Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Peringkat 8, Tempel Hakim Danish

Jumali
Jumali Rabu, 07 Oktober 2026 14:37 WIB
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Peringkat 8, Tempel Hakim Danish

Veda Ega Pratama /Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Veda Ega Pratama masih berada di 10 besar klasemen Moto3 2026 setelah menyelesaikan seri Jepang di Sirkuit Mobility Resort Motegi. Pembalap Honda Team Asia itu menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 105 poin.

Veda mendapat tambahan lima poin setelah finis di posisi ke-11 pada Moto3 Jepang 2026, Minggu (4/10/2026). Hasil tersebut membuatnya tetap berada di posisi kedelapan, terpaut satu tingkat dari pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang juga mengoleksi 105 poin.

Situasi tersebut membuat Moto3 Mandalika 2026 menjadi kesempatan penting bagi Veda. Dengan selisih poin yang sama, pembalap asal Gunungkidul itu berpeluang langsung menggeser Hakim Danish pada seri kandang di Indonesia.

Veda Ega Peringkat 8 Moto3 2026

Moto3 Jepang menjadi balapan yang cukup menantang bagi Veda. Ia harus berjuang dari posisi belakang dan sempat terlempar hingga urutan ke-15 sebelum memperbaiki posisinya pada lap-lap terakhir.

Veda akhirnya berhasil melewati beberapa pembalap dan mengamankan finis P11. Lima poin dari Motegi membuat koleksinya menjadi 105 poin setelah 16 seri.

Di atas Veda terdapat Hakim Danish dengan jumlah poin yang sama. Hakim berhak menempati posisi ketujuh karena memiliki hasil yang lebih baik dalam penentuan klasemen.

Puncak klasemen Moto3 2026 masih ditempati Maximo Quiles dengan 326 poin, disusul David Almansa 199 poin dan Alvaro Carpe 191 poin. Brian Uriarte berada di posisi keempat dengan 187 poin, sedangkan Marco Morelli dan Valentin Perrone masing-masing mengoleksi 146 dan 120 poin.

Artinya, target Veda di Mandalika bukan sekadar mempertahankan posisi delapan. Ia memiliki peluang realistis untuk naik satu tingkat jika mampu mengungguli perolehan poin Hakim Danish.

Bukan Dua Kali Podium

Musim debut Veda di Moto3 memang berjalan impresif, tetapi ada bagian penting dari catatan musimnya yang perlu diluruskan.

Veda baru sekali naik podium Grand Prix pada Moto3 2026, yakni ketika finis ketiga di GP Brasil. Hasil tersebut sekaligus membuatnya menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium dalam balapan Grand Prix.

Sementara itu, pada GP Prancis di Le Mans, Veda justru mengakhiri balapan di posisi keempat, bukan podium. Ia hanya berjarak satu posisi dari tiga besar dalam balapan yang dimenangi Maximo Quiles.

Meski demikian, catatan tersebut tetap menunjukkan konsistensi Veda sebagai rookie. MotoGP bahkan mencatat penampilan impresifnya sejak awal musim, termasuk finis kelima pada debutnya di Thailand sebelum kemudian mencetak sejarah di Brasil.

Karena itu, Veda datang ke Mandalika dengan modal yang lebih penting daripada sekadar statistik podium. Ia sudah membuktikan mampu bersaing di barisan depan dan kini tinggal mencari momentum untuk kembali naik podium.

Mandalika Jadi Kesempatan Naik Klasemen

Moto3 Indonesia 2026 akan menjadi ronde ke-17 dan digelar di Sirkuit Internasional Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Seri tersebut sekaligus menjadi balapan kandang bagi Veda di depan pendukung Indonesia.

Posisi kedelapan dengan 105 poin membuat Veda memiliki target yang cukup jelas. Ia hanya perlu mengungguli Hakim Danish dalam perolehan poin di Mandalika untuk membuka peluang naik ke posisi ketujuh.

Persaingan tersebut menarik karena Hakim juga berada dalam situasi yang sama. Pembalap Malaysia itu hanya unggul secara posisi klasemen meski memiliki jumlah poin identik dengan Veda.

Bagi Veda, dukungan publik Indonesia bisa menjadi tambahan motivasi. Namun, tantangan di Mandalika tetap besar karena ia harus menghadapi pembalap-pembalap yang sejak awal musim berada di papan atas klasemen.

Veda juga menjadi salah satu pembalap Honda yang paling menonjol dalam klasemen Moto3 2026. Ia berada di posisi lebih tinggi dibanding rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, yang baru mengoleksi dua poin.

Moto3 Mandalika pun menjadi kesempatan Veda untuk mengubah posisi kedelapan menjadi lebih tinggi. Jika mampu mencetak podium atau bahkan kemenangan di depan publik sendiri, tambahan poin tersebut bisa sekaligus memperkuat posisinya di 10 besar klasemen akhir musim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online