5 Cara Cek Nomor HP Tidak Dikenal agar Terhindar dari Penipuan
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Indoensia vs Thailand/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Thailand gagal membawa pulang trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah kalah dari Timnas Indonesia dalam drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Pertandingan berakhir 2-2 hingga babak tambahan waktu. Indonesia kemudian memastikan gelar juara setelah menang 4-2 dalam adu penalti.
Meski gagal menjadi juara, Thailand tetap memperoleh hadiah uang yang nilainya cukup besar. Tim Gajah Putih dilaporkan membawa pulang total US$495.000 atau sekitar Rp8,87 miliar.
Nominal tersebut berasal dari beberapa komponen pembayaran selama keikutsertaan Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026. Rinciannya mencakup uang partisipasi, bonus kemenangan di fase grup, serta hadiah sebagai runner-up.
Menurut laporan media Thailand yang dikutip sejumlah media, Thailand mendapat US$125.000 atau sekitar Rp2,24 miliar sebagai uang partisipasi dalam turnamen.
Thailand kemudian memperoleh US$120.000 atau sekitar Rp2,15 miliar setelah mencatat dua kemenangan pada fase grup.
Tambahan terbesar datang setelah Thailand memastikan tempat di final. Status runner-up membuat tim asuhan Anthony Hudson tersebut mendapatkan hadiah US$250.000 atau sekitar Rp4,47 miliar.
Jika ketiga komponen tersebut dijumlahkan, Thailand mengantongi US$495.000 atau sekitar Rp8,87 miliar sepanjang keikutsertaannya di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jumlah itu tentu belum bisa menyamai hadiah yang diterima tim juara. Namun, bagi Thailand, perjalanan hingga final tetap memberikan kompensasi finansial yang cukup besar meski trofi akhirnya menjadi milik Indonesia.
Kegagalan Thailand menjadi juara ditentukan pada babak adu penalti. Empat eksekutor Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, berhasil menjalankan tugasnya.
Dari kubu Thailand, Manuel Bihr dan Waris Choolthong sukses mencetak gol. Namun, Sarach Yooyen gagal setelah tendangannya mengenai tiang, sedangkan eksekusi Nattapong Sayriya kemudian ditepis kiper Indonesia, Emil Audero.
Penyelamatan Audero menjadi penentu kemenangan Indonesia. Setelah bola hasil tendangan Nattapong gagal masuk, skor adu penalti berhenti pada 4-2 dan Indonesia memastikan diri sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup.
Bagi Thailand, kegagalan tersebut berarti kehilangan hadiah utama. Namun, status runner-up tetap membuat mereka memperoleh total hampir Rp9 miliar dari turnamen.
Di sisi lain, Timnas Indonesia sebagai juara mendapatkan hadiah sebesar US$650.000 atau sekitar Rp11,6 miliar.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan nominal yang sebelumnya disebut-sebut sebagai hadiah juara. Pada Mei 2026, laporan The Straits Times menyebut pemenang Divisi 1 FIFA ASEAN Cup akan mendapatkan US$1 juta atau sekitar Rp17,89 miliar.
Namun, menjelang turnamen, muncul laporan bahwa hadiah tersebut dipangkas menjadi US$650.000. Pemangkasan itu dikaitkan dengan persoalan komersial dan kesulitan menjual hak siar turnamen dengan nilai yang sebelumnya diharapkan.
Nominal US$650.000 tersebut kemudian diperkuat oleh Anggota Komite Eksekutif PSSI Achmad Riyadh pada 6 Oktober 2026. Ia menyebut hadiah resmi untuk juara FIFA ASEAN Cup 2026 memang sebesar US$650.000.
Dengan demikian, perhitungan hadiah utama kedua finalis menjadi cukup jelas. Indonesia memperoleh US$650.000 sebagai juara, sedangkan Thailand mendapat US$250.000 sebagai runner-up.
Namun, total uang yang diterima kedua tim tidak hanya berasal dari hadiah posisi akhir. Thailand, misalnya, mendapatkan US$125.000 sebagai uang partisipasi dan US$120.000 dari dua kemenangan fase grup.
Indonesia juga memiliki komponen penerimaan lain yang tidak boleh langsung disamakan dengan hadiah juara. Karena itu, angka Rp11,6 miliar sebaiknya disebut sebagai hadiah juara, bukan total pemasukan Timnas Indonesia atau PSSI dari seluruh penyelenggaraan turnamen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Putusan MK yang tidak menerima gugatan syarat pendidikan Gibran menjadi sorotan Reuters, ABC News, CNA, dan The Straits Times.
Lionel Messi resmi mengakhiri karier di Timnas Argentina setelah 21 tahun. Ia menyebut momen perpisahan itu sebagai hari tersedih dalam hidupnya.
BPBD Kulonprogo mencatat 66 kejadian kebakaran lahan dan hutan selama musim kemarau 2026. Sebagian dipicu kelalaian seperti membakar sampah dan membuang puntung
Lionel Messi menjadi produser eksekutif Messi and the Giants. Serial animasi olahraga-fantasi itu tayang global di Disney+ musim panas 2027.
Bali menempati posisi keempat pulau terbaik dunia 2026 versi Travel + Leisure. Simak daftar 10 destinasi yang masuk peringkat teratas.