Ramon Vega Tantang Infantino di Pemilihan Presiden FIFA 2027

Jumali
Jumali Kamis, 08 Oktober 2026 18:17 WIB
Ramon Vega Tantang Infantino di Pemilihan Presiden FIFA 2027

Ramon Vega/ Getty Images

Harianjogja.com, JOGJA— Mantan bek Tottenham Hotspur dan timnas Swiss, Ramon Vega, menyatakan niatnya maju dalam pemilihan presiden FIFA 2027 untuk menantang petahana Gianni Infantino. Vega menjadi kandidat pertama yang secara terbuka menyatakan keinginannya bersaing dengan Infantino.

Vega, 55, membawa agenda perubahan tata kelola FIFA dalam pencalonannya. Ia mengatakan ingin menyatukan kembali keluarga sepak bola dunia, melakukan reformasi yang berkelanjutan, memodernisasi FIFA, serta mengembalikan kredibilitas dan kepercayaan terhadap organisasi tersebut.

"Saya mencalonkan diri untuk menyatukan kembali keluarga sepak bola global, menghadirkan reformasi yang nyata dan berkelanjutan, memodernisasi FIFA untuk abad ke-21, memulihkan stabilitas dan kredibilitas, serta membangun kembali kepercayaan yang sangat dibutuhkan oleh olahraga kita," ujar Vega dikutip dari AA, Kamis (8/10/2026).

Bagi Vega, posisi presiden FIFA bukanlah pusat dari sepak bola dunia. Ia menilai olahraga tersebut memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada seorang pejabat atau institusi.

"Sepak bola bukan milik presiden, konfederasi, ataupun administrator. Sepak bola lebih besar daripada jabatan, individu, atau institusi mana pun," kata pria berusia 55 tahun itu.

Ia kemudian menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga yang melibatkan banyak kelompok, mulai dari pemain, pelatih, wasit, hingga pendukung dan sukarelawan.

Vega juga memasukkan klub, liga, asosiasi, serta komunitas sebagai bagian penting dari ekosistem sepak bola yang menurutnya harus mendapat perhatian dalam pengelolaan FIFA.

Vega Kritik Tata Kelola FIFA

Pencalonan Vega muncul ketika kepemimpinan Infantino tengah menghadapi tekanan dari sejumlah pihak di sepak bola internasional. Salah satu pemicunya adalah gagalnya rencana kontroversial FIFA yang berkaitan dengan investasi swasta dan hak komersial kompetisi.

Vega menilai persoalan tersebut memperlihatkan perlunya perubahan mendasar dalam tata kelola badan sepak bola dunia itu.

"Kepemimpinan saat ini telah merusak semangat olahraga ini. Tata kelola yang lemah telah mencoreng kredibilitas FIFA dan mengikis kepercayaan di seluruh keluarga sepak bola global," ujarnya.

"Sepak bola sedang berada di ruang gawat darurat, bergantung pada alat penopang kehidupan. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. FIFA membutuhkan arah baru dan reformasi mendasar," lanjutnya.

Tekanan terhadap Infantino meningkat setelah rencana kontroversial untuk melibatkan investor swasta dalam sebagian hak komersial dan tiket kompetisi FIFA gagal berjalan. Infantino sendiri telah menyatakan akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan 2027.

Situasi tersebut membuat pencalonan Vega menjadi perhatian karena ia tidak hanya menawarkan diri sebagai pesaing, tetapi juga secara terbuka mengusung agenda reformasi FIFA.

Bukan Kali Pertama Vega Ingin Jadi Presiden FIFA

Ambisi Vega untuk memimpin FIFA sebenarnya bukan hal baru. Ia pernah mempertimbangkan pencalonan setelah Sepp Blatter mengundurkan diri di tengah skandal korupsi FIFA pada 2015.

Vega kemudian kembali berupaya menantang Infantino pada periode berikutnya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena ia tidak memperoleh dukungan yang diperlukan untuk masuk dalam daftar kandidat. Laporan terbaru menyebut Vega sebelumnya juga gagal mendapatkan dukungan yang cukup dalam upaya pencalonannya pada 2022.

Kali ini, tantangan terbesar Vega bukan sekadar menyatakan niat maju. Ia harus memenuhi persyaratan pencalonan FIFA agar benar-benar dapat masuk ke dalam pemilihan.

Kandidat presiden FIFA membutuhkan dukungan sedikitnya lima asosiasi anggota FIFA. Selain itu, kandidat harus memenuhi ketentuan keterlibatan dalam sepak bola selama minimal dua dari lima tahun sebelum pencalonan serta melewati pemeriksaan kelayakan.

Batas waktu pemenuhan persyaratan tersebut adalah 18 November 2026. Dengan demikian, pengumuman Vega saat ini baru menjadi langkah awal sebelum namanya benar-benar dapat muncul dalam surat suara.

Pemilihan presiden FIFA 2027 dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Jika berhasil memenuhi seluruh persyaratan, Vega akan menjadi salah satu penantang Infantino dalam perebutan posisi tertinggi di badan sepak bola dunia tersebut.

Karier Ramon Vega

Vega merupakan mantan pemain timnas Swiss yang mencatatkan 23 penampilan untuk negaranya. Ia menjalani karier klub bersama sejumlah tim Eropa, termasuk Tottenham Hotspur, Celtic, dan Watford.

Setelah pensiun dari sepak bola profesional pada 2004, Vega beralih ke bidang keuangan. Latar belakang sebagai mantan pemain dan pengalaman di sektor keuangan menjadi bagian dari profil yang ia bawa dalam upayanya merebut kursi presiden FIFA.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online