Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Awali Lawan Jepang

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 10:07 WIB
Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Awali Lawan Jepang

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Indonesia kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyambut tantangan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F Piala Asia 2027. Setelah membawa skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman ingin timnya mempertahankan mental pantang menyerah sekaligus mengembangkan identitas permainan menyerang saat menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.

Piala Asia 2027 akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada 11 Januari, Qatar pada 16 Januari, kemudian menutup fase grup melawan Thailand pada 20 Januari 2027.

Rangkaian pertandingan tersebut menjadi ujian besar bagi Indonesia, terutama karena Jepang merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Asia, sedangkan Qatar berstatus juara pada dua edisi terakhir, yakni 2019 dan 2023. Thailand juga menjadi lawan yang tidak asing bagi skuad Garuda setelah kedua negara bertemu di final FIFA ASEAN Cup 2026.

John Herdman Justru Antusias Hadapi Grup Berat

Herdman tidak menganggap pertemuan dengan tim-tim kuat Asia sebagai alasan untuk pesimistis. Pelatih yang pernah menangani Timnas Kanada itu justru melihat persaingan di Grup F sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk menguji kemampuan melawan tim dengan pengalaman di level Piala Dunia.

"Menurut saya pertama, kita tergabung di grup yang berat, itulah yang kami inginkan, Jepang, Qatar. Jepang dan Qatar adalah tim yang pernah mengalahkan Kanada, itu pengalaman yang sudah saya miliki. Saya tahu saya bisa kalahkan mereka," kata John Herdman dalam keterangannya di kanal YouTube Liputan6.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Herdman ingin para pemain menghadapi lawan kuat dengan keyakinan, bukan sekadar berusaha membatasi kekalahan. Pengalaman ketika menangani Kanada juga menjadi bekal bagi pelatih tersebut untuk memahami karakter lawan yang akan dihadapi Indonesia.

Meski demikian, menghadapi Jepang dan Qatar tentu menuntut kesiapan taktik serta kedisiplinan sepanjang pertandingan. Indonesia perlu mampu menjaga organisasi permainan ketika ditekan sekaligus memanfaatkan kesempatan menyerang yang muncul.

Identitas Menyerang dan Mental Pantang Menyerah Jadi Fokus

Selain keberanian menghadapi lawan kuat, Herdman menekankan pentingnya konsistensi identitas permainan. Ia menginginkan Timnas Indonesia terus berkembang sebagai tim yang agresif, gigih, dan tidak mudah kehilangan arah ketika pertandingan berjalan sulit.

"Semuanya akan kembali pada Indonesia yang lebih gigih, Indonesia yang pantang menyerah dan tidak boleh goyah, tim Indonesia yang harus mengembangkan identitas permainan menyerang, lalu mempertahankannya," ujarnya.

Identitas menyerang yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan upaya mencetak gol. Indonesia juga perlu menjaga keberanian menguasai bola, membangun serangan, serta mempertahankan pendekatan permainan ketika menghadapi tekanan dari lawan dengan kualitas individu dan kolektivitas yang kuat.

Bagi pendukung Timnas Indonesia, konsistensi tersebut akan menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan selama fase grup. Performa melawan Jepang dan Qatar akan menguji kemampuan skuad Garuda menjalankan strategi Herdman, sementara pertandingan melawan Thailand menghadirkan persaingan regional yang sudah dikenal para pemain.

Herdman Menyoroti Kondisi Cuaca di Arab Saudi

Selain aspek taktik, Herdman turut menyoroti kondisi lingkungan pertandingan. Ia menilai para pemain berpotensi menjalankan rencana permainan lebih lama karena tingkat kelembapan dan panas yang diperkirakan berbeda dari kondisi yang biasa mereka hadapi di Indonesia.

"Kami tidak akan bermain dengan tingkat kelembapan dan panas yang biasa kami hadapi di sini. Jadi mobil balap kami akan mendapat lintasan yang lebih familiar, saya antusias itu karena menurut saya kita bisa mempertahankan identitas permainan untuk waktu yang lebih lama," jelasnya.

Perumpamaan mobil balap yang digunakan Herdman menggambarkan keinginannya agar tim dapat mempertahankan performa secara konsisten. Namun, kondisi cuaca tetap perlu disikapi bersama kesiapan fisik, pemulihan pemain, dan penyesuaian terhadap situasi pertandingan di Arab Saudi.

Penilaian Herdman itu juga belum berarti faktor cuaca akan otomatis menjadi keuntungan bagi Indonesia. Pelatih dan pemain tetap harus memastikan bahwa persiapan fisik serta penerapan strategi sesuai dengan kondisi nyata ketika pertandingan berlangsung.

Status Underdog Tak Boleh Membuat Indonesia Gentar

Herdman menyadari Indonesia bukan tim yang lebih diunggulkan dibandingkan Jepang dan Qatar. Meski begitu, ia ingin status tersebut dijadikan motivasi untuk memperkuat kebersamaan dan membuat skuad Garuda berani bersaing.

"Untuk menguji diri kami menghadapi tim-tim Piala Dunia seperti Jepang dan Qatar, kami siap menghadapinya, karena kami benar-benar tidak diunggulkan. Dalam laga-laga ini Indonesia bisa bersatu dengan semangat, kitalah tim nonunggulan dalam dua pertandingan ini, ayo, mari kita berjuang sebagai tim nonunggulan, kita harus berjuang bersama," pungkasnya.

Piala Asia 2027 sekaligus menjadi tantangan berikutnya setelah Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil di turnamen regional itu menjadi bekal momentum, tetapi persaingan di level Asia akan menghadirkan lawan dengan karakter permainan dan tuntutan berbeda.

Jepang menjadi lawan pertama Indonesia pada 11 Januari 2027, disusul Qatar lima hari kemudian. Setelah itu, skuad Garuda akan menghadapi Thailand pada 20 Januari untuk menyelesaikan fase grup. Ketiga pertandingan tersebut akan menentukan peluang Indonesia melangkah ke babak berikutnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online