John Herdman Bawa Ranking FIFA Indonesia Naik, Tembus 117

Jumali
Jumali Selasa, 06 Oktober 2026 17:27 WIB
John Herdman Bawa Ranking FIFA Indonesia Naik, Tembus 117

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Indonesia kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— John Herdman membawa perubahan positif pada posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA. Dalam waktu kurang dari setahun, posisi Garuda bergerak dari peringkat 122 menjadi 117 dunia.

Indonesia kini mengoleksi 1.166,50 poin setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Posisi tersebut tidak berubah setelah kemenangan atas Thailand di final, meski Indonesia mendapat tambahan poin dari laga tersebut.

Herdman ditunjuk PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026 untuk menggantikan Patrick Kluivert. Pelatih asal Inggris tersebut kemudian diperkenalkan secara resmi kepada publik pada 13 Januari 2026.

Saat Herdman masuk, Indonesia berada di peringkat 122 dunia. Posisi itu merupakan bagian dari periode setelah kegagalan Garuda melanjutkan perjuangan menuju Piala Dunia 2026 dan berakhirnya masa kerja Kluivert.

Dari 122 ke 117

Debut Herdman bersama Timnas Indonesia terjadi pada FIFA Series 2026. Garuda menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, tetapi kemudian kalah 0-1 dari Bulgaria.

Dua pertandingan tersebut belum mengubah posisi Indonesia secara signifikan. Pergerakan mulai terlihat setelah Indonesia meraih kemenangan atas Mozambik dan Oman pada agenda berikutnya.

Hasil tersebut membawa Indonesia ke peringkat 118 dengan koleksi poin yang lebih tinggi. Posisi Garuda kemudian kembali bergerak dalam FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada fase grup. Kemenangan itu membawa Garuda ke posisi 117 dunia dengan sekitar 1.163 poin dalam perhitungan sementara.

Menariknya, posisi 117 sudah dicapai sebelum Indonesia menghadapi Thailand di final. Setelah pertandingan puncak berakhir 2-2 selama 120 menit dan Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti, Garuda tetap berada di posisi tersebut.

Tambahan poin dari final membuat koleksi Indonesia meningkat menjadi sekitar 1.166,50 poin. Dengan demikian, gelar juara FIFA ASEAN Cup memperkuat posisi Indonesia, tetapi belum membuat Garuda naik satu tingkat lagi.

Bagi pembaca, angka tersebut menunjukkan bahwa kenaikan peringkat FIFA tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kemenangan atau selisih gol. Kekuatan lawan dan bobot pertandingan juga memengaruhi perolehan poin.

Bagaimana dibandingkan Kluivert dan Shin Tae-yong?

Jika hanya melihat perubahan posisi sejak awal periode kepelatihan, Herdman telah membawa Indonesia naik lima tingkat, dari 122 ke 117.

Capaian tersebut sudah melampaui posisi terbaik Indonesia pada masa awal Herdman dan menjadi salah satu catatan penting Garuda dalam beberapa tahun terakhir. Peringkat 117 juga menjadi posisi yang lebih tinggi dibanding capaian terbaik Patrick Kluivert saat menangani Indonesia.

Kluivert sendiri meninggalkan Timnas Indonesia pada Oktober 2025 setelah PSSI dan pelatih asal Belanda itu berpisah. Sebelum pergantian tersebut, Indonesia berada di sekitar posisi 122 dunia.

Namun, jika ukuran yang digunakan adalah besarnya peningkatan ranking selama menangani tim, Herdman belum mendekati capaian Shin Tae-yong.

Shin mulai menangani Indonesia ketika Garuda berada di peringkat 173 dunia. Posisi itu kemudian membaik menjadi 164 pada 2021, 151 pada 2022, 146 pada 2023, dan mencapai 125 pada November 2024.

Artinya, Shin membawa Indonesia naik sekitar 48 tingkat dari posisi 173 ke 125 dalam periode tersebut. Pergerakan itu jauh lebih besar dibanding kenaikan lima tingkat yang dicatat Herdman sejauh ini.

Meski begitu, perbandingan tersebut perlu melihat durasi kerja masing-masing pelatih. Herdman baru menangani Indonesia sejak awal 2026, sementara Shin memimpin Garuda selama beberapa tahun.

Herdman masih punya kesempatan menambah poin

Perjalanan Herdman pada 2026 juga belum selesai. Agenda FIFA Matchday November masih menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menambah poin dan memperbaiki posisi di ranking FIFA.

Posisi 117 juga bukan batas akhir. Indonesia hanya perlu menjaga konsistensi hasil dan mengumpulkan poin dari pertandingan dengan lawan yang memberikan bobot kompetitif lebih tinggi.

Bagi Timnas Indonesia, kenaikan lima tingkat di bawah Herdman menjadi modal awal, bukan ukuran akhir keberhasilan kepelatihan. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan posisi tersebut sekaligus mendekati papan atas 100 besar dunia.

Dengan kalender internasional yang masih terbuka, peringkat 117 dapat kembali berubah setelah pertandingan-pertandingan berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online