menguasai bola. Verdonk sendiri sempat melepaskan tembakan yang belum menemui sasaran.

Drama baru terjadi menjelang akhir waktu normal. Indonesia membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-84, tetapi Thailand hanya membutuhkan tiga menit untuk menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron.

Thailand kemudian kembali mencetak gol pada babak tambahan melalui Peeradol Chamrasamee menit ke-111. Dalam kondisi tertinggal, Indonesia mendapatkan momen penting ketika Elkan Baggott mencetak gol pada menit ke-116 untuk membuat skor kembali imbang 2-2.

Laga akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.

Indonesia tampil lebih tenang dalam babak penentuan tersebut. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama berhasil menjalankan tugasnya, sementara Emil Audero menggagalkan salah satu tendangan pemain Thailand. Indonesia pun menang 4-2.

Verdonk: Kami Harus Lebih Baik

Verdonk tidak menutupi bahwa penampilan Indonesia masih dapat ditingkatkan meski berhasil membawa pulang trofi.

Menurut dia, kemenangan tetap menjadi hal terpenting karena Indonesia akhirnya mendapatkan gelar dari turnamen tersebut.

"Pertandingannya gila. Kami harus tampil lebih baik lagi, tetapi kami menang, jadi tidak ada masalah," ujar Verdonk.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa para pemain Indonesia tidak menganggap kemenangan atas Thailand sebagai alasan untuk berhenti melakukan evaluasi.

Terlebih, Indonesia harus melewati pertandingan panjang hingga adu penalti meski Thailand bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua.

Verdonk Ungkap Pesan Herdman Sebelum Penalti

Setelah pertandingan, Verdonk juga mengungkap situasi ruang tim menjelang adu penalti. Dalam kondisi penuh tekanan, John Herdman meminta para pemain tetap percaya diri.

"Kami harus percaya, cukup percaya," kata Verdonk mengenai pesan Herdman sebelum adu penalti.

Pesan tersebut kemudian terbayar. Indonesia mampu melewati drama adu penalti dan memastikan trofi pertama FIFA ASEAN Cup di hadapan pendukung sendiri.

Bagi Verdonk, pertandingan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perannya tidak harus selalu berada di posisi yang sama. Dari sayap kiri ke lini tengah, ia menjalankan instruksi pelatih hingga Indonesia akhirnya mengamankan gelar juara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online