Aleix Espargaro Comeback di MotoGP Mandalika, Bantu Honda

Jumali
Jumali Selasa, 06 Oktober 2026 18:17 WIB
Aleix Espargaro Comeback di MotoGP Mandalika, Bantu Honda

Aleix Espargaro - Crash

Harianjogja.com, JOGJA—Aleix Espargaro dipastikan comeback ke lintasan MotoGP pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, akhir pekan ini. Pembalap Spanyol itu ditunjuk Honda HRC Castrol untuk menggantikan Joan Mir yang masih menjalani pemulihan.

Honda mengonfirmasi Espargaro akan bergabung dengan Luca Marini di tim pabrikan pada seri ke-17 MotoGP 2026. Keputusan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pembalap pengembangan Honda itu untuk kembali merasakan atmosfer balapan setelah cukup lama absen.

Honda HRC menyebut Espargaro tidak datang ke Mandalika dengan target mengejar hasil besar. Fokus utamanya justru mengembalikan feeling dengan Honda RC213V sebelum kembali menjalankan tugas pengembangan motor.

Comeback Aleix Espargaro Bukan Sekadar Pengganti

Espargaro terakhir mengikuti pekan balap MotoGP pada GP Valencia 2025. Setelah itu, ia menjalankan peran sebagai pembalap pengembangan Honda dan lebih banyak terlibat dalam pengujian motor.

Kesempatannya kembali ke grid tahun ini sempat tertunda setelah mengalami kecelakaan serius ketika menjalani tes Honda di Sepang pada April 2026. Cedera tersebut membuat waktu Espargaro di atas motor menjadi terbatas.

Honda kini membutuhkan tambahan pembalap setelah situasi Joan Mir dan Takaaki Nakagami. Mir masih menjalani pemulihan dan sebelumnya telah dinyatakan absen di GP Jepang serta Indonesia berdasarkan pertimbangan medis.

Sementara itu, Nakagami yang berstatus pembalap pengembangan Honda mengalami patah tulang selangka kiri dalam kecelakaan FP1 GP Jepang di Motegi pada 2 Oktober 2026. Ia akhirnya tidak dapat melanjutkan pekan balap kandangnya.

Kondisi tersebut membuat Espargaro menjadi pilihan Honda untuk Mandalika. Sebelumnya, posisi Mir di Jepang diisi Somkiat Chantra yang mampu finis ke-13.

Target Espargaro di Mandalika

Penunjukan Espargaro memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mengisi kursi kosong. Honda ingin pembalap tesnya kembali membangun ritme dengan RC213V dalam kondisi balapan sebenarnya.

Honda HRC menyebut Espargaro perlu segera beradaptasi dengan motor setelah cedera pada awal tahun membatasi waktu berkendaranya. Setelah itu, ia akan kembali memusatkan perhatian pada pekerjaan pengembangan di belakang layar.

Hal tersebut menjadi penting bagi Honda karena musim 2027 akan membawa perubahan besar regulasi MotoGP. Espargaro selama 2026 juga berperan sebagai pembalap pengembangan Honda dan sebelumnya memberikan masukan terkait proyek motor untuk era regulasi baru.

Mandalika pun menjadi ujian yang tidak ringan bagi Espargaro. Honda menyebut lintasan sepanjang 4,3 kilometer itu memiliki tuntutan fisik tinggi, sementara kondisi cuaca Lombok juga dapat menjadi faktor yang menyulitkan pembalap.

Espargaro sendiri menyadari kondisinya belum ideal. Ia mengakui waktu berkendaranya di atas motor masih terbatas setelah mengalami kecelakaan dan cedera pada awal musim.

“Kami datang ke Mandalika dengan ekspektasi realistis,” kata Espargaro dalam keterangan Honda HRC. Ia menegaskan fokusnya adalah memahami bagaimana dirinya dapat membantu tim dan Honda sepanjang akhir pekan.

Bagi penonton MotoGP Mandalika, kehadiran Espargaro menjadi tambahan menarik di tengah persaingan seri Indonesia. Pembalap berusia 37 tahun itu bukan datang sebagai kandidat utama perebut kemenangan, melainkan membawa misi mengembalikan ritme balap sekaligus membantu Honda mengumpulkan informasi penting untuk pengembangan RC213V.

Espargaro akan menjadi rekan setim Luca Marini di Mandalika, sementara Joan Mir melanjutkan proses pemulihan. Honda pun akan memanfaatkan akhir pekan ini untuk melihat seberapa cepat pembalap pengembangannya dapat kembali menyatu dengan RC213V dalam situasi balapan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online