Martin Sherif Didenda Rp101 Juta, Terlibat 61 Taruhan

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 06:47 WIB
Martin Sherif Didenda Rp101 Juta, Terlibat 61 Taruhan

Instagram: evertonacademy

Harianjogja.com, JOGJA— Penyerang muda Everton, Martin Sherif, dijatuhi denda £5.000 atau sekitar Rp101 juta setelah dinyatakan melanggar aturan taruhan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Pemain berusia 20 tahun itu mengakui telah menyebabkan, mengizinkan, atau memfasilitasi 61 taruhan pada pertandingan sepak bola dalam rentang 20 November 2024 hingga 12 Februari 2026.

BBC melaporkan, sanksi tersebut dijatuhkan setelah Sherif menjalani proses disipliner FA. Berbeda dengan gambaran bahwa ia memasang seluruh taruhan tersebut sendiri, Sherif menyatakan tidak secara langsung menempatkan taruhan. Namun, ia mengakui taruhan-taruhan itu dilakukan melalui akun yang menggunakan namanya.

Kasus tersebut sebelumnya muncul dalam daftar dakwaan FA pada Agustus 2026. FA menyatakan Sherif dikenai dakwaan berdasarkan Rule E1.2 terkait 61 taruhan pada pertandingan sepak bola, dengan setiap taruhan disebut sebagai pelanggaran tersendiri terhadap aturan taruhan yang berlaku.

Sherif Tidak Dijatuhi Larangan Bermain

Komisi regulasi independen yang menangani perkara tersebut akhirnya menjatuhkan denda £5.000 tanpa hukuman larangan bermain. Dalam pertimbangannya, komisi memperhitungkan pengakuan Sherif setelah dakwaan diberikan, kerja samanya selama proses pemeriksaan, serta "penyesalan yang tulus" yang ditunjukkannya.

Sherif juga menyatakan bahwa dirinya tidak memperoleh keuntungan finansial dari taruhan tersebut. Laporan The Independent menyebut total nilai taruhan hampir £2.000, sementara pemain tersebut mengatakan taruhan dilakukan melalui akun atas namanya meski bukan dirinya yang secara langsung memasang taruhan.

Dengan keputusan tersebut, Sherif tidak harus menjalani hukuman larangan bertanding. Bagi pemain yang masih berusia 20 tahun dan belum mencatatkan penampilan senior bersama Everton, sanksi itu membuat kasus perjudian tersebut tidak langsung berujung pada absennya dia dari pertandingan.

Perjalanan Martin Sherif di Everton

Martin Sherif lahir di Liberia dan berkembang sebagai pemain muda yang mewakili Belanda. Ia bergabung dengan akademi Everton pada 2019 setelah sebelumnya menimba pengalaman di akademi Almere City.

Sherif kemudian berkembang hingga mendapat kesempatan berlatih dan masuk dalam lingkungan tim utama Everton. Namun, sampai kasus ini diputus, ia belum mencatatkan penampilan senior untuk klub tersebut di Premier League.

Untuk mendapatkan pengalaman bermain yang lebih banyak, Sherif menjalani dua masa peminjaman pada musim 2025/2026. Ia lebih dahulu memperkuat Rotherham United sebelum kemudian melanjutkan musim bersama Port Vale di League One.

Bersama Port Vale, Sherif mencatat 17 penampilan di League One dan mencetak dua gol. Catatan statistik tersebut juga dikonfirmasi oleh Opta Analyst.

Sebelumnya bersama Rotherham United, ia juga mencetak dua gol. Kedua klub tersebut pada akhirnya terdegradasi ke League Two pada akhir musim 2025/2026.

Aturan Taruhan FA

Kasus Sherif menjadi pengingat ketatnya aturan FA terhadap aktivitas taruhan yang melibatkan pemain dan pihak-pihak yang berada dalam lingkungan sepak bola Inggris. Aturan tersebut tidak hanya menyasar pemain yang secara langsung memasang taruhan, tetapi juga tindakan menyebabkan, mengizinkan, atau memfasilitasi taruhan pada pertandingan sepak bola.

FA sebelumnya juga memproses kasus serupa terhadap pemain Workington AFC, Kai Nugent, yang didakwa terkait 140 taruhan pada pertandingan sepak bola dalam periode berbeda. Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa aktivitas taruhan tetap menjadi perhatian serius regulator sepak bola Inggris karena berkaitan dengan upaya menjaga integritas pertandingan.

Bagi Sherif, perkara tersebut berakhir dengan denda £5.000. Ia tetap berstatus sebagai pemain Everton dan tidak dijatuhi larangan bermain berdasarkan keputusan komisi regulasi independen tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online