Isenmulang Kejar Poin Perdana, Persebaya Bidik Kemenangan

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 07:47 WIB
Isenmulang Kejar Poin Perdana, Persebaya Bidik Kemenangan

Logo BRI Super League. - Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Persebaya Surabaya membidik kemenangan saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat Super League 2026/2027, Jumat (9/10/2026) pukul 19.00 WIB. Pelatih Bernardo Tavares meminta anak asuhnya tetap waspada terhadap kualitas lawan, sementara kapten tim Francisco Rivera mulai kembali berlatih setelah menjalani pemulihan cedera.

Pertandingan di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk kembali meraih hasil maksimal setelah bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC pada laga sebelumnya. Tavares tidak ingin timnya kehilangan poin lagi akibat meremehkan kekuatan lawan.

Menurut Tavares, status sebagai tim promosi tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai kualitas sebuah klub. Ia mencontohkan Garudayaksa FC yang mampu memberikan perlawanan meskipun berasal dari kompetisi kasta kedua.

“Lihat saja, Garudayaksa merupakan tim yang berasal dari Liga 2. Tetapi mereka memiliki pemain-pemain yang sangat bagus, seperti yang saya lihat dan seperti yang saya katakan sebelumnya,” kata Tavares.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi Persebaya agar menjaga disiplin dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Isenmulang juga memiliki kepentingan besar untuk mendapatkan poin setelah mengawali kompetisi dengan tiga kekalahan beruntun.

Tavares Soroti Kualitas Pemain Isenmulang

Selain melihat kekuatan tim secara keseluruhan, Tavares menaruh perhatian pada kualitas individu pemain Isenmulang. Salah satu nama yang patut diperhitungkan adalah Makan Konate, gelandang asal Mali yang memiliki pengalaman panjang bermain di sepak bola Indonesia.

Pengalaman pemain lawan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan tim pelatih Persebaya dalam menyusun persiapan. Tavares juga mengingatkan bahwa Isenmulang memiliki pemain yang pernah tampil di kompetisi luar negeri maupun memiliki pengalaman bersama tim nasional.

“Mereka memiliki pemain yang pernah merasakan kompetisi di Portugal, dari tim nasional juga. Kami harus siap karena lawan ingin mengumpulkan poin saat melawan kami,” tegasnya.

Karena itu, Persebaya dituntut tidak hanya mengandalkan kualitas skuad, tetapi juga mampu membaca permainan lawan. Kewaspadaan tersebut penting agar tim tidak memberi ruang kepada Isenmulang untuk mengembangkan serangan dan memanfaatkan peluang.

Francisco Rivera Mulai Kembali Berlatih

Di tengah persiapan menghadapi Isenmulang, Persebaya mendapat perkembangan positif dari kondisi Francisco Rivera. Kapten Bajul Ijo itu mulai kembali menjalani latihan bersama rekan-rekannya setelah melewati proses pemulihan cedera.

Pemain asal Meksiko tersebut menyebut kondisi fisiknya terus membaik. Ia bersama tim medis berusaha mempercepat pemulihan agar bisa kembali berkontribusi untuk Persebaya.

“Saya merasa kondisi saya semakin baik. Kami terus bekerja keras bersama tim medis agar proses pemulihan bisa berjalan secepat mungkin,” ujar Rivera.

Kembalinya Rivera ke sesi latihan menjadi perkembangan yang dinantikan Persebaya. Meski demikian, keikutsertaannya dalam latihan belum otomatis memastikan ia siap bermain pada pertandingan melawan Isenmulang. Keputusan mengenai kesiapan pemain tetap bergantung pada kondisi fisik dan penilaian tim pelatih serta tim medis.

Isenmulang Memburu Poin Perdana

Di sisi lain, Isenmulang Kalteng FC menghadapi tekanan setelah melewati tiga pertandingan awal tanpa meraih poin. Tim asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tersebut sebelumnya kalah dari Arema FC, Bali United, dan Bhayangkara FC. Hasil itu membuat mereka berada di dasar klasemen sementara.

Pelatih Mundari Karya kini menghadapi tantangan untuk memperbaiki performa timnya saat menjamu Persebaya. Isenmulang perlu meningkatkan daya saing sekaligus memperbaiki hasil pertandingan setelah kebobolan dalam tiga laga pembuka.

Namun, tantangan Isenmulang pada musim ini tidak hanya berkaitan dengan permainan di lapangan. Klub tersebut juga harus menjalani pertandingan kandang di luar wilayahnya akibat persoalan asap yang masih melanda Kalimantan sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Laga melawan Persebaya yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, dipindahkan ke Stadion PKOR Sumpah Pemuda di Bandar Lampung. Sebelumnya, Isenmulang juga sempat menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali sebagai markas sementara.

Perubahan lokasi pertandingan membuat Isenmulang harus menyesuaikan diri dengan situasi yang berbeda dari bermain di kandang sendiri. Dukungan suporter dan rutinitas pertandingan kandang juga menjadi faktor yang tidak sama ketika tim harus bertanding jauh dari Palangka Raya.

Untuk menjaga persiapan, Isenmulang menggelar sesi latihan bersama Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda. Manajemen juga mendorong pemain agar tidak terus terpaku pada hasil negatif dan menjadikan tiga kekalahan awal sebagai bahan evaluasi.

Pertandingan melawan Persebaya menjadi kesempatan berikutnya bagi Isenmulang untuk mengejar poin pertama. Sementara itu, Persebaya harus membuktikan bahwa mereka mampu memanfaatkan situasi lawan tanpa mengabaikan peringatan Tavares mengenai kualitas pemain Isenmulang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online