Kasus Finansial City Membayangi Duel Liverpool di Anfield

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 10:27 WIB
Kasus Finansial City Membayangi Duel Liverpool di Anfield

Erling Haaland./Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Manchester City akan bertandang ke markas Liverpool di Stadion Anfield, Minggu (11/10/2026), di tengah sorotan atas putusan kasus pelanggaran aturan finansial Premier League. Laga ini menjadi pertandingan liga pertama The Citizens setelah komisi independen menyatakan klub tersebut bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran, sedangkan proses banding masih berlangsung.

Di lapangan, Manchester City justru sedang berada dalam tren positif. Skuad asuhan Enzo Maresca memenangi lima pertandingan pertamanya di Liga Inggris musim 2026/2027 dan memimpin klasemen dengan 15 poin. Liverpool berada di posisi keenam dengan sembilan poin, tertinggal enam angka dari calon lawannya.

Pertemuan dua klub yang kerap bersaing dalam perebutan gelar itu kini memiliki dimensi tambahan. City perlu mempertahankan performa di tengah tekanan di luar lapangan, sedangkan Liverpool bisa memanfaatkan laga kandang untuk memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen.

Banding Manchester City Belum Mengubah Situasi di Klasemen

Kasus finansial yang menjerat Manchester City berkaitan dengan dugaan penggunaan kontrak komersial atau sponsor yang tidak mencerminkan transaksi sebenarnya. Komisi independen menyatakan praktik tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan menekan biaya yang dilaporkan, dengan nilai lebih dari 900 juta pound sterling atau sekitar US$1,19 miliar.

Pelanggaran yang berkaitan dengan aturan finansial itu mencakup sembilan musim, dari 2009/2010 hingga 2017/2018. Komisi juga menyatakan City bersalah atas sejumlah dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dalam proses penyelidikan Premier League.

Manchester City mengajukan banding pada 1 Oktober 2026 dan tetap membantah telah melakukan pelanggaran. Klub menyatakan putusan komisi mengandung kesalahan material dalam hukum, prinsip, dan fakta, serta mengklaim memiliki bukti untuk mendukung posisinya.

Karena proses banding belum selesai, hukuman akhir belum ditetapkan. Sejumlah kemungkinan sanksi telah menjadi pembahasan, termasuk denda berat, pengurangan poin, degradasi, atau pencabutan gelar. Namun, kemungkinan tersebut bukan hukuman final yang telah dijatuhkan kepada Manchester City.

Perkara itu berakar pada periode setelah City diambil alih kelompok investor asal Abu Dhabi pada 2008. Investasi besar selama bertahun-tahun membantu klub berkembang menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris, terutama pada era ketika Pep Guardiola menangani tim tersebut. Kini, ketika Guardiola telah meninggalkan klub dan Maresca mengambil alih, kontroversi finansial itu kembali menjadi sorotan menjelang pertandingan besar.

Liverpool Ingin Memanfaatkan Laga Kandang

Liverpool memulai musim dengan catatan belum terkalahkan setelah lima pertandingan, tetapi hasil mereka belum sekonsisten Manchester City. Tim asuhan Andoni Iraola membukukan dua kemenangan dan tiga hasil imbang, termasuk saat menghadapi Newcastle United, Nottingham Forest, dan Fulham.

Meski belum kalah, hasil imbang tersebut membuat Liverpool tertinggal enam poin dari City. Kemenangan di Anfield akan memberi dorongan bagi The Reds sekaligus memangkas selisih dengan pemuncak klasemen, meskipun persaingan pada awal musim masih panjang.

"Saya pikir ini pertandingan besar. Semua orang menantikannya, baik untuk bermain, menonton, maupun menjadi bagian dari laga tersebut," ujar Iraola, dikutip dari AFP, Jumat (9/10/2026).

"Kami tahu harus tampil dalam kondisi terbaik. Saya juga yakin para pendukung akan berusaha membantu tim," lanjutnya.

Iraola menilai dukungan suporter dapat menjadi bagian penting dalam pertandingan tersebut. Anfield memiliki atmosfer yang kerap memberi tekanan kepada tim tamu, terlebih ketika klub yang datang sedang menghadapi kontroversi besar di luar lapangan.

Rivalitas Liverpool dan Manchester City juga memiliki latar persaingan perebutan gelar. Ketika masih dilatih Jurgen Klopp, Liverpool dua kali mengakhiri musim dengan koleksi lebih dari 90 poin tetapi tetap gagal menjadi juara karena City mengumpulkan angka lebih tinggi.

Pertarungan di Anfield kali ini tidak hanya berkaitan dengan posisi kedua tim pada klasemen. Perhatian juga tertuju pada bagaimana pemain City menghadapi atmosfer stadion dan sorotan terhadap klubnya, sementara Liverpool perlu menunjukkan konsistensi setelah beberapa kali kehilangan poin pada awal musim.

Manchester United dan Tottenham Sama-Sama Tertekan

Selain duel Liverpool melawan Manchester City, perhatian pada pekan ini juga tertuju pada pertandingan Manchester United kontra Tottenham Hotspur di Old Trafford, Sabtu (10/10/2026). Kedua klub sama-sama membutuhkan hasil positif setelah mengawali musim dengan kurang meyakinkan.

Manchester United baru mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan. Catatan tersebut menambah tekanan kepada Michael Carrick, yang ditunjuk sebagai pelatih permanen pada Mei 2026 setelah sebelumnya menangani tim sebagai pelatih interim.

Setelah menjamu Tottenham, United harus menjalani rangkaian pertandingan padat, termasuk melawan Atletico Madrid, Leeds United, dan Como. Mereka juga dijadwalkan menghadapi Bournemouth, Chelsea, AS Roma, dan Aston Villa dalam rangkaian pertandingan berikutnya.

Tottenham berada dalam situasi lebih sulit. Meski menghabiskan lebih dari 300 juta pound sterling untuk merekrut pemain baru, Spurs baru memperoleh dua poin dari lima pertandingan dan menempati dasar klasemen. Pertandingan melawan United menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi sekaligus meredakan tekanan terhadap pelatih masing-masing.

Arsenal Berusaha Bangkit Setelah Kekalahan dari Brighton

Juara bertahan Arsenal juga akan bermain pada Sabtu (10/10/2026), ketika menjamu Leeds United di Stadion Emirates. Pertandingan dimulai pukul 18.30 WIB, sedangkan Manchester United kontra Tottenham dijadwalkan berlangsung pukul 23.30 WIB.

Rentetan empat kemenangan Arsenal pada awal musim terhenti setelah mereka kalah 0-3 dari Brighton sebelum jeda internasional. The Gunners kini berusaha kembali ke jalur kemenangan untuk menjaga persaingan di papan atas.

Mikel Arteta baru memperpanjang kontraknya bersama Arsenal hingga 2030. Ia ingin menjadikan keberhasilan mengakhiri penantian gelar liga selama 22 tahun sebagai awal dari periode kesuksesan berikutnya.

"Ini baru awal dari apa yang bisa kami capai bersama," ujar Arteta.

Arsenal saat ini mengoleksi 12 poin, tiga angka di belakang Manchester City. Jika menang atas Leeds, mereka berpeluang menyamai perolehan poin City untuk sementara, sebelum The Citizens bertanding di Anfield pada Minggu (11/10/2026) pukul 22.30 WIB.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online