Franco Morbidelli Pindah ke WorldSBK 2027, Gabung Aruba Ducati

Jumali
Jumali Kamis, 08 Oktober 2026 17:57 WIB
Franco Morbidelli Pindah ke WorldSBK 2027, Gabung Aruba Ducati

Franco Morbidelli / Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Franco Morbidelli akan meninggalkan MotoGP dan memulai petualangan baru di World Superbike (WorldSBK) pada 2027. Pembalap Italia itu resmi bergabung dengan Aruba.it Racing–Ducati, tim yang baru saja mengantarkan Nicolo Bulega menjadi juara dunia.

Kepindahan tersebut sekaligus membuat Morbidelli dan Bulega bertukar posisi. Morbidelli akan mengisi kursi yang ditinggalkan Bulega di WorldSBK, sedangkan Bulega naik ke MotoGP bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team dan menjadi rekan setim Fermín Aldeguer.

Bagi Morbidelli, keputusan tersebut menjadi babak baru setelah sembilan musim berkompetisi penuh di MotoGP. Pembalap berusia 31 tahun itu akan tetap berada di lingkungan Ducati, tetapi kali ini mengendarai Panigale V4 R dalam kejuaraan superbike dunia.

Morbidelli Mengisi Kursi Juara Dunia

Aruba.it Ducati memiliki ekspektasi tinggi terhadap Morbidelli karena kursi yang akan ditempatinya sebelumnya digunakan Bulega untuk meraih gelar WorldSBK 2026. Bulega tampil dominan sepanjang musim sebelum memastikan gelar juara dunia.

Morbidelli pun menyadari tantangan tersebut. Ia akan bergabung dengan Iker Lecuona yang tetap memperkuat Aruba.it Ducati pada musim 2027, sehingga tim pabrikan Ducati tersebut memiliki kombinasi pembalap yang sama-sama pernah berkompetisi di MotoGP.

Lecuona menjadi salah satu pembalap yang berhasil memberikan perlawanan paling kuat kepada Bulega sepanjang musim 2026. Di Donington Park, pembalap Spanyol itu bahkan menghentikan rentetan 25 kemenangan Bulega setelah memenangi Race 1 melalui duel langsung dengan rekan setimnya tersebut.

Lecuona kembali tampil kuat di Cremona pada September. Ia mengalahkan Bulega di Race 1 ketika sang pembalap Italia sedang berusaha mengamankan gelar juara dunia.

Sementara itu, sejumlah pembalap MotoGP lain juga akan beralih ke WorldSBK pada 2027. Jack Miller dan Brad Binder termasuk nama yang dipastikan menuju kejuaraan tersebut, menambah daftar mantan pembalap MotoGP di grid WorldSBK musim depan.

Jalan Panjang Morbidelli Menuju MotoGP

Perjalanan Morbidelli menuju kelas utama MotoGP tidak berlangsung melalui jalur yang umum. Ia mendapatkan bimbingan Valentino Rossi dan menjadi anggota pertama VR46 Riders Academy.

Morbidelli bahkan tidak menjalani kelas Moto3. Setelah tampil di European Superstock 600, ia langsung masuk ke Grand Prix melalui Moto2 dan mulai membangun kariernya dari sana.

Ia meraih podium bersama Italtrans pada 2014 sebelum pindah ke Marc VDS pada 2016. Setahun kemudian, Morbidelli tampil dominan dengan mengoleksi delapan kemenangan dan mengamankan gelar juara dunia Moto2.

Gelar tersebut membuka jalan bagi Morbidelli untuk naik ke MotoGP pada 2018 bersama Marc VDS. Musim pertamanya di kelas utama tidak mudah karena ia harus beradaptasi dengan motor Honda.

Perubahan besar terjadi ketika Morbidelli bergabung dengan proyek Petronas SRT Yamaha. Pada 2019, ia bahkan harus melihat rekan setimnya yang berstatus rookie, Fabio Quartararo, tampil lebih baik dalam klasemen.

Namun, Morbidelli kemudian mencapai performa terbaiknya di MotoGP pada 2020. Ia meraih tiga kemenangan dan mengakhiri musim sebagai runner-up di belakang Joan Mir.

Morbidelli kembali naik podium pada awal 2021. Setelah itu, ia dipromosikan ke tim pabrikan Yamaha untuk menggantikan Maverick Vinales pada pertengahan musim, tetapi hasilnya tidak mampu mengulangi pencapaian gemilangnya pada musim 2020.

Kebangkitan Bersama Ducati

Karier Morbidelli mulai mendapatkan momentum baru setelah bergabung dengan Ducati. Ia mencatat podium Sprint MotoGP di Misano pada 2024 bersama Pramac Ducati setelah sebelumnya mengalami kecelakaan serius saat mengendarai motor Superbike dalam sesi latihan di Portimao.

Setelah Pramac berganti ke Yamaha, Morbidelli kemudian pindah ke tim VR46 pada 2025. Keputusan tersebut mempertemukannya kembali dengan lingkungan yang memiliki hubungan erat dengan Valentino Rossi dan VR46 Riders Academy.

Awal musim bersama VR46 memberikan tanda-tanda kebangkitan. Morbidelli mampu mengoleksi tiga podium, meskipun setelah itu hanya sekali lagi finis di podium. Kendati demikian, posisi ketujuh dalam klasemen akhir menjadi hasil terbaiknya di MotoGP sejak 2020.

Musim 2026 kembali menjadi tantangan. Dengan motor GP25 spesifikasi tim satelit, Morbidelli kesulitan mempertahankan konsistensi di papan atas. Hasil terbaiknya sejauh ini adalah finis ketiga dalam Sprint Jerez yang berlangsung dalam kondisi lintasan basah.

Situasi tersebut membuat kepindahan ke WorldSBK menjadi kesempatan bagi Morbidelli untuk memulai kembali persaingan dari lingkungan yang berbeda. Terlebih, ia akan berada di tim pabrikan Ducati yang memiliki paket motor kompetitif dan baru saja meraih gelar juara dunia.

Morbidelli Ingin Bawa Ducati Tetap di Papan Atas

Morbidelli menyambut kepindahan tersebut dengan antusias. Ia juga menyadari bahwa Aruba.it Ducati memiliki standar tinggi setelah menjadi salah satu kekuatan utama WorldSBK dalam beberapa musim terakhir.

“Saya sangat senang dan antusias menyambut babak baru dalam karier saya ini. Saya berterima kasih kepada Ducati dan Aruba atas kesempatan ini," kata Franco Morbidelli dilansir dari Crash, Kamis (8/10/2026).

Morbidelli menegaskan dirinya ingin memenuhi ekspektasi tim yang musim ini kembali menunjukkan kemampuan untuk bersaing memperebutkan gelar dunia.

"Seperti biasa, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi ekspektasi tim yang telah bertarung di papan atas selama bertahun-tahun dan baru saja menjuarai Kejuaraan Dunia Superbike. Saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk meraih hasil gemilang bersama-sama,” tutupnya.

WorldSBK sendiri menyebut kepindahan tersebut sebagai kembalinya Morbidelli ke paddock yang menjadi bagian dari awal perjalanan kariernya. Bedanya, pada 2027 ia datang sebagai pembalap MotoGP berpengalaman untuk mengisi kursi salah satu tim paling kompetitif di kejuaraan superbike dunia.

Bagi Morbidelli, tantangan berikutnya bukan sekadar beradaptasi dengan motor baru. Ia juga harus menghadapi gaya balap, karakter kompetisi, dan persaingan WorldSBK setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari kelas utama Grand Prix. Aruba.it Ducati tentu berharap pengalaman sembilan musimnya di MotoGP dapat membantu tim mempertahankan posisi di papan atas pada musim 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online