Persik vs Madura United: Mampukah Brawijaya Kembali Angker?
Persik Kediri menjamu Madura United di Brawijaya. Mampukah Macan Putih menghentikan rekor sempurna Laskar Sape Kerrab?
Lionel Messi dalam laga melawan Bolivia, Jumat (10/9/2021). - Harian Jogja/Twitter
Harianjogja.com, JOGJA — Lionel Messi mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari Universidad de Buenos Aires (UBA), Argentina, pada Selasa (6/10/2026). Gelar tersebut diberikan kepada megabintang sepak bola Argentina itu meski Messi tidak menempuh pendidikan doktoral di universitas tersebut.
Penghargaan itu diberikan bukan karena Messi menyelesaikan program pendidikan doktor, melainkan sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan karier, prestasi, nilai-nilai yang dianggap melekat pada dirinya, serta pengaruhnya bagi Argentina dan dunia. UBA menyebut gelar tersebut sebagai penghargaan kehormatan tertinggi yang diberikan universitas.
Penganugerahan berlangsung di kompleks Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di Ezeiza. Momen tersebut digelar beberapa jam sebelum Messi menjalani pertandingan perpisahan bersama Timnas Argentina melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Doctor Honoris Causa berbeda dengan gelar doktor akademik yang diperoleh seseorang setelah menyelesaikan pendidikan doktoral. Gelar ini merupakan penghargaan yang diberikan universitas kepada seseorang karena dianggap memiliki jasa, pencapaian, pengaruh, atau kontribusi luar biasa di bidang tertentu.
Karena merupakan gelar kehormatan, penerimanya tidak harus mengikuti rangkaian pendidikan doktoral seperti mahasiswa pada umumnya. Dengan demikian, penyebutan Messi sebagai doktor dalam konteks ini merujuk pada status Doctor Honoris Causa, bukan lulusan program PhD.
Hal itu pula yang membuat pemberian gelar kepada Messi tidak berkaitan dengan kewajiban menyelesaikan mata kuliah, menyusun disertasi, atau mempertahankan tesis seperti dalam program doktor akademik.
Dengan kata lain, Messi tidak perlu menjadi mahasiswa doktoral UBA terlebih dahulu untuk memperoleh penghargaan tersebut. Yang menjadi dasar adalah penilaian universitas terhadap perjalanan dan kontribusinya.
Keputusan memberikan Doctor Honoris Causa kepada Messi sebelumnya disetujui secara bulat oleh Consejo Superior atau Dewan Tinggi UBA. Keputusan tersebut diambil pada 30 September 2026 dan penghargaan kemudian diserahkan kepada Messi pada 6 Oktober.
Dalam pertimbangannya, UBA menilai perjalanan Messi sebagai contoh keunggulan, ketekunan, kerendahan hati, dan perilaku etis dalam menjalankan profesinya. Universitas juga menyoroti komitmen Messi dalam merepresentasikan Argentina di panggung internasional.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa UBA tidak hanya mempertimbangkan jumlah gol, trofi, atau statistik Messi di lapangan. Universitas juga melihat pengaruh yang dibawa Messi sebagai salah satu figur olahraga yang paling dikenal dari Argentina.
Rektor UBA Ricardo Gelpi mengatakan universitas ingin memberikan penghargaan bukan hanya berdasarkan angka dan statistik Messi sebagai atlet, tetapi juga terhadap sosok yang dinilai rendah hati, gigih, dan menjadi duta budaya serta identitas nasional Argentina.
Salah satu alasan penting di balik pemberian penghargaan tersebut adalah perjalanan Messi bersama Timnas Argentina. Sebagai kapten, Messi memimpin Argentina meraih sejumlah gelar internasional dalam beberapa tahun terakhir.
UBA secara khusus mencatat keberhasilan Argentina menjuarai Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia FIFA 2022, dan Copa América 2024 dengan Messi sebagai bagian penting dari tim tersebut.
Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Messi bersama Argentina. Gelar tersebut sekaligus melengkapi perjalanan panjangnya bersama tim nasional setelah sebelumnya meraih Copa América 2021 dan Finalissima 2022.
UBA juga mencatat Argentina menjadi juara Copa América 2024. Dalam pertimbangan pemberian gelar, rangkaian prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Messi dalam membawa nama Argentina di kompetisi internasional.
Gelar Doctor Honoris Causa tersebut juga menunjukkan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Messi tidak semata-mata berkaitan dengan prestasinya sebagai pesepak bola. UBA menilai pengaruh Messi telah melampaui lapangan hijau dan masuk ke ranah budaya serta identitas Argentina.
Wakil Rektor UBA Emiliano Yacobitti menyebut Messi berhasil membawa nilai-nilai yang melekat pada tim nasional Argentina ke panggung dunia. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan yang melampaui karier sepak bola Messi.
Dalam penjelasan universitas, Messi juga dipandang sebagai figur yang merepresentasikan Argentina di tingkat internasional. Karena itu, penghargaan yang diterimanya tidak diberikan sebagai pengakuan atas pendidikan akademik, melainkan atas pengaruh dan perjalanan hidup yang dinilai memiliki arti lebih luas.
Messi menerima langsung medali dan diploma Doctor Honoris Causa dari Rektor UBA Ricardo Gelpi dan Wakil Rektor Emiliano Yacobitti dalam acara di Ezeiza.
Dalam sambutannya, Messi mengaku bangga menerima penghargaan tersebut.
“Poder recibir un reconocimiento así es un orgullo para mí, sobre todo poder decir que soy un doctor honorífico,” kata Messi dalam acara tersebut.
Jika diterjemahkan secara bebas, Messi mengatakan bahwa menerima penghargaan tersebut merupakan sebuah kebanggaan, terutama karena kini dirinya bisa menyebut diri sebagai doktor kehormatan.
Pemberian gelar tersebut juga membuat hari perpisahan Messi bersama Timnas Argentina semakin istimewa. Sebelum menghadapi pertandingan terakhirnya bersama Albiceleste, ia terlebih dahulu menerima penghargaan tertinggi yang dapat diberikan UBA sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan karier dan pengaruhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persik Kediri menjamu Madura United di Brawijaya. Mampukah Macan Putih menghentikan rekor sempurna Laskar Sape Kerrab?
DPAD DIY menyiapkan pengawasan kearsipan BUMD mulai 2027 untuk mendorong tata kelola arsip yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
klaim fiktif BPJS Ketenagakerjaan, Renu Arinta Shani, Sri Listiani, Sayoko Adi Nugroho, vonis korupsi BPJS, uang pengganti BPJS Ketenagakerjaan
Penjualan mobil September 2026 turun dari Agustus, tetapi tumbuh 28,1% secara tahunan. Simak data Gaikindo hingga September.
BSU 2026 Rp900.000 menyasar 13,3 juta pekerja. Simak cara cek NIK dan status penerima melalui laman resmi Kemnaker.
David Silva kembali bermain di usia 40 tahun setelah tiga tahun pensiun. Mantan pemain Man City itu bergabung dengan Supreme Sha Tin.